PARADAPOS.COM - Ukraina melancarkan serangan drone skala besar ke wilayah Rusia pada Senin (27/7) dini hari waktu setempat, menewaskan sedikitnya dua orang dan memicu kebakaran di sejumlah bangunan. Serangan yang melibatkan ratusan drone ini menargetkan infrastruktur energi dan terminal ekspor di beberapa wilayah Rusia yang jauh dari garis depan pertempuran. Kementerian Pertahanan Rusia mengklaim telah mencegat 276 drone sepanjang malam, sementara Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky menyebut operasi jarak jauh itu berhasil menggempur sasaran strategis.
Korban Jiwa dan Kerusakan di Rostov
Serangan drone itu menimbulkan dampak langsung di Rostov-on-Don, kota utama di wilayah barat daya Rusia. Gubernur Rostov, Yuri Slyusar, melaporkan bahwa dua orang tewas dalam insiden tersebut. "Serangan udara semalam telah menimbulkan dampak tragis. Di Rostov-on-Don, sedikitnya dua orang tewas -- sepasang suami-istri," ujarnya melalui pernyataan di Telegram.
Slyusar menambahkan bahwa serangan itu juga memicu kebakaran dan menyebabkan kerusakan di beberapa gedung, termasuk sebuah tempat penampungan tunawisma. Kondisi di lokasi kejadian dilaporkan masih dalam penanganan tim darurat.
Klaim Ukraina soal Target Strategis
Dalam pernyataan yang diunggah di Facebook, Presiden Zelensky mengklaim bahwa pasukannya berhasil menyerang sasaran penting di tiga wilayah Rusia. Ia menyebut serangan itu sebagai bagian dari strategi untuk melemahkan logistik dan ekonomi perang lawan.
"Semalam, serangan jarak jauh kita di wilayah Rostov terbukti efektif. Sebuah terminal ekspor, yang berjarak sekitar 250 kilometer dari garis depan, berhasil digempur," kata Zelensky.
Ia juga menambahkan bahwa serangan menjangkau fasilitas minyak di wilayah Yaroslavl dan Republik Udmurtia. "Serangan jauh ke dalam wilayah lawan juga menargetkan fasilitas minyak di wilayah Yaroslavl dan Republik Udmurtia, yang berjarak 1.300 kilometer dari perbatasan negara Ukraina," ungkapnya.
Respons dan Laporan dari Pemerintah Daerah Rusia
Meski Zelensky mengklaim keberhasilan tersebut, para gubernur di tiga wilayah yang disebutkan justru memberikan laporan yang berbeda. Gubernur Rostov, Yaroslavl, dan Udmurtia sama-sama mengonfirmasi adanya serangan drone pada malam hari, namun tidak menyebutkan adanya kerusakan signifikan pada fasilitas minyak setempat.
Kementerian Pertahanan Rusia, dalam laporan resminya, menekankan bahwa sistem pertahanan udara bekerja secara aktif. Mereka mengklaim berhasil mencegat sedikitnya 276 drone sepanjang malam, yang tersebar di berbagai wilayah. Pihak berwenang setempat masih melakukan evaluasi lebih lanjut terhadap dampak serangan tersebut.
Editor: Paradapos.com
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Artikel Terkait
Mobil Klinik Hewan Keliling Jakarta Beroperasi di Lima Titik, Tawarkan Vaksinasi hingga Sterilisasi Mulai Rp35 Ribu
Pramono Anung Imbau Warga Tak Mudah Terprovokasi Usai Bentrokan di Menteng, Madrasah Terpaksa Terapkan PJJ
BRI JF3 Fashion Festival 2026 Resmi Digelar, Kolaborasi Desainer Indonesia-Korsel dan Comeback Billy Tjong Setelah Enam Tahun Vakum
Pengunduran Diri Perry Warjiyo Guncang Pasar, Rupiah Tembus Rp18.000, Destry Damayanti Ditunjuk sebagai Pj Gubernur BI