Seattle - PARADAPOS.COM - Dua orang tewas dan lima lainnya luka-luka, termasuk seorang balita berusia dua tahun, dalam insiden penembakan massal yang mengguncang kawasan pusat kota Seattle, negara bagian Washington, Amerika Serikat, pada Minggu (26/7) malam waktu setempat. Peristiwa ini terjadi di Seattle Center, tepat di tengah keramaian festival kuliner tahunan "Bite of Seattle" yang sedang berlangsung.
Suasana malam yang semestinya meriah berubah mencekam. Sekitar pukul 18.00 waktu setempat, warga dan pengunjung festival dikejutkan oleh rentetan suara tembakan yang memecah keramaian. Kepanikan pun tak terhindarkan.
Korban Balita dan Respons Kepolisian
Departemen Kepolisian Seattle, dalam pernyataan resmi yang dirilis pada Senin (27/7/2026), mengonfirmasi bahwa sejumlah orang terkena tembakan di area Seattle Center. Yang paling memprihatinkan, seorang anak berusia dua tahun termasuk dalam daftar korban luka-luka. Hingga saat ini, identitas para korban belum diumumkan secara resmi oleh pihak berwenang.
"Kepolisian sedang menyelidiki insiden penembakan. Terdapat sejumlah korban yang terkena tembakan. Terdengar suara tembakan di Seattle Center," demikian pernyataan Departemen Kepolisian Seattle.
"Harap hindari area ini," imbuh pernyataan tersebut, mengindikasikan bahwa lokasi kejadian masih belum sepenuhnya aman dan sedang dalam proses penyelidikan intensif.
Festival Kuliner Berujung Tragedi
Seattle Center, yang dikenal sebagai salah satu ikon kota, saat kejadian sedang menjadi tuan rumah bagi festival kuliner "Bite of Seattle". Acara ini biasanya dihadiri oleh ratusan penjual makanan lokal dan ribuan pengunjung yang ingin menikmati sajian khas. Ironisnya, ajang perayaan kuliner tersebut justru berakhir dengan tragedi berdarah.
Sejumlah saksi mata di lokasi kejadian, seperti dikutip dari media lokal Seattle Times, melaporkan bahwa mereka mendengar suara tembakan bertubi-tubi. Belum ada keterangan resmi mengenai motif atau identitas pelaku penembakan. Pihak kepolisian masih terus mengumpulkan bukti dan keterangan dari para saksi di lapangan.
Peristiwa ini menambah panjang daftar kasus penembakan massal di Amerika Serikat yang kerap terjadi di ruang publik. Fokus utama aparat saat ini adalah menangani korban, mengamankan lokasi, dan memburu pelaku yang masih buron.
Artikel Terkait
Transaksi Emas Digital di ICDX Melonjak 338 Persen pada Semester I-2026
Garis Polisi Masih Terpasang di Klinik Mordent Empat Hari Usai Karumga Eks Jampidsus Tewas
SPBU Serentak Turunkan Harga Solar Nonsubsidi per 1 Juli 2026, Pertamina Pangkas Hingga Rp3.300 per Liter
IHSG Melemah 0,55 Persen di Tengah Penguatan Bursa Asia, Tertekan Aksi Jual Saham Big Cap