Big Bad Wolf Books Gelar Pameran Perdana di Makassar, Soroti Buku Bisnis dan Pengembangan Diri

- Sabtu, 04 April 2026 | 01:25 WIB
Big Bad Wolf Books Gelar Pameran Perdana di Makassar, Soroti Buku Bisnis dan Pengembangan Diri

PARADAPOS.COM - Pameran buku internasional Big Bad Wolf (BBW) Books resmi dibuka di Makassar, Sulawesi Selatan, untuk pertama kalinya. Gelaran yang berlangsung dari 2 hingga 12 April 2026 ini menghadirkan jutaan buku impor dengan harga diskon besar-besaran di Summarecon Mutiara Makassar Convention Center (SMMCC). Pengunjung dapat mengeksplorasi koleksi buku dari berbagai genre, mulai pukul 10.00 hingga 22.00 WITA, tanpa dikenakan biaya masuk.

Fokus pada Pengembangan Diri dan Bisnis

Dalam edisi Makassar ini, BBW Books secara khusus menyoroti koleksi buku bisnis dan pengembangan diri. Kurasi ini bukan tanpa alasan. Menurut penyelenggara, akses terhadap literasi berkualitas internasional dianggap sebagai instrumen kunci untuk meningkatkan kapasitas sumber daya manusia, terutama bagi para profesional dan pelaku usaha di wilayah Indonesia Timur.

Rekomendasi Buku Fondasi Profesional

Tim kurator BBW secara khusus merekomendasikan lima buku yang dinilai menjadi fondasi penting dalam dunia profesional kontemporer. Rekomendasi ini bertujuan memandu pengunjung yang ingin memperkuat soft skill mereka di tengah banjirnya pilihan buku di pameran.

Pertama, "Dare to Lead" karya Brené Brown, yang menekankan bahwa kepemimpinan sejati berawal dari keberanian untuk bersikap rentan dan membangun kepercayaan. Kedua, "The 48 Laws of Power" karya Robert Greene, sebuah panduan strategis tentang dinamika kekuasaan yang merangkum taktik-taktik historis.

Rekomendasi ketiga adalah "CEO Excellence" karya Carolyn Dewar dkk, yang mengungkap pola pikir para pemimpin kelas dunia. Keempat, klasik abadi "The 7 Habits of Highly Effective People" karya Stephen Covey, yang menyajikan kerangka kerja efektivitas berbasis karakter. Kelima, "Atomic Habits" karya James Clear, yang menjelaskan metode sistematis membangun kebiasaan baik melalui perubahan kecil yang konsisten.

Country Director Big Bad Wolf Books Indonesia, Marthius Wandi Budianto, menjelaskan alasan di balik rekomendasi tersebut. "Bagi yang ingin meningkatkan kapasitas diri, kami merekomendasikan lima buku utama yang menjadi fondasi penting dalam dunia profesional saat ini," tuturnya kepada media di sela-sela gelaran BBW Makassar 2026, Jumat (3/4/2026).

Komitmen pada Buku Fisik dan Literasi Anak

Di luar sektor bisnis, BBW Makassar juga membawa inovasi dalam buku anak-anak, seperti sound book, pop-up book, dan touch and feel book. Kehadiran buku-buku interaktif ini merupakan sebuah respons terhadap kekhawatiran akan ketergantungan anak pada gawai. Berbagai riset global menunjukkan bahwa interaksi dengan buku fisik dapat memberikan manfaat kognitif yang berbeda dibandingkan layar digital.

Marthius menegaskan kembali optimisme terhadap masa depan buku cetak. "Membaca buku memberikan pengalaman eksitasi yang tidak bisa digantikan oleh layar digital. Kami optimistis buku fisik tetap relevan karena minim distraksi dibandingkan gawai," tambahnya.

Promo Spesial dan Tur Nasional 2026

Sebagai bagian dari perayaan satu dekade BBW di Indonesia, pameran di Makassar ini menghadirkan berbagai penawaran menarik. Diskon yang ditawarkan bisa mencapai hingga 90%, dengan program SERBA yang harganya dimulai dari Rp19.000, Rp39.000, hingga Rp79.000 per buku. Dukungan khusus juga diberikan kepada pelajar melalui Student Promo, berupa tambahan diskon 5% untuk kategori buku pilihan.

Gelaran di Makassar ini merupakan salah satu bagian dari tur literasi BBW Books Indonesia yang lebih luas sepanjang 2026. Rencananya, pameran buku terbesar di dunia ini akan mengunjungi 14 kota di Indonesia, termasuk Surabaya, Pekanbaru, Jakarta, Bandung, Yogyakarta, Palembang, dan Medan, menjangkau lebih banyak komunitas pembaca di seluruh Nusantara.

Editor: Andri Setiawan

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar