PARADAPOS.COM - Presiden Prabowo Subianto secara resmi melantik Pamong Praja Muda (PPM) Angkatan XXXIII Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN) Tahun 2026 di Kampus IPDN, Sumedang, Jawa Barat, pada Rabu (29/7). Dalam amanatnya, Kepala Negara berpesan agar para aparatur muda ini senantiasa mengutamakan kepentingan rakyat dan bekerja dengan hati, tanpa kesombongan. Pelantikan ini menjadi momen penting bagi 1.404 praja yang siap mengabdi sebagai abdi negara di seluruh pelosok Indonesia.
Pesan Langsung dari Kepala Negara: Berpihak pada Rakyat
Suasana khidmat menyelimuti lapangan upacara IPDN saat Prabowo menyampaikan amanatnya. Di hadapan para pamong praja yang baru dilantik, Presiden menekankan bahwa tugas utama mereka bukanlah sekadar menjalankan birokrasi, melainkan menjadi pelayan yang dekat dengan masyarakat.
“Bekerjalah dengan hati tanpa kesombongan. Selalu dekat dengan rakyat, selalu membela rakyatmu. Kalau ragu-ragu, berpihaklah kepada rakyatmu,” ucap Prabowo di hadapan para peserta upacara.
Ia menegaskan bahwa seorang pamong praja harus memiliki kecintaan yang tulus kepada tanah air dan seluruh rakyat Indonesia. Tanpa rasa cinta itu, menurutnya, pengabdian hanya akan menjadi rutinitas tanpa makna.
Pancasila dan UUD 1945 sebagai Landasan Mutlak
Dalam kesempatan yang sama, Presiden juga mengingatkan pentingnya berpegang teguh pada ideologi bangsa. Ia meminta seluruh pamong praja untuk setia terhadap keanekaragaman Indonesia yang terdiri dari berbagai suku, agama, ras, dan etnis.
“Semua suku adalah saudaramu. Semua agama adalah saudaramu. Semua ras adalah saudaramu. Semua kelompok etnis adalah saudaramu,” kata dia.
Pesan itu disampaikan dengan nada tegas namun penuh kehangatan, seolah mengingatkan bahwa persatuan adalah harga mati bagi seorang aparatur negara.
Tidak hanya Pancasila, Ketua Umum Partai Gerindra itu juga mengingatkan para pamong praja untuk senantiasa berpegang teguh pada Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945. Menurutnya, UUD 1945 bukan sekadar dokumen hukum, melainkan wujud cita-cita para pendiri bangsa yang lahir dari perjuangan panjang melawan penjajahan.
“Undang-Undang Dasar negara kita, yaitu Undang-Undang Dasar 1945, itu adalah murni suara kemerdekaan, murni suara cita-cita pendiri bangsa kita. Jangan pernah hianati pendiri-pendiri bangsa kita,” jelasnya.
Harapan untuk Pengabdian yang Membanggakan
Menjelang akhir amanatnya, Prabowo berpesan agar para PPM menjaga nama baik keluarga dan almamater. Mereka diminta menjadi aparatur yang membanggakan seluruh rakyat Indonesia melalui dedikasi dan pengabdian terbaik kepada bangsa dan negara.
Suasana haru tampak menyelimuti para praja saat Presiden menutup pidatonya dengan doa dan semangat perjuangan.
“Selamat berjuang. Semoga Tuhan yang Maha Esa, Tuhan yang Maha Kuasa, senantiasa memberi kekuatan, petunjuk, dan perlindungan kepada kalian semua di manapun kalian bertugas dan mengabdi,” tambahnya.
Pelantikan ini menjadi tonggak awal bagi para pamong praja untuk mengemban amanah besar sebagai abdi negara. Dengan bekal pesan langsung dari Kepala Negara, mereka diharapkan mampu menjadi garda terdepan dalam melayani kepentingan rakyat di berbagai daerah.
Editor: Clara Salsabila
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Artikel Terkait
Indonesia dan Kamboja Jajaki Kerja Sama Strategis Reformasi Birokrasi dan Tata Kelola Publik
Kementerian Transmigrasi Terjunkan 1.476 Patriot ke 53 Kawasan untuk Wujudkan Pusat Ekonomi Baru
Truk LPG Hilang Kendali Tabrak Belasan Kendaraan di Leuwipanjang Bandung, Satu Tewas
Kemendikdasmen Umumkan Hasil Seleksi Administrasi PPG 2026, Peserta Lolos Wajib Ikuti Tes Substantif Agustus Mendatang