PARADAPOS.COM - Rudi Setiawan, seorang jurnalis iNews TV, berhasil menorehkan prestasi akademik yang luar biasa di usianya yang ke-55 tahun. Pria asal Karawang ini dinobatkan sebagai wisudawan terbaik Fakultas Hukum Universitas Buana Perjuangan (UBP) Karawang dengan Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) 3,88. Gelar tersebut ia raih dalam prosesi Wisuda ke-12 UBP Karawang yang digelar pada 27-28 Juli 2026 di Resinda Hotel Karawang, Jawa Barat.
Bagi Rudi, pencapaian ini bukanlah sekadar angka di atas kertas. Lebih dari itu, ia adalah buah dari kedisiplinan dan semangat belajar yang terus ia jaga di tengah hiruk-pikuk pekerjaannya sebagai jurnalis. Ia harus pintar-pintar membagi waktu antara tugas liputan, tanggung jawab keluarga, dan aktivitas perkuliahan yang padat.
Menariknya, Rudi mengaku tidak pernah memasang target untuk menjadi yang terbaik. Tujuan utamanya menempuh pendidikan tinggi adalah untuk memperluas wawasan dan meningkatkan kompetensi yang bisa menunjang profesinya.
“Target saya bukan menjadi yang terbaik, tetapi ingin terus belajar. Saya menyadari profesi saya sebagai jurnalis membutuhkan pemahaman hukum yang terus berkembang, apalagi dengan adanya pembaruan KUHP dan KUHAP,” ujar Rudi.
Kuliah Sambil Bekerja dan Mengurus Keluarga
Menjalani kuliah sambil bekerja penuh waktu bukanlah perkara mudah. Rudi harus mengatur jadwal liputan, menyelesaikan tugas akademik, mengikuti perkuliahan, serta tetap menjalankan tanggung jawab terhadap keluarga. Ia juga harus menghadapi tantangan ekonomi, di mana biaya pendidikan dan kebutuhan keluarga harus dipenuhi secara bersamaan tanpa mengurangi komitmennya terhadap perkuliahan.
“Saya bekerja, kuliah, dan tetap mengurus keluarga. Kondisi ekonomi memang menjadi tantangan, tetapi saya berusaha konsisten. Tugas selalu saya kerjakan tepat waktu dan saya tidak pernah meninggalkan perkuliahan,” katanya.
Kedisiplinan menjadi kunci utama keberhasilan Rudi. Ia selalu berusaha hadir tepat waktu dan beberapa kali datang lebih awal dibandingkan dosen. Kehadiran yang nyaris sempurna, konsistensi mengerjakan tugas, dan kesungguhan mengikuti setiap mata kuliah akhirnya mengantarkan Rudi meraih IPK 3,88. Selama menempuh pendidikan, ia mempelajari berbagai bidang hukum, mulai dari hukum pidana, perdata, Islam, dagang, hingga hukum internasional.
“Saya yang awalnya tidak memahami banyak tentang hukum, kini memiliki bekal ilmu yang sangat bermanfaat. Terima kasih kepada seluruh dosen UBP Karawang yang telah memberikan ilmu dengan penuh dedikasi,” ucapnya.
Berencana Lanjut Magister Ilmu Hukum
Setelah menyandang gelar Sarjana Hukum, Rudi tidak ingin berhenti belajar. Ia berencana melanjutkan pendidikan Magister Ilmu Hukum di Universitas Singaperbangsa Karawang (Unsika). Menurutnya, pemahaman hukum sangat penting bagi seorang jurnalis, terutama dalam melihat persoalan hukum, kebijakan publik, dan perubahan regulasi secara lebih utuh.
“Profesi saya sebagai jurnalis menuntut saya untuk terus belajar. Ilmu hukum sangat penting agar saya memiliki perspektif yang lebih luas dalam melihat persoalan-persoalan hukum dan kebijakan publik. Karena itu, saya berencana melanjutkan studi Magister Ilmu Hukum di Universitas Singaperbangsa Karawang (Unsika),” katanya.
Rudi menyadari banyak waktu istirahat yang harus dikorbankan selama masa kuliah. Namun, dukungan keluarga, rekan, dan para dosen membuatnya mampu menyelesaikan pendidikan dengan hasil membanggakan.
“Kuncinya adalah disiplin membagi waktu. Ketika bekerja saya fokus bekerja, ketika kuliah saya fokus belajar. Dukungan keluarga, teman-teman, dan para dosen menjadi kekuatan besar yang membuat saya mampu menyelesaikan studi dengan baik,” ujarnya.
Rudi meyakini pendidikan merupakan investasi jangka panjang yang tidak akan kehilangan nilai. Ia pun mengajak masyarakat untuk tidak merasa terlambat melanjutkan pendidikan atau mengejar cita-cita.
“Jangan pernah merasa terlambat untuk kuliah atau mengejar cita-cita. Selama ada kemauan, selalu ada jalan. Semoga apa yang saya raih hari ini bisa menjadi motivasi bagi siapa pun agar terus belajar dan mengembangkan diri,” tuturnya.
Baginya, predikat wisudawan terbaik bukan tujuan utama, melainkan bonus dari proses panjang yang dijalani dengan disiplin, konsisten, dan penuh tanggung jawab.
“Saya percaya bahwa belajar tidak mengenal batas usia. Selama masih diberi kesempatan dan kesehatan, saya ingin terus menuntut ilmu. Menjadi wisudawan terbaik adalah bonus dari kerja keras dan doa, bukan tujuan utama saya,” ujar Rudi.
Artikel Terkait
Amnesty International Rilis Laporan Hukuman Mati 2025, Tiongkok Sanggah Keras Data Spekulatif Tanpa Verifikasi Resmi
YLKI Desak KPPU Awasi Ketat Implementasi Putusan MK Larangan Penghangusan Kuota Internet
Polisi Masih Selidiki Penyebab Kematian Pria di Kebayoran Baru, Ekshumasi Jadi Opsi
Harga Emas Pegadaian Variatif: UBS Stabil, Galeri 24 Turun Rp8.000 per Gram