Gubernur Sulsel Resmikan Proyek Rekonstruksi Jalan Poros Moncongloe Rp239 Miliar, Target Rampung 2027

- Jumat, 24 Juli 2026 | 11:00 WIB
Gubernur Sulsel Resmikan Proyek Rekonstruksi Jalan Poros Moncongloe Rp239 Miliar, Target Rampung 2027
PARADAPOS.COM - Gubernur Sulawesi Selatan, Andi Sudirman Sulaiman, didampingi Bupati Maros, Chaidir Syam, secara resmi memulai proyek rekonstruksi jalan poros Moncongloe di Dusun Pamanjengan, Kabupaten Maros, pada Jumat, 24 Juli 2026. Proyek multi-years senilai Rp239 miliar ini mencakup preservasi 20 ruas jalan strategis di sembilan kabupaten dan kota, dengan target penyelesaian bertahap hingga tahun 2027. Prosesi groundbreaking dilakukan secara simbolis dengan menaiki alat berat ekskavator untuk mengangkat material dari saluran drainase, menandai dimulainya pembangunan infrastruktur yang telah lama dinantikan warga.

Rekonstruksi Jalan Sepanjang 18 Kilometer

Jalan yang dibangun merupakan ruas yang menghubungkan batas Kota Makassar, Pamanjengan, hingga Benteng Gajah, dengan total panjang kurang lebih 18 kilometer. Proyek ini merupakan bagian dari paket enam program multi-years Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan. Pekerjaan yang akan dilakukan meliputi rekonstruksi jalan, pengecoran beton, pengaspalan di sejumlah titik, serta pembangunan drainase, talud, dan gorong-gorong atau box culvert. Infrastruktur drainase ini menjadi prioritas utama karena genangan air selama ini menjadi persoalan kronis di kawasan tersebut. Sebelum pekerjaan konstruksi utama dimulai, Dinas Bina Marga dan Bina Konstruksi Sulawesi Selatan telah melakukan penanganan darurat di beberapa titik rawan macet. Langkah ini diambil untuk mengurangi kemacetan akibat kerusakan jalan yang cukup parah, sehingga mobilitas warga tidak sepenuhnya terganggu selama proses pengerjaan.

Skema Multi-Years dan Anggaran Rp239 Miliar

Gubernur Andi Sudirman Sulaiman menjelaskan bahwa proyek ini akan dikerjakan secara bertahap hingga 2027. Pemilihan sistem multi-years, menurutnya, didasari oleh panjangnya ruas jalan dan tingginya aktivitas masyarakat di sekitar lokasi. “Ini adalah perbaikan jalan untuk paket enam multi-years, Rp239 miliar. Termasuk ruasnya adalah ada yang Toraja, Luwu Raya, dan kemudian ada juga yang Makassar, Maros termasuk Moncongloe ini,” ujar Andi dalam tayangan Metro Siang Metro TV, Jumat, 24 Juli 2026. Selain meningkatkan badan jalan hingga sekitar 45 centimeter, proyek ini juga dirancang untuk mengurangi risiko banjir. Pemerintah berharap perbaikan ini mampu memperlancar arus barang dan jasa, menekan kerusakan kendaraan, serta mendorong pertumbuhan ekonomi kawasan penyangga Kota Makassar.

Harapan Masyarakat Moncongloe Akhirnya Terwujud

Bupati Maros, Chaidir Syam, menyebut pembangunan jalan ini merupakan jawaban atas aspirasi masyarakat Moncongloe yang selama bertahun-tahun mengeluhkan kondisi jalan rusak. Pemerintah Kabupaten Maros berharap proyek tersebut dapat meningkatkan konektivitas wilayah sekaligus memberikan rasa aman dan nyaman bagi pengguna jalan. “Kami atas nama terutama masyarakat Maros, warga di Moncongloe, mengucapkan terima kasih ini kepada Bapak Gubernur yang telah melakukan groundbreaking. Mudah-mudahan groundbreaking ini sebagai awal untuk pekerjaan di jalan di Moncongloe ini. Ini harapan besar selama ini masyarakat Moncongloe, alhamdulillah hari ini bisa terwujud. Dan inilah bentuk ucapan kita terima kasih kepada Bapak Gubernur yang telah melakukan groundbreaking pada hari ini,” tutur Chaidir. Bagi warga setempat, pembangunan jalan ini membawa secercah harapan baru. Selama bertahun-tahun, mereka harus menghadapi jalan berlubang, banjir saat musim hujan, hingga kemacetan panjang yang menghambat aktivitas bekerja dan distribusi barang. Tak sedikit pula pengendara yang mengalami kecelakaan akibat kondisi jalan yang rusak parah.

Solusi Infrastruktur untuk Kawasan Penyangga Makassar

Pembangunan jalan poros Moncongloe diharapkan menjadi solusi atas persoalan infrastruktur yang selama ini membebani masyarakat. Dengan perbaikan jalan dan sistem drainase yang lebih baik, warga berharap banjir, kemacetan, serta tingginya angka kecelakaan akibat jalan rusak tidak lagi menjadi masalah. Proyek ini juga diyakini akan membuka akses ekonomi yang lebih lancar bagi kawasan penyangga Kota Makassar, sekaligus meningkatkan kualitas hidup masyarakat sekitar.

Editor: Paradapos.com

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini