UEFA dan CONCACAF Serukan Evaluasi Total Kepemimpinan Infantino di FIFA

- Minggu, 02 Agustus 2026 | 00:50 WIB
UEFA dan CONCACAF Serukan Evaluasi Total Kepemimpinan Infantino di FIFA

Presiden Donald Trump mengangkat kartu merah saat pertemuan dengan Presiden FIFA Gianni Infantino, tengah, dan presiden Federasi Sepak Bola Amerika Serikat Carlos Cordeiro, kiri, di Ruang Oval Gedung Putih, 28 Agustus 2018, di Washington. (Sumber: AP Photo/Evan Vucci, File)

PARADAPOS.COM - JENEWA — Gelombang perlawanan terhadap kepemimpinan Gianni Infantino di FIFA kian meluas. Setelah berhasil memaksa pembatalan rencana kontroversial penjualan saham Piala Dunia, kini asosiasi sepak bola dari berbagai kawasan dunia secara terbuka menyerukan evaluasi total terhadap masa depan presiden FIFA tersebut. Badan sepak bola Eropa (UEFA) bahkan menyatakan tidak lagi percaya pada kepemimpinan Infantino, menandai eskalasi konflik yang berlangsung selama satu dekade terakhir.

Ketegangan ini memuncak dalam pekan yang penuh gejolak di tubuh organisasi sepak bola dunia. Apa yang semula merupakan usulan bisnis untuk menggalang dana sebesar $20 miliar dari investor swasta, justru berubah menjadi krisis kepercayaan yang mengancam posisi orang nomor satu di FIFA.

Kritik Tajam dari Eropa dan Amerika Utara

UEFA menjadi garda terdepan dalam perlawanan ini. Dalam pernyataan resminya, induk sepak bola Eropa itu menegaskan sikapnya yang tidak kenal kompromi.

“Tidak ada opsi yang boleh dikesampingkan,” kata badan sepak bola Eropa UEFA, yang presidennya Aleksander Čeferin telah memimpin perlawanan terhadap Infantino dalam pekan yang menggemparkan bagi FIFA.

“Kepemimpinan FIFA saat ini tidak hanya kehilangan kepercayaan UEFA, tetapi juga banyak anggota keluarga sepak bola lainnya,” ujar mereka.

Pernyataan keras itu keluar hanya beberapa jam setelah FIFA mengumumkan penarikan diri dari rencana ekuitas swasta. UEFA menilai pola pengambilan keputusan yang tertutup dan terburu-buru menjadi akar permasalahan yang berulang.

“Kita tidak bisa terus seperti ini dengan skema rahasia dalam jangka waktu yang dipercepat, yang dirancang oleh individu-individu tanpa wajah dan manfaatnya bagi permainan diragukan,” kata UEFA.

Dukungan terhadap sikap UEFA datang dari benua Amerika. Pada Sabtu (1/8/2026), badan pengatur sepak bola Amerika Utara, Tengah, dan Karibia (CONCACAF) mengeluarkan pernyataan yang tidak kalah tegasnya, menuntut adanya pertanggungjawaban penuh atas kepemimpinan yang dinilai menyimpang.

“Usulan (Piala Dunia) sebesar ini tidak mencapai tahap itu secara kebetulan. Ini adalah gejala kepemimpinan yang telah berhenti memprioritaskan sepak bola. Tindakan sepihak dan mengerikan baru-baru ini yang menunjukkan tata kelola dan kepemimpinan yang buruk mengikuti pola kesalahan dan perilaku serupa. Tinjauan penuh terhadap kepemimpinan ini harus dilakukan sekarang,” demikian bunyi pernyataan CONCACAF.

Kronologi Rencana Kontroversial dan Kemunduran Infantino

Krisis ini berawal dari usulan Infantino untuk membentuk perusahaan khusus yang bertugas menjalankan Piala Dunia dengan melibatkan investor swasta. Nilai investasi yang ditawarkan mencapai angka yang fantastis, yaitu $20 miliar. Namun, ide ini langsung menuai reaksi negatif yang semakin deras setiap harinya sejak pertama kali diumumkan pada hari Selasa.

Tekanan yang sangat besar akhirnya memaksa Infantino untuk membatalkan rencana tersebut pada Sabtu pagi. Keputusan ini tidak bisa dilepaskan dari dua faktor krusial: mundurnya seorang penasihat senior yang juga duduk di panel Gedung Putih, serta sikap oposisi yang diambil oleh badan sepak bola Asia yang bergabung dengan kubu Eropa dan Amerika Utara. Dengan demikian, isolasi politik terhadap Infantino di kancah sepak bola global semakin nyata.

Pertarungan ini tampaknya masih jauh dari kata usai. Dengan semakin kompaknya suara-suara kritis dari berbagai konfederasi, masa depan kursi kepresidenan FIFA kini berada di ujung tanduk. Pertanyaannya sekarang, akankah Infantino mampu bertahan menghadapi badai yang terus menggerogoti otoritasnya?

Editor: Annisa Rachmad

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar