Gubernur Kalteng Minta Pengusaha Besar Siapkan Genset di Tengah Protes Ribuan Bangkai Ayam ke PLN

- Jumat, 31 Juli 2026 | 11:00 WIB
Gubernur Kalteng Minta Pengusaha Besar Siapkan Genset di Tengah Protes Ribuan Bangkai Ayam ke PLN

PARADAPOS.COM - Ribuan bangkai ayam memenuhi halaman kantor PLN UP3 Palangka Raya di Jalan Ahmad Yani, Kalimantan Tengah, sebagai bentuk protes warga terhadap pemadaman listrik bergilir yang berkepanjangan. Aksi yang dilakukan oleh Aliansi Gerakan Palangka Raya Gelap (GPG) ini juga diwarnai penyegelan sementara kantor tersebut. Menanggapi eskalasi protes ini, Gubernur Kalimantan Tengah, H. Muhidin, angkat bicara dan menyoroti kesiapan pelaku usaha besar dalam menghadapi krisis listrik.

Suasana di depan kantor PLN UP3 Palangka Raya pagi itu jelas tidak biasa. Tumpukan bangkai ayam yang sengaja diletakkan warga memunculkan aroma menyengat, berbaur dengan teriknya matahari Kalimantan. Aksi ini bukan sekadar unjuk rasa biasa; penyegelan kantor menjadi simbol kemarahan yang sudah memuncak. Di tengah hiruk-pikuk protes tersebut, pernyataan Gubernur Muhidin hadir sebagai respons resmi dari pemerintah daerah.

Gubernur: Pengusaha Besar Wajib Punya Genset

Menurut Muhidin, keluhan warga dan pelaku usaha terhadap pemadaman listrik memang beralasan. Namun, ia menilai ada aspek manajemen risiko yang luput dari perhatian sebagian pengusaha, terutama mereka yang bergerak di sektor peternakan skala besar. Ia menegaskan bahwa ketergantungan penuh pada pasokan listrik dari PLN tanpa memiliki sistem cadangan adalah langkah yang kurang bijak.

"Kalau pengusaha besar, apalagi usaha peternakan ayam dalam skala besar, seharusnya sudah menyiapkan genset sebagai cadangan listrik. Tidak mungkin pengusaha sebesar itu tidak mampu membeli genset," ujar Muhidin saat ditemui belum lama ini.

Pernyataan tersebut keluar bukan tanpa alasan. Muhidin menjelaskan bahwa penyediaan genset adalah bagian penting dari strategi operasional bisnis, terlebih gangguan kelistrikan di wilayahnya sudah berlangsung selama beberapa bulan terakhir. Ia juga menambahkan bahwa pemadaman ini tidak hanya dipicu oleh gangguan teknis internal, tetapi juga faktor cuaca ekstrem yang membuat jaringan listrik menjadi rapuh dan mudah terganggu.

Antara Kewajiban Korporasi dan Keterbatasan UMKM

Meski bersikap tegas kepada korporasi besar, Gubernur memberikan pengecualian yang jelas bagi pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM). Menurutnya, beban finansial untuk memiliki genset tidak bisa disamakan antara perusahaan besar dengan pedagang kecil atau pengusaha rumahan. Ada jurang kemampuan yang sangat jauh di antara keduanya.

"Kalau UMKM tentu berbeda. Mereka mungkin tidak mampu membeli genset. Tetapi kalau pengusaha besar, harusnya sudah mengantisipasi kondisi seperti ini," tegasnya.

Pernyataan ini mencoba memetakan tanggung jawab secara proporsional. Di satu sisi, ada tuntutan agar korporasi tidak bergantung sepenuhnya pada infrastruktur publik yang sedang bermasalah. Di sisi lain, pemerintah tampak berusaha melindungi sektor usaha kecil yang paling rentan terkena dampak krisis.

Imbauan untuk Bersabar

Di akhir keterangannya, Muhidin menyampaikan permohonan kesabaran kepada seluruh masyarakat Kalimantan Tengah. Ia memastikan bahwa perbaikan sedang berjalan dan menargetkan pemulihan total dapat rampung pada Agustus mendatang. Ia pun mengajak semua pihak untuk bersama-sama mengawal proses pemulihan ini.

"Kita doakan mudah-mudahan PLN bisa mengatasi seluruh gangguan dengan lancar, tidak ada kendala lagi, sehingga listrik kembali normal dan masyarakat bisa beraktivitas seperti biasa," kata Muhidin.

Pernyataan ini setidaknya memberikan sedikit angin segar di tengah kepanikan warga. Namun, pertanyaan besar masih menggantung: apakah target Agustus tersebut akan benar-benar terealisasi? Hingga saat ini, warga Palangka Raya masih menunggu dengan harap-harap cemas, sementara tumpukan bangkai ayam di depan kantor PLN menjadi pengingat visual bahwa kesabaran mereka sudah berada di ambang batas. (ND)

Editor: Rico Ananda

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar

Terpopuler