Libur Panjang Pacu Hunian Hotel di Badung Capai 80 Persen

- Minggu, 22 Maret 2026 | 12:50 WIB
Libur Panjang Pacu Hunian Hotel di Badung Capai 80 Persen

PARADAPOS.COM - Libur panjang yang memadukan perayaan Nyepi dan Idul Fitri tahun ini memberikan angin segar bagi industri perhotelan di Badung, Bali. Berdasarkan estimasi Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) setempat, tingkat hunian kamar hotel di kabupaten tersebut rata-rata mencapai 80 persen selama periode liburan tersebut. Angka ini menunjukkan kenaikan signifikan sekitar 10-15 persen dibandingkan hari-hari biasa, sekaligus menjadi pendorong vital di tengah musim landai pariwisata.

Optimisme dari Lapangan dan Sampel Kawasan Wisata

Geliat positif ini terpantau di berbagai kawasan andalan Badung. Pengukuran yang dilakukan terhadap sejumlah hotel sampel di wilayah seperti Seminyak, Kuta, Nusa Dua, dan Canggu menunjukkan tren okupansi yang menggembirakan. Data ini memberikan gambaran nyata tentang pemulihan permintaan akomodasi setelah periode sepi.

Sekretaris PHRI Badung, Gede Nick Sukarta, mengonfirmasi kondisi tersebut. "Libur periode Nyepi dan Idul Fitri masih lumayan, rata-rata 80 persen," ungkapnya pada Minggu (23/3).

Proyeksi dari Pengelola Kawasan Premium

Dari sisi pengelola kawasan, optimisme juga datang dari Nusa Dua, salah satu destinasi premium Bali. General Manager PT Pengembangan Pariwisata Indonesia (ITDC) The Nusa Dua, I Made Agus Dwiatmika, memproyeksi tiga hotel dalam grup InJourney akan menjadi penyumbang okupansi tertinggi. Ia memperkirakan kenaikan hunian sekitar sembilan persen, mencapai kisaran 57 persen.

Lebih luas, tingkat kunjungan wisatawan di kawasan Nusa Dua sendiri diproyeksikan mampu menembus angka 61,25 persen. Proyeksi ini menggarisbawahi daya tarik berkelanjutan dari destinasi yang dikelola secara terpadu tersebut.

Peta Kekuatan Akomodasi Badung

Pencapaian ini tentu tidak lepas dari peta kepadatan akomodasi di Badung yang memang menjadi jantung pariwisata Bali. Data Badan Pusat Statistik (BPS) Bali tahun 2024 mengungkapkan, dari total 593 hotel berbintang di Bali, sebanyak 417 unit di antaranya beroperasi di Badung dengan jumlah kamar mencapai 48.257 unit. Untuk akomodasi non-bintang, Badung juga mendominasi dengan 1.182 unit dari total 3.582 unit di seluruh Bali.

Fakta ini menegaskan posisi sentral Badung dalam menampung gelombang wisatawan, sekaligus menjadi barometer utama kesehatan sektor pariwisata pulau dewata.

Dukungan Kebijakan Pemerintah

Meningkatnya okupansi ini juga didukung oleh kebijakan stimulus pemerintah pusat untuk mendorong daya beli masyarakat selama libur panjang. Paket kebijakan tersebut antara lain berupa diskon tiket transportasi, termasuk potongan harga hingga 30 persen untuk kereta api, kapal laut, dan jalan tol. Tiket pesawat domestik kelas ekonomi juga mendapat diskon 17-18 persen, sementara jasa kepelabuhan penyeberangan digratiskan sepenuhnya.

Langkah-langkah ini dinilai turut mempermudah mobilitas wisatawan dan memberikan stimulus tidak langsung bagi pemulihan ekonomi, termasuk sektor pariwisata dan perhotelan.

Editor: Dian Lestari

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar