100 Ribu Orang Padati Monas untuk Zikir dan Doa Kebangsaan Jelang HUT ke-81 RI

- Sabtu, 01 Agustus 2026 | 16:25 WIB
100 Ribu Orang Padati Monas untuk Zikir dan Doa Kebangsaan Jelang HUT ke-81 RI

PARADAPOS.COM - Sekitar 100 ribu orang memadati kawasan Monumen Nasional (Monas), Jakarta Pusat, pada Sabtu malam, 31 Juli 2026, untuk mengikuti Zikir dan Doa Kebangsaan. Acara yang menjadi pembuka rangkaian Bulan Kemerdekaan dalam rangka HUT Ke-81 RI ini dihadiri Menteri Agama Nasaruddin Umar serta para menteri dan tokoh lintas agama. Kegiatan ini merupakan wujud syukur atas kemerdekaan dan ikhtiar spiritual memperkuat persatuan bangsa, ditandai dengan peningkatan Indeks Kerukunan Umat Beragama menjadi 77,89 pada 2025.

Malam yang Khidmat di Tengah Ibu Kota

Begitu matahari tenggelam, lautan manusia mulai memenuhi pelataran Monas. Ribuan wajah tampak khusyuk, duduk bersimpuh di atas tikar yang digelar beralaskan aspal yang masih hangat. Suara azan magrib baru saja usai bergema ketika rangkaian acara dimulai, mengawali malam yang penuh dengan lantunan doa dan harapan. Menteri Agama, Nasaruddin Umar, dalam sambutannya menyampaikan bahwa kegiatan ini bukan sekadar seremoni tahunan. Menurutnya, zikir dan doa adalah fondasi spiritual yang mampu memperkuat sendi-sendi kebangsaan. Ia menekankan pentingnya sinergi antara ketenangan batin dan aksi nyata di dunia. “Dengan zikir kita menumbuhkan hati, dengan doa kita mengetuk langit, dan dengan kerja serta pengabdian kita membangun bumi. Sekitar 100 ribu peserta zikir dan doa malam ini datang dari berbagai wilayah, dari berbagai agama, bersama-sama berdoa untuk negeri,” ujar Nasaruddin di Monas, Jakarta, Sabtu, 31 Juli 2026.

Bukti Nyata Kerukunan Umat Beragama

Lebih lanjut, Nasaruddin menyoroti pentingnya momen ini sebagai representasi nyata dari kerukunan antarumat beragama di Indonesia. Ia memaparkan data yang menggembirakan, di mana Indeks Kerukunan Umat Beragama mengalami kenaikan signifikan dari 76,47 pada 2024 menjadi 77,89 pada 2025. Angka ini disebut-sebut sebagai yang tertinggi sepanjang sejarah pencatatan indeks tersebut. “Dengan zikir kita meneguhkan hati, dengan doa kita mengetuk langit, dan dengan kerja serta pengabdian kita membangun bumi,” kata Nasaruddin.

Doa yang Mengalun Bergantian

Puncak acara berlangsung khidmat ketika doa lintas agama dipanjatkan secara bergantian. Suasana hening seketika, hanya terdengar lantunan doa yang syahdu dari masing-masing pemuka agama. Dimulai dari Pdt. Jacklevyn Frits Manuputty yang memimpin doa untuk umat Kristen Protestan, kemudian dilanjutkan oleh Romo Fransiskus Yance Sengga, S.Fill.Lic.Th untuk umat Katolik. Rangkaian doa kemudian berlanjut dengan lantunan doa dari Pinandita Gede Pastika untuk umat Hindu, disusul Bhikku Bhadranatha, Thera untuk umat Buddha, dan Xs. Budi S. Tanuwibowo untuk umat Konghucu. Doa lintas agama ini ditutup oleh H. Husni Ismail yang memanjatkan doa untuk umat Islam. Setiap doa yang dipanjatkan adalah permohonan agar Indonesia senantiasa diberkahi kedamaian dan persatuan. Suasana makin terasa syahdu saat lantunan Selawat Kebangsaan menggema, dipimpin oleh Habib Syech bin Abdul Qodir Assegaf. Ribuan jemaah yang hadir larut dalam lantunan selawat, menambah kekhidmatan malam itu. Sebelumnya, rangkaian acara telah diawali dengan pembacaan Khotmil Qur'an oleh Dr. KH. Rijal Ahmad Rangkuti dan Doa Khotmil Qur'an oleh Ust. H. Muzakkir Abd Rahman, MA. Kegiatan ini juga dihadiri oleh para Menteri dan Wakil Menteri Kabinet Merah Putih, serta tokoh-tokoh lintas agama yang menunjukkan solidaritas kebangsaan yang kuat.

Editor: Bagus Kurnia

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini