PARADAPOS.COM - Menteri Kebudayaan Fadli Zon menilai diplomasi budaya merupakan kekuatan lunak yang efektif untuk memperkuat hubungan antarbangsa di tengah lanskap geopolitik global yang semakin kompleks. Pernyataan itu disampaikan dalam acara Seni Maroko-Indonesia di Jakarta, Selasa (28/7) malam. Menurutnya, budaya mampu menciptakan ruang dialog di tengah perbedaan, membangun kepercayaan di saat ketidakpastian, serta memperkuat hubungan antarmasyarakat sebagai fondasi kemitraan internasional yang berkelanjutan.
Budaya sebagai Jembatan Diplomasi
Fadli Zon menekankan bahwa budaya memiliki peran unik dalam menjembatani perbedaan antarbangsa. Dalam sambutannya di acara yang digelar Kementerian Kebudayaan melalui Direktorat Promosi Kebudayaan bersama Kerajaan Maroko, ia menjelaskan bahwa prinsip ini sejalan dengan politik luar negeri bebas dan aktif di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto.
“Budaya menciptakan ruang dialog di tengah berbagai perbedaan, membangun kepercayaan di tengah ketidakpastian, serta memperkuat hubungan antarmasyarakat yang menjadi fondasi kemitraan internasional yang berkelanjutan,” ujarnya.
Kementerian Kebudayaan, lanjut Fadli, berkomitmen memperluas kerja sama internasional melalui budaya sebagai jembatan persahabatan antarbangsa. Prinsip tersebut tidak hanya menjadi pedoman diplomasi Indonesia, tetapi juga menjadi landasan dalam memperkuat diplomasi budaya di tingkat global.
Potensi Kerja Sama Lintas Sektor
Menurut Fadli, diplomasi budaya membuka peluang kerja sama di berbagai bidang. Ia meyakini bahwa budaya memiliki kemampuan unik untuk membangun rasa saling percaya dan mempererat hubungan antarmasyarakat serta antarnegara.
“Kami meyakini bahwa budaya memiliki kemampuan unik untuk membangun rasa saling percaya, mempererat hubungan antarmasyarakat, hubungan antarnegara, serta menciptakan peluang kerja sama di bidang pendidikan, penelitian, industri budaya, pariwisata, dan ekonomi kreatif,” jelasnya.
Acara Seni Maroko-Indonesia yang bertema “Menjembatani Peradaban Maroko-Indonesia” menjadi contoh nyata pelaksanaan diplomasi budaya. Kegiatan ini menghadirkan pertunjukan musik dari Muara Performing Arts dan Melodies of Andalus.
Pertunjukan yang Mempererat Persahabatan
Suasana malam itu terasa hangat ketika alunan musik dan puisi dari kedua negara mengalun di ruang pertunjukan. Fadli mengapresiasi acara tersebut sebagai wujud nyata bagaimana seni dapat menjadi bahasa bersama yang melampaui batas negara.
“Melalui musik, puisi, dan ekspresi seni, budaya menjadi bahasa bersama yang melampaui batas negara dan semakin mendekatkan masyarakat kedua bangsa. Melalui pertemuan seperti inilah saling pengertian tumbuh, kolaborasi baru muncul, dan persahabatan Indonesia serta Maroko menjadi semakin kuat,” katanya.
Di tengah hiruk-pikuk politik global, momen seperti ini menjadi pengingat bahwa budaya tetap menjadi alat diplomasi yang paling manusiawi. Tanpa perlu retorika keras, seni mampu merangkul perbedaan dan menciptakan ruang bersama untuk saling memahami.
Editor: Yoga Santoso
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Artikel Terkait
Petugas Karantina Gagalkan Penyelundupan 69 Burung Kicau Tanpa Dokumen di Sidoarjo
BMKG: Sebagian Jakarta Diguyur Hujan Ringan, Bogor Depok Bekasi Waspada Cuaca Basah
Pemprov Kaltara: Kebijakan WFA Efisienkan Anggaran Hingga Rp400 Juta Per Bulan
Kejagung Kembalikan Berkas Perkara Dokter Tifa ke PN Jakarta Timur Usai Eksepsi Dikabulkan Hakim