PARADAPOS.COM - Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menyiapkan benih unggul gratis untuk pengembangan 870 ribu hektare perkebunan nasional, sebagai bagian dari program prioritas Presiden Prabowo Subianto. Langkah ini mencakup enam komoditas utama—kelapa, tebu, kakao, kopi, jambu mete, pala, dan lada—yang disesuaikan dengan potensi wilayah masing-masing. Dalam kunjungan kerjanya ke nursery kelapa di Kabupaten Batang, Jawa Tengah, Amran memastikan kesiapan pasokan benih untuk mendorong produktivitas petani.
Benih Gratis untuk Enam Komoditas Prioritas
Amran menegaskan bahwa percepatan penguatan sektor perkebunan menjadi fokus utama Kementerian Pertanian. “Kementerian Pertanian terus mempercepat penguatan sektor perkebunan nasional melalui penyediaan benih unggul untuk meningkatkan produktivitas dan kesejahteraan petani,” ujarnya saat meninjau nursery kelapa di Batang.
Menurut keterangan tertulis Kementerian Pertanian yang dikonfirmasi di Jakarta, Kamis, kunjungan kerja tersebut bertujuan memastikan kesiapan benih unggul untuk mendukung pengembangan enam komoditas prioritas. Pemerintah menargetkan total 870 ribu hektare lahan perkebunan baru, dengan benih dibagikan secara gratis kepada masyarakat.
“Ini adalah program prioritas Bapak Presiden. Total target kita dengan enam komoditas utama itu 870 ribu hektare di seluruh Indonesia dan benihnya dibagikan secara gratis,” jelas Amran.
Pendekatan Berbasis Kesesuaian Wilayah
Penyaluran benih tidak dilakukan secara seragam. Amran menjelaskan bahwa pihaknya mempertimbangkan kesesuaian agroklimat, budaya bertanam masyarakat, serta potensi pengembangan di masing-masing daerah. Pendekatan ini dirancang agar komoditas yang dikembangkan dapat tumbuh optimal dan memberikan manfaat ekonomi berkelanjutan.
“Daerah yang kita dahulukan adalah yang memang memiliki agroklimat yang sesuai dan masyarakatnya sudah memiliki budaya menanam komoditas tersebut. Kalau kelapa ya daerah yang memang masyarakatnya menanam kelapa, kalau tebu tentu daerah yang memiliki pabrik gula sehingga pengembangannya lebih optimal,” tuturnya menambahkan.
Nursery Kelapa di Batang: Pusat Pembenihan Strategis
Nursery kelapa yang ditinjau Amran di Kabupaten Batang memiliki luas total 15 hektare. Kawasan ini terdiri atas area pembenihan seluas tiga hektare dan kebun induk seluas enam hektare yang menjadi sumber benih unggul. Kebun induk tersebut ditanami tiga varietas unggulan: Kelapa Genjah Entog Kebumen, Kelapa Genjah Pandan Wangi, dan Kelapa Dalam Bido, masing-masing seluas dua hektare.
Selain sebagai sumber benih, nursery Batang juga berfungsi sebagai lokasi pembesaran tanaman kelapa dalam polibag. Saat ini terdapat total 25.196 batang tanaman kelapa yang tengah dipersiapkan. Rinciannya meliputi Kelapa Dalam Bali sebanyak 6.173 batang, Kelapa Dalam Bojong Bulat 8.226 batang, Kelapa Genjah Entog Kebumen 7.880 batang, Kelapa Genjah Coklat Kopyor 2.108 batang, Kelapa Genjah Hijau Kopyor 772 batang, serta Kelapa Genjah Kuning Kopyor sebanyak 37 batang.
Komitmen Berkelanjutan untuk Petani
Amran menegaskan bahwa pemerintah akan terus mendorong penyediaan benih unggul dan memperluas akses masyarakat terhadap bahan tanam berkualitas. “Selama masyarakat masih membutuhkan, benih akan terus kita bagikan. Siapa saja masyarakat yang membutuhkan dan memenuhi kriteria akan kita dukung agar produktivitas perkebunan nasional semakin meningkat,” katanya.
Dengan langkah ini, diharapkan produktivitas perkebunan nasional dapat meningkat signifikan, sekaligus memperkuat kesejahteraan petani di berbagai daerah.
Editor: Laras Wulandari
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Artikel Terkait
BPJPH Desak Pelaku Usaha Percepat Sertifikasi Halal Jelang Kewajiban Oktober 2026
Indonesia Tetap Negara dengan Populasi Muslim Terbesar di Dunia, Capai 238,99 Juta Jiwa
Herdman Beri Kode Rotasi Pemain, Indonesia Diminta Waspadai Timor Leste di Piala AFF 2026
BNPP RI Perkuat Sinergi Pengelolaan Perbatasan RI-Malaysia dalam Sidang Sosek Malindo ke-39