BNPP RI Perkuat Sinergi Pengelolaan Perbatasan RI-Malaysia dalam Sidang Sosek Malindo ke-39

- Kamis, 30 Juli 2026 | 20:25 WIB
BNPP RI Perkuat Sinergi Pengelolaan Perbatasan RI-Malaysia dalam Sidang Sosek Malindo ke-39
PARADAPOS.COM - Badan Nasional Pengelola Perbatasan (BNPP) RI memperkuat komitmennya dalam mengelola kawasan perbatasan Indonesia-Malaysia melalui partisipasi aktif pada Sidang ke-39 Kelompok Kerja Bersama/Jawatankuasa Kerja Bersama (KK/JKK) Sosek Malindo. Forum bilateral yang berlangsung di Hotel Novotel Pontianak pada 29 Juli 2026 ini mempertemukan 257 delegasi dari Indonesia dan Negeri Sarawak untuk menyelaraskan kebijakan lintas sektor. Wakil Gubernur Kalimantan Barat Krisantus Kurniawan dan Sekretaris Daerah dr. Harrison memimpin delegasi Indonesia, sementara Ir. Ts. Awang Mohammad Fadillah memimpin delegasi Malaysia. Agenda utama pertemuan mencakup pengelolaan perbatasan, kesejahteraan masyarakat, isu ketenagakerjaan, serta rencana pembukaan Pos Lintas Batas (PLB) Temajuk-Pos Kawalan Sempadan (PKS) Telok Melano pada Agustus 2026.

Forum Strategis untuk Sinergi Lintas Batas

Suasana ruang sidang di Hotel Novotel Pontianak terasa hangat ketika para delegasi dari kedua negara saling bertukar pandangan. Wakil Gubernur Kalimantan Barat Krisantus Kurniawan membuka sesi dengan menekankan peran vital forum Sosek Malindo dalam memperkuat hubungan bilateral. "Forum ini sangat strategis untuk memperkuat koordinasi, merumuskan kebijakan yang responsif, serta memantapkan sinergi antardelegasi dan instansi terkait," ujar Krisantus dalam keterangannya, Kamis, 30 Juli 2026. Ia menjelaskan bahwa pembahasan dalam sidang mencakup berbagai sektor strategis. Mulai dari sosial budaya, ekonomi, perdagangan dan perhubungan, hingga keselamatan, keamanan, serta pengelolaan kawasan perbatasan. Menurut Krisantus, kedekatan geografis dan kesamaan budaya menjadi modal penting yang tidak boleh disia-siakan. "Kita hanya dibatasi oleh patok batas negara. Tanahnya satu, budayanya juga relatif sama. Momentum ini kita harapkan semakin mempererat hubungan Kalimantan Barat dengan Sarawak," kata Krisantus dengan nada optimis.

Partisipasi Tinggi, Komitmen Kuat

Sekretaris Daerah Kalimantan Barat sekaligus Ketua Delegasi Indonesia, dr. Harrison, mengungkapkan bahwa Sidang KK/JKK Sosek Malindo ke-39 diikuti 257 delegasi. Rinciannya, 151 delegasi dari Indonesia dan 106 delegasi dari Negeri Sarawak. Menurut Harrison, tingginya partisipasi tersebut mencerminkan komitmen kedua belah pihak untuk terus mempererat hubungan persahabatan. Ia menambahkan, forum ini juga menjadi ajang untuk memperkuat kerja sama dalam menjawab berbagai isu strategis di kawasan perbatasan. "Pertemuan ini menjadi momentum penting untuk mempererat persahabatan, meningkatkan kesejahteraan masyarakat perbatasan, serta memperkuat kerja sama yang saling menguntungkan bagi kedua negara," terang Harrison. Rangkaian kegiatan berlangsung selama empat hari, mulai 27 hingga 30 Juli 2026. Agenda meliputi pra-sidang, sidang tim teknis, pembukaan sidang, hingga pengenalan potensi wisata dan budaya Kota Pontianak kepada delegasi Malaysia. Harrison menambahkan, forum tahun ini memprioritaskan penguatan kerja sama kawasan perbatasan, peningkatan kesejahteraan masyarakat, penyelesaian isu ketenagakerjaan Indonesia di Malaysia, serta diplomasi budaya dan ekonomi kreatif.

Langkah Konkret dari Sisi Malaysia

Ketua Delegasi Malaysia Ir. Ts. Awang Mohammad Fadillah menilai pertemuan tersebut sebagai langkah strategis yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat kedua negara. "Pertemuan ini merupakan langkah konkret dan strategis bersama dalam meningkatkan kesejahteraan kedua negara," ujar Awang. Ia juga memaparkan sejumlah perkembangan yang menjadi perhatian bersama. Beberapa di antaranya adalah penyusunan SOP pemulasaran dan pengiriman jenazah lintas negara, peningkatan kapasitas pasokan listrik dari Sarawak menuju Kalimantan Barat, serta rencana pembukaan Pos Kawalan Sempadan (PKS) Telok Melano–Pos Lintas Batas (PLB) Temajuk pada Agustus 2026.

Koordinasi Intensif BNPP RI

Sejalan dengan agenda tersebut, BNPP RI terus berkoordinasi secara berkala dan intensif bersama Badan Pengelola Perbatasan Daerah (BPPD) Provinsi Kalimantan Barat dan BPPD Kabupaten Sambas. Langkah ini dilakukan untuk mematangkan rencana soft launching pembukaan perlintasan PLB Temajuk–PKS Telok Melano bersama Pemerintah Malaysia. Kegiatan ini dihadiri Sekretaris BNPP RI Makhruzi Rahman, Kepala Biro Perencanaan dan Kerja Sama BNPP RI Budi Setyono, serta para Kepala PLBN dari Aruk, Entikong, Jagoi Babang, Badau, dan Serasan. Kehadiran mereka dalam forum bilateral ini menjadi momentum penting untuk memperkuat kolaborasi dengan pemerintah daerah, kementerian/lembaga, dan mitra Malaysia. Melalui partisipasi aktif dalam Sidang KK/JKK Sosek Malindo ke-39, BNPP RI menegaskan komitmennya untuk memperkuat sinergi pengelolaan perbatasan RI–Malaysia. Penguatan sinergi ini dilakukan untuk mempercepat implementasi berbagai agenda strategis, termasuk pembukaan kembali perlintasan PLB Temajuk–PKS Telok Melano, sebagai upaya meningkatkan konektivitas dan pertumbuhan ekonomi kawasan perbatasan.

Editor: Reza Pratama

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar