Pemkot Jaksel Revitalisasi Pasar Minggu, Integrasikan Area dan Tata Kelola Sampah

- Senin, 27 Juli 2026 | 13:25 WIB
Pemkot Jaksel Revitalisasi Pasar Minggu, Integrasikan Area dan Tata Kelola Sampah
PARADAPOS.COM - Pemerintah Kota Administrasi Jakarta Selatan (Pemkot Jaksel) memulai langkah revitalisasi kawasan Pasar Minggu. Langkah ini bertujuan untuk mengintegrasikan seluruh area pasar dan menata sistem pengelolaan sampah secara menyeluruh. Wali Kota Jakarta Selatan, Syafrin Liputo, mengungkapkan bahwa kondisi pasar saat ini sudah sangat mendesak untuk segera diperbaiki. Pernyataan tersebut ia sampaikan saat meninjau langsung lokasi pada Senin, 27 Juli 2026.

Integrasi Pasar Utama dan Lokasi Binaan

Syafrin menjelaskan bahwa fokus utama dari peninjauan kali ini bukan hanya pada pasar utama, melainkan juga pada lokasi binaan (lokbin) yang menjadi pusat aktivitas pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM). Ia menekankan perlunya pendekatan yang tidak parsial. "Kita tidak hanya melihat dari sisi PD Pasar Jaya atau lokasi binaan UMKM secara terpisah, tetapi secara keseluruhan harus diintegrasikan supaya aktivitas pedagang dan pembeli lebih mudah," ucap Syafrin. Menurutnya, revitalisasi menyeluruh di kedua area tersebut akan membuat aktivitas jual-beli menjadi lebih praktis dan nyaman. Dengan begitu, warga yang berbelanja pun diharapkan mendapatkan pengalaman yang lebih baik.

Penataan Sampah dan Zona Aktivitas

Selain integrasi kawasan, masalah sampah juga menjadi sorotan utama. Syafrin menuturkan bahwa pengelolaan sampah di area Pasar Minggu harus tertata rapi agar tidak mengganggu kenyamanan. Pihaknya telah berdiskusi intensif dengan pengelola pasar mengenai proses revitalisasi yang saat ini sudah memasuki tahap nota kesepahaman atau Memorandum of Understanding (MoU). Ia berharap, penyusunan perencanaan revitalisasi komprehensif dapat segera ditindaklanjuti setelah proses MoU rampung. Untuk penataan lokbin, Pemkot Jaksel akan berkoordinasi dengan Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi, Usaha Kecil dan Menengah (PPKUKM) DKI Jakarta. Rencananya, lokbin akan dibagi ke dalam beberapa zona aktivitas, mulai dari pasar basah, pasar kering, pasar kuliner, hingga fasilitas area parkir. "Tujuannya agar masyarakat yang berkunjung ke lokbin mendapatkan pengalaman yang baik dan nyaman dalam bermobilitas. Dengan begitu, akan muncul keinginan dari warga untuk langsung menuju ke dalam pasar dan tidak lagi berbelanja di trotoar yang saat ini dikuasai oleh PKL," ujar Syafrin.

Editor: Bagus Kurnia

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar