PARADAPOS.COM - Sebanyak 215 warga di Kelurahan Way Laga, Kecamatan Sukabumi, Kota Bandar Lampung, mulai menerima pasokan air bersih dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) setempat pada Selasa, 28 Juli 2026. Pendistribusian ini menyasar 80 kepala keluarga yang terdampak kekeringan akibat musim kemarau yang berkepanjangan. Bantuan dikirim menggunakan armada tangki air untuk memastikan kebutuhan dasar masyarakat tetap terpenuhi.
Distribusi Air Bersih untuk 215 Jiwa
Kepala Pelaksana BPBD Bandar Lampung, Idham Basyar, mengonfirmasi bahwa proses distribusi telah berjalan di Kelurahan Way Laga. “Sebanyak 80 kepala keluarga (KK) atau 215 jiwa di Way Laga, Kecamatan Sukabumi telah menerima bantuan air bersih dari BPBD Kota Bandar Lampung akibat kekeringan,” katanya.
Armada tangki air dikerahkan langsung ke titik-titik yang membutuhkan. Langkah ini diambil sebagai respons cepat terhadap laporan warga yang mulai kesulitan mendapatkan sumber air bersih untuk kebutuhan minum, memasak, dan mandi.
Pemantauan Wilayah Rawan Kekeringan
Idham menegaskan bahwa pihaknya tidak hanya bergerak setelah ada laporan, tetapi juga aktif melakukan pemantauan. “Kami terus memantau wilayah-wilayah yang berpotensi mengalami kekeringan dan akan segera menyalurkan bantuan air bersih apabila terdapat laporan dari masyarakat maupun pemerintah setempat,” ujarnya.
Kondisi kekeringan yang melanda membuat sejumlah sumur warga mulai mengering. Air bersih menjadi barang langka yang harus diangkut dari luar daerah. BPBD berupaya menjangkau setiap lokasi yang terdampak secara bertahap.
Koordinasi dengan Pemerintah Setempat
Agar respons bencana lebih efektif, BPBD terus menjalin komunikasi dengan aparat kecamatan dan kelurahan. “Kami akan terus berkoordinasi dengan kecamatan dan kelurahan untuk mengantisipasi dampak musim kemarau, sehingga kebutuhan air bersih masyarakat dapat terpenuhi dan risiko kekeringan dapat diminimalkan,” ungkap Idham.
Koordinasi ini mencakup pendataan jumlah warga yang membutuhkan, jadwal pengiriman air, serta penentuan titik distribusi yang mudah dijangkau. Dengan begitu, bantuan bisa sampai tepat sasaran dan tidak tumpang tindih.
Imbauan kepada Warga
Di tengah keterbatasan pasokan, warga diminta untuk menggunakan air secara bijak. Idham mengimbau agar masyarakat menampung air saat bantuan datang dan tidak menyia-nyiakannya. “Kami minta masyarakat untuk memanfaatkan air sesuai kebutuhan, tidak membuang-buang air, serta tetap menjaga kebersihan tempat penampungan air,” tuturnya.
Ia juga meminta warga untuk segera melapor jika mengalami kesulitan mendapatkan air bersih. “Apabila terjadi kekeringan atau kekurangan air bersih, segera laporkan kepada pemerintah setempat atau BPBD agar dapat segera ditindaklanjuti,” jelasnya.
Laporan yang cepat dari masyarakat menjadi kunci agar BPBD bisa bergerak lebih awal. Dengan pola koordinasi yang baik antara warga, kelurahan, dan BPBD, dampak musim kemarau diharapkan bisa ditekan seminimal mungkin.
Editor: Dian Lestari
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Artikel Terkait
Pembelian Asuransi Perjalanan ke Schengen Melonjak 107,6 Persen, Tanda Wisatawan RI Makin Sadar Risiko
Persija Jakarta Kalah 0-1 dari Persebaya di Laga Perdana Piala Presiden 2026, Shin Tae-yong Soroti Miskomunikasi dan Persiapan Singkat
BOJ Diperkirakan Tahan Suku Bunga di 1 Persen, Sinyal Kenaikan Masih Terbuka
Pemerintah Sediakan Layanan Cek Status Penerima Bansos via NIK KTP Secara Daring