PARADAPOS.COM - Kepolisian RI melalui Korps Lalu Lintas (Korlantas) memperkuat kerja sama dengan PT ASDP Indonesia Ferry untuk mengamankan dua agenda nasional besar: Operasi Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2026 serta Operasi Ketupat 2027. Langkah ini diambil sebagai antisipasi lonjakan mobilitas masyarakat dan distribusi logistik di pelabuhan-pelabuhan utama. Kepala Korlantas Polri, Irjen Pol. Wibowo, menekankan pentingnya persiapan dini agar pelayanan publik tetap optimal di tengah potensi cuaca ekstrem.
Sinergi untuk Kelancaran Arus Mudik
Kerja sama antara Korlantas dan ASDP bukanlah hal baru. Dalam keterangan tertulisnya pada Selasa, 28 Juli 2026, Irjen Wibowo mengungkapkan bahwa kunjungan jajaran ASDP ke kantornya menjadi momentum untuk mempererat silaturahmi dan menindaklanjuti koordinasi yang sudah berjalan. Menurutnya, keberhasilan pengamanan arus mudik pada Operasi Ketupat sebelumnya tidak terlepas dari peran strategis ASDP sebagai mitra.
“Dalam waktu dekat kita akan menghadapi dua agenda pengamanan berskala nasional, yaitu Operasi Nataru 2026 dan Operasi Ketupat 2027. Persiapan harus dilakukan sejak sekarang agar pelayanan kepada masyarakat berjalan optimal,” ujar jenderal bintang dua itu.
Ia menambahkan, ASDP bukan sekadar operator penyeberangan, melainkan penghubung konektivitas antarpulau yang vital. Perusahaan pelat merah ini berperan besar dalam menjaga kelancaran distribusi logistik dan bahan pokok, yang pada akhirnya menopang stabilitas ekonomi masyarakat.
Evaluasi Sistem dan Antisipasi Cuaca Ekstrem
Irjen Wibowo menyoroti keberhasilan pengelolaan pelabuhan saat Operasi Ketupat lalu sebagai hasil sinergi seluruh pemangku kepentingan. Mulai dari pengaturan arus lalu lintas menuju pelabuhan, pengelolaan area parkir, kesiapan armada kapal, proses bongkar muat, hingga penerapan sistem "buffer zone" dan pola Tiba Bongkar Berangkat (TBB). Pola ini dinilai terbukti mampu mengurai kepadatan kendaraan di titik-titik rawan.
“Kami berharap pola pengamanan dan sistem yang sudah berjalan baik ini dapat terus dipertahankan dan disempurnakan untuk menghadapi Operasi Nataru maupun Operasi Ketupat mendatang. Namun, kita juga harus mengantisipasi tantangan cuaca ekstrem yang kerap terjadi pada akhir tahun,” jelasnya.
Cuaca buruk memang menjadi momok tersendiri. Seperti yang terlihat di Pelabuhan Jangkar, Situbondo, awal tahun lalu, kapal-kapal terpaksa bersandar akibat gelombang tinggi. Kondisi serupa bisa kembali terjadi dan mengganggu jadwal penyeberangan.
Apresiasi dan Langkah Konkret dari ASDP
Direktur Utama PT ASDP Indonesia Ferry, Heru Widodo, menyambut baik sinergi yang telah terjalin. Ia menyampaikan apresiasi kepada Korlantas Polri atas dukungan dalam mengelola arus lalu lintas di kawasan pelabuhan.
“Ke depan sinergi ini harus terus diperkuat, terutama menghadapi Nataru dan Idulfitri yang menjadi agenda nasional dengan mobilitas masyarakat yang sangat tinggi,” ujar Heru.
Ia juga menyoroti fenomena baru: kepadatan di lintasan tersibuk, Ketapang–Gilimanuk, kini mulai terjadi tidak hanya pada musim libur, tetapi juga pada hari-hari biasa. Untuk mengatasinya, ASDP bersama pemerintah telah menyiapkan sejumlah langkah strategis. Langkah-langkah tersebut meliputi penambahan armada kapal, peningkatan kapasitas dermaga, pengembangan lintasan alternatif Tanjung Wangi–Lembar, hingga penambahan "buffer zone" sebagai area penampungan kendaraan.
Heru berharap koordinasi antara ASDP, Korlantas Polri, kementerian terkait, dan pemerintah daerah terus diperkuat. Tujuannya jelas: memastikan pelayanan transportasi penyeberangan berjalan aman, lancar, dan nyaman bagi masyarakat pada setiap agenda nasional.
Editor: Dian Lestari
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Artikel Terkait
Rupiah Tembus Rp18.000 per Dolar AS Usai Gubernur BI Mundur Mendadak
Sidang Suap Bea Cukai: Mantan Pejabat Ungkap Istilah Dana Operasional dan Arahan Bersih-bersih Jelang OTT
Kanwil KemenHAM DKI Terbitkan Rekomendasi Tiga Instansi untuk Kawal Kasus Penyekapan Pegawai Padel
Polisi Masih Gelap soal Pembunuhan Satpam di Waduk Jatiluhur, Kriminolog Sebut Minimnya Missing Link Jadi Kendala