Wall Street Ditutup Beragam: Dow dan S&P 500 Menguat, Nasdaq Tertekan Saham AI

- Rabu, 29 Juli 2026 | 01:25 WIB
Wall Street Ditutup Beragam: Dow dan S&P 500 Menguat, Nasdaq Tertekan Saham AI
PARADAPOS.COM - Wall Street ditutup beragam pada perdagangan Selasa, 28 Juli 2026 waktu setempat. Dow Jones dan S&P 500 berhasil menguat, ditopang oleh penurunan harga minyak dan kinerja positif sejumlah emiten. Namun, Nasdaq masih tertekan akibat pelemahan saham sektor semikonduktor. Indeks S&P 500 naik 0,3 persen ke level 7.431,43, sementara Dow Jones Industrial Average menguat satu persen menjadi 52.747,53. Sebaliknya, Nasdaq Composite justru turun 0,2 persen ke posisi 24.876,91, setelah sempat merosot hingga 1,4 persen pada perdagangan intraday.

Saham Teknologi Tertekan Aksi Jual Sektor AI

Tekanan terhadap saham teknologi dipicu aksi jual besar-besaran di sektor kecerdasan buatan (AI). Pada Senin, saham Nvidia anjlok lima persen setelah Wall Street Journal melaporkan bahwa perusahaan tersebut tengah berdiskusi untuk menyediakan dana sekitar USD250 miliar bagi proyek pusat data besar yang terkait dengan OpenAI. Laporan itu langsung memicu kekhawatiran investor. Banyak pihak mulai mempertanyakan besarnya belanja modal industri AI dan potensi imbal hasil yang dinilai masih belum pasti. Sentimen negatif ini pun menjalar ke pasar Asia. Indeks KOSPI Korea Selatan merosot lebih dari 10 persen, sementara saham Samsung Electronics dan SK Hynix masing-masing turun 13,4 persen dan 14,7 persen. Di Jepang, Nikkei 225 ikut melemah empat persen. Saham produsen cip memori Kioxia bahkan anjlok hingga 18,3 persen. Selain itu, meningkatnya persaingan industri cip dari Tiongkok turut menjadi tekanan bagi saham semikonduktor AS. Perkembangan model AI Kimi K3 milik Moonshot AI, ekspansi produsen cip memori CXMT, serta kemajuan produksi mesin litografi ultraviolet dalam negeri menjadi faktor yang memperkuat sentimen tersebut.

Investor Menanti Keputusan The Fed dan Laporan Keuangan Raksasa Teknologi

Fokus investor kini tertuju pada sejumlah agenda penting pada Rabu waktu setempat. Dua di antaranya adalah laporan keuangan Microsoft dan Meta Platforms, serta keputusan suku bunga Federal Reserve yang akan diikuti konferensi pers Ketua The Fed, Kevin Warsh. Pelaku pasar akan mencermati panduan belanja modal perusahaan-perusahaan teknologi besar, terutama terkait investasi AI. Kekhawatiran terhadap efektivitas investasi miliaran dolar untuk pembangunan infrastruktur AI masih membayangi. Sebelumnya, Tesla dan Alphabet telah mengindikasikan peningkatan belanja modal untuk pengembangan AI. Di sisi lain, pasar memperkirakan Federal Reserve akan mempertahankan suku bunga acuannya. Data CME FedWatch menunjukkan probabilitas sekitar 71 persen untuk skenario tersebut. Meski demikian, investor tetap mencermati sinyal kebijakan moneter ke depan. Warsh dalam beberapa kesempatan menegaskan komitmen bank sentral untuk menjaga stabilitas harga melalui kebijakan yang cenderung ketat.

Laporan Keuangan Angkat Sejumlah Saham di Tengah Tekanan

Di tengah tekanan sektor teknologi, sejumlah emiten berhasil menopang pergerakan indeks. Saham Sherwin-Williams melonjak 8,3 persen, sedangkan Coca-Cola naik lima persen setelah merilis laporan keuangan yang solid. Sementara itu, Boeing menguat 4,8 persen. Perusahaan ini membukukan kinerja kuartalan yang melampaui ekspektasi serta mencatat arus kas bebas positif sebesar USD0,6 miliar. Tak ketinggalan, PayPal juga naik empat persen setelah meningkatkan proyeksi laba sepanjang tahun dan mengumumkan langkah efisiensi biaya.

Editor: Paradapos.com

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar