Menteri Perumahan Sindir Jaksa Agung dan Kapolri Duduk Berdekatan di Acara Akad Massal KPR Subsidi Batang

- Kamis, 30 Juli 2026 | 19:25 WIB
Menteri Perumahan Sindir Jaksa Agung dan Kapolri Duduk Berdekatan di Acara Akad Massal KPR Subsidi Batang
PARADAPOS.COM - Menteri Perumahan dan Permukiman RI, Maruarar Sirait, menyapa Jaksa Agung ST Burhanuddin dan Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo yang duduk berdekatan dalam acara Akad Massal 62.000 unit KPR rumah subsidi dan KUR perumahan senilai Rp 880 miliar di Batang, Kamis (30/7/2026). Momen tersebut langsung dikaitkan dengan arahan Presiden Prabowo Subianto. Suasana di lokasi acara tampak hangat. Ribuan penerima manfaat KPR rumah subsidi berkumpul di Batang, Jawa Tengah, untuk mengikuti prosesi akad massal yang digelar secara serentak. Di panggung utama, deretan pejabat negara duduk berjajar, termasuk Jaksa Agung dan Kapolri yang posisi duduknya bersebelahan.

Momen Keakraban di Panggung Akad Massal

Maruarar Sirait, yang akrab disapa Ara, memanfaatkan momen tersebut untuk menyampaikan pesan ringan. Ia melihat langsung posisi duduk kedua pimpinan lembaga penegak hukum itu dan mengaitkannya dengan instruksi presiden. “Jaksa Agung sama Kapolri duduknya sudah dekat-dekat pak, sesuai arahan bapak, paten,” kata Maruarar dari atas panggung, disambut tepuk tangan dari para hadirin. Suasana semakin meriah ketika Ara meminta para pengembang perumahan yang hadir untuk ikut bertepuk tangan. Ia secara khusus meminta tepuk tangan yang lebih keras untuk Jaksa Agung dan Kapolri. “Para pengembang tepuk tangan dahulu, kalau Jaksa Agung sama (Kapolri), yang keras tepuk tangannya, bagus, kalian ini nggak ngerti maksud saya,” ujar Maruarar sambil tersenyum.

Sinergi Lintas Lembaga untuk Program Perumahan

Acara akad massal ini menjadi simbol sinergi antarlembaga dalam mendukung program perumahan nasional. Kehadiran Jaksa Agung dan Kapolri di lokasi yang sama menunjukkan dukungan penuh aparat penegak hukum terhadap kelancaran program pemerintah. Posisi duduk keduanya yang berdekatan, seperti yang disebutkan Maruarar, bukan sekadar kebetulan. Arahan Presiden Prabowo untuk memperkuat koordinasi antarlembaga tampak diimplementasikan secara simbolis dalam momen tersebut. Program KPR rumah subsidi dan KUR perumahan ini merupakan bagian dari upaya pemerintah memperluas akses kepemilikan rumah bagi masyarakat berpenghasilan rendah. Dengan total 62.000 unit dan nilai kredit mencapai Rp 880 miliar, program ini menjadi salah satu yang terbesar di daerah tersebut. Para pengembang yang hadir tampak antusias mengikuti arahan dari menteri. Tepuk tangan meriah menggema saat Maruarar meminta mereka memberikan apresiasi kepada Jaksa Agung dan Kapolri. Acara berlangsung lancar dengan protokol yang ketat. Seluruh rangkaian kegiatan dari awal hingga akhir mencerminkan keseriusan pemerintah dalam mewujudkan program perumahan yang terjangkau bagi masyarakat luas.

Editor: Dian Lestari

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar