Banjir Bandang di Assam India Timur Laut Tewaskan 82 Orang, Lebih dari 1,1 Juta Jiwa Terdampak

- Sabtu, 01 Agustus 2026 | 03:25 WIB
Banjir Bandang di Assam India Timur Laut Tewaskan 82 Orang, Lebih dari 1,1 Juta Jiwa Terdampak

PARADAPOS.COM - Otoritas Penanggulangan Bencana Negara Bagian Assam, India timur laut, melaporkan jumlah korban tewas akibat banjir bandang yang melanda wilayah tersebut telah mencapai 82 orang hingga Jumat malam. Kondisi ini terjadi di tengah upaya evakuasi dan penanganan darurat yang masih berlangsung, dengan lebih dari 1,1 juta jiwa dilaporkan terdampak. Pemerintah setempat kini tengah bersiap melakukan pendataan menyeluruh atas kerusakan serta berencana melibatkan perusahaan asuransi untuk meringankan beban warga. Banjir musiman yang dipicu meluapnya sungai-sungai besar di kawasan Assam ini memang menjadi langganan tahunan, namun intensitas tahun ini terbilang parah. Dari data yang dirilis otoritas setempat, puluhan distrik terendam, memutus akses jalan, dan memaksa ribuan keluarga mengungsi ke tempat yang lebih aman. Meski situasi mulai menunjukkan tanda-tanda perbaikan, para petugas di lapangan masih bekerja keras. Mereka terus mendistribusikan logistik dan memastikan kebutuhan dasar para pengungsi terpenuhi. Koordinasi antarlembaga pun diperketat, mengingat akses ke sejumlah wilayah terpencil masih terkendala genangan air yang cukup tinggi. "Kamp-kamp pengungsian, pusat distribusi bantuan, dan upaya pemulihan terus dilakukan untuk mendukung keluarga terdampak seiring situasi yang perlahan membaik," ujar pernyataan Otoritas Penanggulangan Bencana Assam yang dilansir Anadolu Agency, Sabtu, 1 Agustus 2026. Pernyataan tersebut setidaknya menggambarkan optimisme di tengah duka. Namun, di balik itu, kebutuhan akan akurasi data kerusakan menjadi sorotan utama. Sebab, tanpa data yang valid, proses rehabilitasi pascabencana dipastikan akan berjalan lambat dan tidak tepat sasaran. Menanggapi hal itu, Kepala Menteri Assam Himanta Biswa Sarma buka suara. Ia menegaskan komitmen pemerintahnya untuk melakukan audit menyeluruh atas dampak bencana. Lebih jauh, ia juga menyebut akan ada langkah konkret untuk meringankan beban ekonomi warga yang kehilangan harta benda. "Penilaian kerusakan secara komprehensif akan dilakukan dan kami akan berdiskusi dengan perusahaan asuransi untuk membantu meminimalkan kerugian yang dialami masyarakat," tutur Sarma. Langkah ini dinilai penting, mengingat banyak warga yang menggantungkan hidup pada sektor pertanian dan perkebunan, yang paling rentan rusak akibat banjir. Keterlibatan perusahaan asuransi diharapkan bisa menjadi jaring pengaman finansial bagi ribuan keluarga yang kehilangan mata pencaharian. Sementara itu, tim penyelamat masih terus melakukan evakuasi di beberapa titik. Mereka menggunakan perahu karet untuk menjangkau warga yang terjebak di rumah masing-masing. Di sejumlah pengungsian, dapur umum didirikan untuk memastikan pasokan makanan tetap tersedia. Dengan curah hujan yang masih mungkin turun dalam beberapa hari ke depan, kewaspadaan tetap dijaga. Pemerintah setempat pun mengimbau warga yang tinggal di bantaran sungai untuk sementara waktu mengungsi ke lokasi yang lebih aman. Semua pihak berharap banjir segera surut dan pemulihan bisa berjalan lebih cepat dari perkiraan.

Editor: Andri Setiawan

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini