PARADAPOS.COM - Seorang satpam bernama Victor Harefa mendadak viral setelah videonya menegur sebuah mobil Alphard yang diduga menerobos lampu merah di Bundaran HI, Jakarta, beredar luas di media sosial. Peristiwa itu kemudian membawanya bertemu langsung dengan Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, di Gedung Pakuan, Bandung. Dalam pertemuan tersebut, Victor menyampaikan keinginannya untuk pindah tugas dan bekerja sebagai sekuriti di Kota Bandung.
Pertemuan di Gedung Pakuan
Suasana di Gedung Pakuan, Bandung, pada Minggu, 26 Juli 2026, terasa berbeda. Victor Harefa, yang sehari-hari bekerja sebagai satpam, duduk berhadapan dengan Gubernur Dedi Mulyadi. Ia datang dengan satu tujuan: ingin mengubah tempat kerjanya.
“Ternyata dia ini orang Bandung, berasal dari Nias. Sengaja datang bertemu saya hari ini ingin pindah bekerja sebagai sekuriti,” kata Dedi di Bandung.
Gubernur Jawa Barat itu kemudian menjelaskan rencana penempatan Victor. Ia akan bekerja di lingkungan Pemerintah Provinsi Jawa Barat, tepatnya di sekitar Gedung Sate.
“Rencananya insyaallah nanti pindah kerja sebagai sekuriti di Bandung, nanti jaga sekitar Gedung Sate yang hari ini lagi proyek pembangunan penataan area halaman Gedung Sate,” ujar Dedi.
Intimidasi dan Tindak Lanjut Hukum
Sebelum pertemuan itu terjadi, Victor mengaku sempat mendapat intimidasi dari sejumlah orang di dalam mobil yang menerobos lampu merah. Tegurannya terhadap pelanggaran lalu lintas itu justru berujung pada tekanan psikologis.
Sorotan publik semakin tajam setelah terungkap bahwa tiga orang di dalam mobil Alphard tersebut adalah anggota polisi dari Polda Jawa Barat. Mereka kini tengah menjalani proses pemeriksaan kode etik.
Dedi Mulyadi pun angkat bicara mengenai proses hukum terhadap ketiga anggota kepolisian itu. Ia menekankan pentingnya ketegasan.
“Saya yakin jajaran Polda Jabar akan bersikap tegas pada anggotanya yang melakukan pelanggaran lalu lintas. Kita juga semua sama-sama menghargai tugas kita masing-masing,” ujarnya.
Editor: Reza Pratama
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Artikel Terkait
Polisi Selidiki Kematian Pria di Halaman Klinik Kebayoran Baru
Imigrasi Cekal Dua WNA Penyelenggara Lari di Canggu Buntut Dugaan Diskriminasi terhadap WNI
Dua Anak Usaha PP Rugi Rp364,5 Miliar di Tengah Persiapan Pemerintah Melebur BUMN Karya
Erik Erfinanto Dorong Media Perkuat Batas Antara Bisnis dan Editorial