PBNU Kecam Dahnil Anzar: Tanggapi Kritik Haji Anwar Abbas Dinilai Tak Beradab

- Senin, 02 Februari 2026 | 17:25 WIB
PBNU Kecam Dahnil Anzar: Tanggapi Kritik Haji Anwar Abbas Dinilai Tak Beradab
PBNU Kritik Keras Dahnil Anzar: Tanggapi Kritik Haji Anwar Abbas Dinilai Tak Beradab

PBNU Kritik Keras Dahnil Anzar: Tanggapi Kritik Haji Anwar Abbas Dinilai Tak Beradab

Pernyataan Wakil Menteri Haji dan Umrah (Wamenhaj) Dahnil Anzar Simanjuntak menuai kecaman keras dari Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU). Respons Dahnil terhadap kritik Wakil Ketua Umum MUI KH Anwar Abbas dinilai tidak mencerminkan adab dan etika seorang pejabat publik.

PBNU Soroti Bahasa Merendahkan dari Pejabat

Katib Syuriyah PBNU, KH Ikhsan Abdullah, secara khusus menyoroti diksi bernada merendahkan yang digunakan Dahnil Anzar. Hal ini terjadi saat menanggapi pandangan Anwar Abbas terkait kebijakan penunjukan perusahaan penyedia layanan haji (syarikah) yang menyusut dari delapan menjadi dua perusahaan.

"Pembinaan adab dan akhlak wajib menjadi prioritas pembinaan pada masa Pemerintahan Presiden Prabowo Subianto," tegas KH Ikhsan Abdullah, Sabtu (29/11/2025).

Krisis Etika Komunikasi di Ruang Publik

KH Ikhsan menilai persoalan adab dan akhlak di ruang publik, termasuk di kalangan pejabat, merupakan masalah serius. Ia menyebut Indonesia tertinggal dalam hal etika berkomunikasi dibandingkan negara maju.

"Bagaimana mereka memperlakukan alam dengan bijak, menjaga lingkungan dan kebersihan, termasuk menjaga adab dan akhlak dalam berbicara di ruang publik dan media sosial," ujarnya.

Founder Indonesia Halal Watch (IHW) itu menekankan pentingnya keteladanan dari pejabat. Pilihan kata dan gaya komunikasi pejabat dinilai sangat berpengaruh pada sikap masyarakat luas.

Substansi Kritik Haji Terabaikan

Polemik ini berawal dari pernyataan Dahnil Anzar yang menanggapi kritik KH Anwar Abbas mengenai kebijakan penunjukan hanya dua syarikah haji. Dahnil menyebut kritik tersebut dengan istilah "cangkemnya" dan menilai kiai sepuh itu tidak paham persoalan haji.

Padahal, substansi kritik Anwar Abbas adalah peringatan kepada pemerintah agar tidak menyerahkan pelayanan ratusan ribu jemaah haji Indonesia hanya kepada dua perusahaan. Tujuannya untuk menghindari risiko monopoli dan meningkatkan kualitas layanan.

Alih-alih memberikan penjelasan teknis, respons Dahnil justru dinilai bernada mengejek dan negatif, sehingga memicu kritik dari berbagai kalangan.

Belum Ada Klarifikasi Resmi

Hingga berita ini diturunkan, belum ada klarifikasi resmi dari Dahnil Anzar Simanjuntak maupun pernyataan sikap resmi dari pemerintah terkait polemik tanggapan yang dinilai tidak beradab ini.

Editor: Bagus Kurnia

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar

Terpopuler