PARADAPOS.COM - Sejumlah drone menyerang berbagai titik di Irak utara pada Selasa dini hari, memicu ledakan di beberapa kawasan di Wilayah Kurdistan. Serangan ini menyasar lokasi seperti Erbil, Soran, dan Khalifan, dengan sistem pertahanan udara koalisi pimpinan Amerika Serikat dilaporkan berhasil mencegat satu drone di atas Erbil serta menembak jatuh tiga drone lainnya di Distrik Soran yang berbatasan langsung dengan Iran. Hingga berita ini diturunkan, belum ada laporan mengenai korban jiwa atau kerusakan berarti akibat insiden tersebut.
Serangan Drone dan Respons Pertahanan Udara
Insiden ini terjadi pada Selasa, 28 Juli 2026, berdasarkan laporan dari media setempat yang dikutip oleh kantor berita asing. Di Erbil, sistem pertahanan udara koalisi pimpinan AS langsung bereaksi ketika satu drone terdeteksi mendekati wilayah tersebut. Sementara itu, di Distrik Soran, tiga drone lainnya berhasil dijatuhkan sebelum mencapai sasaran. Suasana di lapangan dilaporkan tegang, dengan suara ledakan terdengar di beberapa titik, namun warga setempat masih belum mendapatkan kejelasan mengenai motif serangan ini.
Konteks Ketegangan dengan Iran
Serangan terbaru ini tidak bisa dilepaskan dari dinamika hubungan yang memanas antara Pemerintah Daerah Kurdistan Irak (KRG) dan Iran. Sebelumnya, pada 17 Juli, KRG secara terbuka mengecam keras serangan Iran ke wilayah mereka dan mendesak Teheran untuk segera menghentikan aksi militer tersebut. Dalam beberapa tahun terakhir, Iran berulang kali melancarkan serangan terhadap kamp-kamp kelompok oposisi Kurdi Iran yang berada di Erbil dan Sulaymaniyah. Tak hanya itu, pangkalan militer Amerika Serikat serta Konsulat AS di Erbil juga pernah menjadi sasaran Teheran.
Dalam salah satu serangan sebelumnya, delapan anggota Komala Revolutionary Toilers' Organization of Iranian Kurdistan dilaporkan tewas setelah rudal menghantam kamp kelompok tersebut di Sulaymaniyah. Iran telah menetapkan organisasi itu sebagai kelompok teroris. Serangan-serangan ini menunjukkan pola berulang di mana ketegangan antara kedua pihak kerap memuncak, terutama ketika menyangkut keberadaan kelompok oposisi Kurdi di perbatasan Irak-Iran.
Editor: Laras Wulandari
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Artikel Terkait
BMKG Peringatkan Potensi Angin Kencang di Tangerang Raya pada 28-30 Juli 2026
Wakil Ketua Komisi XIII DPR Kritik Istilah ‘Londo Ireng’ Prabowo, Dinilai Mendelegitimasi Kritik dan Pers
Paskibra vs Paskibraka: Ini Perbedaan Mendasar Jelang HUT ke-81 RI
Harga Minyak Dunia Anjlok Hingga 7,8 Persen usai AS dan Iran Hentikan Sementara Operasi Militer