Gempa Magnitudo 6,8 Guncang Jepang Selatan, 13 Tewas dan Ratusan Terjebak Reruntuhan

- Rabu, 29 Juli 2026 | 05:25 WIB
Gempa Magnitudo 6,8 Guncang Jepang Selatan, 13 Tewas dan Ratusan Terjebak Reruntuhan
PARADAPOS.COM - Gempa bumi berkekuatan magnitudo 6,8 mengguncang Prefektur Kumamoto di Pulau Kyushu, Jepang selatan, pada Selasa sore, menewaskan sedikitnya 13 orang. Perdana Menteri Sanae Takaichi menyatakan operasi penyelamatan masih terus berlangsung untuk menjangkau korban yang diduga terjebak di bawah reruntuhan. Guncangan mencapai intensitas maksimum 7 pada skala seismik shindo Jepang, memicu lebih dari 60 gempa susulan dan peringatan tsunami yang kemudian dicabut.

Pernyataan Resmi dan Upaya Evakuasi

“Masih ada orang-orang yang menunggu untuk diselamatkan, dan tim penyelamat sedang berpacu dengan waktu. Kami akan mengerahkan segala upaya untuk menemukan dan menyelamatkan sebanyak mungkin orang,” kata Takaichi, dikutip dari The Guardian, Rabu, 29 Juli 2026. Juru Bicara Pemerintah Jepang Minoru Kihara merinci data terkini pada Rabu pagi. “Kami menerima laporan tujuh orang mengalami luka berat dan 29 lainnya luka ringan. Selain itu, hingga pukul 07.00 pagi ini, sebanyak 9.186 orang telah mengungsi di 506 pusat evakuasi di lima prefektur,” ujarnya. Pusat-pusat pengungsian itu tersebar di wilayah terdampak, termasuk Kumamoto dan Fukuoka.

Kerusakan di Pabrik dan Pusat Perbelanjaan

Tim penyelamat masih menyisir sejumlah lokasi dengan kerusakan parah. Salah satu titik fokus adalah pabrik Nippon Paper Industries di Kota Yatsushiro, tempat cerobong asap runtuh. Dua pekerja berhasil ditemukan dan dilarikan ke rumah sakit dalam kondisi henti jantung, sementara sembilan orang lainnya masih dinyatakan hilang. Ledakan juga mengguncang pusat perbelanjaan Aeon di Kumamoto, kompleks yang memiliki sekitar 200 gerai. Rekaman video dari lokasi menunjukkan bagian atas bangunan utama mengalami kerusakan parah dan runtuh sebagian. Dua perempuan berusia sekitar 20 tahun dipastikan meninggal dunia, sementara seorang korban lainnya dilaporkan mengalami henti jantung. Juru bicara Aeon mengatakan seluruh pengunjung dan karyawan telah dievakuasi setelah gempa pertama terjadi. Hingga kini penyebab ledakan masih dalam penyelidikan, meski pemerintah mengungkapkan adanya laporan kebocoran gas di pusat perbelanjaan tersebut.

Mobilisasi Personel dan Peringatan Dini

Kementerian Pertahanan Jepang mengerahkan sekitar 3.600 personel militer serta 20 pesawat untuk mendukung operasi tanggap darurat dan melakukan pemantauan kerusakan dari udara. Ratusan personel penyelamat dari prefektur sekitar juga telah dikerahkan ke wilayah terdampak. Badan Meteorologi Jepang (JMA) memperingatkan wilayah yang mengalami guncangan terkuat masih berpotensi diguncang gempa susulan dan tanah longsor selama sekitar satu pekan. Gempa dangkal ini memicu aktivitas seismik lanjutan yang perlu diwaspadai.

Dampak Infrastruktur dan Kondisi Warga

Hingga Rabu pagi, JMA mencatat lebih dari 60 gempa susulan dengan magnitudo antara 1 hingga 4. Peringatan tsunami yang sempat dikeluarkan sesaat setelah gempa akhirnya dicabut sekitar dua jam kemudian. Pada Selasa malam, hampir 50.000 rumah tangga masih mengalami pemadaman listrik, sementara sekitar 140.000 pelanggan kehilangan akses air bersih. Suhu di wilayah terdampak diperkirakan melebihi 35 derajat Celsius pada Rabu dengan tingkat kelembapan tinggi, sehingga meningkatkan risiko serangan panas (heatstroke) bagi warga yang tidak memiliki akses terhadap pendingin ruangan maupun air bersih. Banyak warga memilih bermalam di dalam kendaraan karena khawatir terjadi gempa susulan. Meski berkekuatan besar, jumlah bangunan yang roboh relatif terbatas sehingga menekan jumlah korban jiwa dan korban luka. Jepang menerapkan standar konstruksi tahan gempa yang ketat dan terus memperbarui regulasi bangunan selama beberapa dekade terakhir, termasuk penggunaan teknologi fondasi khusus yang memungkinkan bangunan bergoyang mengikuti guncangan tanpa mengalami kerusakan besar.

Evaluasi Pemerintah dan Imbauan Keselamatan

Pada Selasa malam, Takaichi mengatakan pemerintah masih terus menilai skala kerusakan akibat gempa yang melanda wilayah yang juga pernah dihantam gempa besar pada 2016. “Kami telah menerima laporan mengenai korban luka. Pemadaman listrik dan kebakaran terjadi di beberapa wilayah, begitu pula kerusakan jalan, jembatan, serta runtuhnya sejumlah bangunan. Saya meminta seluruh masyarakat mengambil langkah untuk melindungi diri, termasuk mengungsi ke tempat yang aman,” ujar Takaichi.

Editor: Yuli Astuti

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar