Bandara Husein Sastranegara Resmi Kantongi Sertifikat, Enam Maskapai Siap Layani Penerbangan

- Senin, 27 Juli 2026 | 16:00 WIB
Bandara Husein Sastranegara Resmi Kantongi Sertifikat, Enam Maskapai Siap Layani Penerbangan
PARADAPOS.COM - Bandara Husein Sastranegara di Bandung, Jawa Barat, resmi mengantongi sertifikat dari Kementerian Perhubungan untuk melayani pesawat jet berbadan sedang sekelas Boeing 737-800. Sertifikat Bandar Udara (SBU) Nomor 005.1/SBU/VII/2026 diterbitkan setelah bandara memenuhi standar fasilitas Pertolongan Kecelakaan Penerbangan dan Pemadam Kebakaran (PKP-PK) Kategori 7. Langkah ini membuka peluang bagi enam maskapai yang telah mengajukan izin operasi, menandai babak baru bagi bandara yang sempat vakum melayani penerbangan komersial.

Proses Sertifikasi dan Standar Keselamatan

Penerbitan SBU tersebut menjadi tonggak penting dalam proses reaktivasi bandara. Sertifikat ini bukan sekadar dokumen administratif, melainkan jaminan bahwa seluruh aspek keselamatan dan fasilitas darurat telah terpenuhi. Kategori 7 PKP-PK, misalnya, mengacu pada kemampuan bandara dalam menangani insiden pesawat berukuran besar, termasuk ketersediaan peralatan pemadam kebakaran dan personel terlatih. Corporate Secretary Group Head PT Angkasa Pura Indonesia (InJourney Airports), Arie Ahsanurrohim, memberikan keterangan di Kantor InJourney Airports Bandara Soekarno-Hatta, Tangerang, pada Senin, 27 Juli 2026. "InJourney Airports memenuhi aspek kepatuhan dalam rangkaian optimalisasi Bandara Husein Sastranegara. Persiapan berjalan lancar, ditandai dengan diterbitkannya SBU Nomor: 005.1/SBU/VII/2026," ujarnya.

Enam Maskapai Siap Beroperasi

Setelah sertifikat resmi diterbitkan, animo maskapai pun muncul. Enam perusahaan penerbangan telah menyatakan minat untuk beroperasi di Bandara Husein Sastranegara. Mereka adalah Citilink, Super Air Jet, Garuda Indonesia, TransNusa, Scoot, dan Wings Air. Pihak pengelola bandara saat ini tengah mengatur dan memastikan ketersediaan slot time penerbangan. Penjadwalan waktu take off dan landing ini akan disesuaikan dengan kapasitas bandara agar tidak terjadi penumpukan lalu lintas udara. Langkah ini penting untuk mengakomodir permintaan penerbangan tanpa mengorbankan aspek keselamatan dan kenyamanan.

Dampak bagi Ekonomi dan Pariwisata

Arie Ahsanurrohim menambahkan harapannya terhadap dampak positif dari reaktivasi bandara ini. "Kami berharap konektivitas penerbangan Bandara Husein Sastranegara dapat mendukung penuh pertumbuhan perekonomian dan pariwisata di Jawa Barat dan Kota Bandung khususnya," jelasnya. Bandara yang berlokasi di pusat Kota Bandung ini memang memiliki nilai strategis. Dengan beroperasinya kembali, akses wisatawan dan pelaku bisnis ke ibu kota Jawa Barat menjadi lebih pendek dan efisien dibandingkan harus melalui bandara lain di luar kota.

Target Operasional dan Jenis Penerbangan

Pihak InJourney Airports optimistis seluruh persiapan optimalisasi berjalan sesuai jadwal. Bandara Husein Sastranegara ditargetkan siap melayani berbagai jenis penerbangan. Mulai dari penerbangan niaga berjadwal dan tidak berjadwal, hingga penerbangan nonniaga. Tidak hanya pesawat jet, bandara ini juga akan melayani pesawat jenis propeller. Layanan ini mencakup rute domestik maupun internasional, memberikan fleksibilitas bagi maskapai dan penumpang. Dengan demikian, Bandung kembali memiliki gerbang udara yang terintegrasi penuh dengan jaringan penerbangan nasional dan regional.

Editor: Rico Ananda

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar