Kadin Sebut Prabowo Instruksikan Percepatan Swasembada Pangan hingga Pemanfaatan Aspal Buton

- Jumat, 31 Juli 2026 | 20:25 WIB
Kadin Sebut Prabowo Instruksikan Percepatan Swasembada Pangan hingga Pemanfaatan Aspal Buton
PARADAPOS.COM - Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia, Anindya Novyan Bakrie, mengungkapkan sejumlah arahan strategis dari Presiden Prabowo Subianto dalam pertemuan tertutup di Istana Negara, Jakarta, pada Jumat, 31 Juli 2026. Arahan tersebut mencakup percepatan swasembada pangan, pembahasan kebijakan perpajakan termasuk cukai rokok, hingga pemanfaatan aspal Buton untuk infrastruktur. Pertemuan yang berlangsung kurang lebih satu jam ini juga menyinggung perkembangan kecerdasan buatan (AI) serta strategi keluar dari jebakan pendapatan menengah (middle income trap). Suasana di Kompleks Istana Kepresidenan tampak berbeda pada Jumat siang itu. Rombongan pengurus Kadin pusat dan daerah, serta pimpinan asosiasi dunia usaha, terlihat memasuki gedung dengan langkah cepat. Usai pertemuan, Anindya langsung menyapa awak media di lokasi yang sama, tampak optimistis meski mengakui banyak pekerjaan rumah yang menanti. Pangan dan Pajak Jadi Prioritas Utama Dalam konferensi pers tersebut, Anindya menyampaikan bahwa isu ketahanan pangan menjadi perhatian serius sejak awal diskusi. Ia menegaskan bahwa pemerintah menginginkan langkah konkret, bukan sekadar wacana. "Tadi kita mengatakan bahwa pangan itu diwanti-wanti dari awal untuk bisa sebuah swasembada pangan. Tadi dibicarakan panjang lebar. Begitu juga tadi bicara mengenai pajak sampai kepada pajak rokok," kata Anindya. Ia menambahkan, pembahasan pajak tidak hanya menyentuh tarif, tetapi juga kepatuhan dan insentif bagi dunia usaha. Menurutnya, detail teknis akan dibahas lebih lanjut dalam pertemuan lanjutan antara Kadin dan Kementerian Keuangan. Infrastruktur dan Aspal Buton Selain pangan dan perpajakan, percepatan pembangunan infrastruktur menjadi topik hangat lainnya. Anindya menyebutkan sejumlah proyek yang dibahas, mulai dari pengembangan bandara, dermaga, jembatan, hingga usulan pemanfaatan aspal Buton dari Sulawesi Tenggara. Menurut Anindya, penggunaan aspal Buton dinilai strategis untuk mengurangi ketergantungan impor dan menggerakkan ekonomi lokal. Ia mengaku pemerintah merespons positif usulan tersebut dan akan melakukan kajian teknis lebih mendalam. AI dan Optimisme Dunia Usaha Perkembangan kecerdasan buatan atau AI juga tidak luput dari pembahasan. Anindya menuturkan bahwa Presiden Prabowo menekankan pentingnya adaptasi teknologi bagi pelaku usaha agar tetap kompetitif di pasar global. Meski menghadapi berbagai tantangan ekonomi, Anindya menegaskan bahwa Kadin memilih untuk tetap optimistis. Ia menekankan pentingnya komunikasi yang intensif antara dunia usaha dan pemerintah sebagai kunci mencari solusi di lapangan. "Kita memilih untuk meningkatkan komunikasi kita memilih juga untuk terus berupaya dan mencari terobosan di lapangan tapi satu yang kami garisbawahi adalah kita ingin meningkatkan perdagangan," ujarnya. Strategi Keluar dari Middle Income Trap Anindya menjelaskan bahwa Kadin akan mendorong peningkatan perdagangan internasional dengan memanfaatkan berbagai perjanjian dagang, termasuk Comprehensive Economic Partnership Agreement (CEPA). Langkah ini diharapkan mampu meningkatkan kapasitas industri nasional dan membuka lapangan kerja baru. "Perlahan mencari jalan untuk lebih tinggi lagi supaya juga kita bisa keluar daripada middle income trap. Saya rasa itu saja mungkin kalau ada pertanyaan bisa lebih interaktif," tuturnya. Ia menambahkan, kolaborasi antara pemerintah dan pelaku usaha menjadi kunci utama. Menurutnya, keberhasilan program-program pemerintah sangat bergantung pada dukungan dan eksekusi di tingkat industri.

Editor: Laras Wulandari

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar