PARADAPOS.COM - Sebuah video perundungan di dalam kelas salah satu SMP di Kabupaten Tulang Bawang, Lampung, viral di media sosial dan memicu keprihatinan publik. Dalam rentang waktu satu pekan, tepatnya pada 18 Juli dan 24 Juli 2026, terjadi dua insiden kekerasan beruntun di sekolah yang sama. Akibatnya, seorang siswa laki-laki mengalami patah tulang tangan setelah terlibat perkelahian di area perkebunan karet sepulang sekolah. Kepala Dinas Pendidikan setempat telah mendatangi rumah korban, sementara Satreskrim Polres Tulang Bawang tetap melakukan penyelidikan meskipun mediasi damai telah ditempuh.
Kronologi Perundungan dan Perkelahian Beruntun
Dalam video yang beredar luas, terlihat seorang siswa menjadi sasaran pukulan dan bantingan dari teman sekelasnya. Aksi itu terjadi di depan siswa lain yang hanya menyaksikan. Tidak berhenti di situ, insiden kekerasan kedua mengguncang sekolah yang sama hanya beberapa hari kemudian. Seorang siswa laki-laki lainnya mengalami cedera patah tulang di bagian tangan setelah terlibat perkelahian sesama siswa di perkebunan karet usai jam pulang sekolah.
Konflik tersebut diduga dipicu oleh persoalan sepele, yakni saling ejek di antara para siswa. Suasana kelas yang semestinya menjadi tempat belajar berubah menjadi ajang intimidasi yang berujung pada cedera fisik.
Langkah Dinas Pendidikan dan Mediasi Damai
Menindaklanjuti kejadian yang viral, Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Tulang Bawang, M Ami Iswandi Ismed Balaw, langsung turun ke lapangan. Ia mendatangi kediaman siswa yang mengalami patah tulang tangan. Pihak dinas bersama instansi terkait juga menggelar pembinaan bagi siswa-siswi yang terlibat, baik sebagai pelaku perundungan maupun perkelahian.
“Kami sudah mendatangi langsung rumah korban yang mengalami patah tangan dan melakukan pembinaan kepada para siswa yang terlibat. Proses mediasi dan kesepakatan damai antara pihak keluarga pelaku dan korban sudah dilaksanakan,” ujar M Ami Iswandi Ismed Balaw, Selasa (28/7/2026).
Polisi Tetap Turun Tangan
Meskipun proses mediasi tingkat kedinasan telah berjalan dan kedua belah pihak sepakat berdamai, aparat kepolisian tidak tinggal diam. Satreskrim Polres Tulang Bawang menegaskan bahwa mereka tetap melakukan klarifikasi dan penyelidikan secara mendalam.
“Kami saat ini melakukan penyelidikan dan klarifikasi terkait dua rentetan peristiwa kekerasan yang melibatkan para siswa di sekolah tersebut guna memastikan kepastian hukum serta penanganan anak,” jelas Kasat Reskrim Polres Tulang Bawang, AKP Apfryyadi Pratama.
Kondisi Korban dan Aktivitas Sekolah
Saat ini, kondisi korban yang mengalami patah tangan dilaporkan berangsur membaik. Meski begitu, ia belum bisa mengikuti kegiatan belajar-mengajar di sekolah secara tatap muka. Sementara itu, korban aksi perundungan di dalam kelas sudah kembali bersekolah seperti biasa. Suasana di sekolah perlahan mulai tenang, meski peristiwa ini meninggalkan catatan penting bagi pengawasan dan pembinaan karakter di lingkungan pendidikan.
Editor: Annisa Rachmad
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Artikel Terkait
Bareskrim Bongkar Peredaran Gas N2O Merek Whip-Pink, Dua Tersangka Diamankan
Menteri LHK Instruksikan Pemda Segera Siram Lahan Gambut dan TPA Sampah Cegah Kebakaran Musim Kemarau
Petugas PJL Tarik Paksa Pria Nekat Bunuh Diri di Rel Kereta Api Pasuruan
Menteri HAM Pigai Bantah Londo Ireng Ditujukan ke Wartawan, Sebut Istilah Itu Soal Pengkhianatan Bangsa