Jakarta - PARADAPOS.COM - Seorang anak petani asal Banyumas, Mohamad Toriq Anwar, mencatatkan namanya dalam sejarah kelulusan Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN). Ia menjadi satu dari tiga Purna Praja terbaik yang mendapat kehormatan penyematan tanda pangkat Pamong Praja Muda langsung dari Presiden Prabowo Subianto pada pelantikan Angkatan XXXIII. Di balik seragam putihnya, tersimpan perjalanan panjang penuh keterbatasan yang berhasil ia taklukkan dengan tekad membara untuk mengubah nasib keluarganya. Toriq, panggilan akrabnya, adalah anak kedua dari tiga bersaudara. Keseharian orang tuanya dihabiskan sebagai petani, beternak bebek, dan menjual telur ke warung-warung sekitar rumah di Banyumas. Kakaknya bekerja sebagai buruh pabrik kayu tak jauh dari tempat tinggal mereka. Dari keluarga sederhana inilah, Toriq memupuk mimpi untuk mengabdi pada negara melalui sekolah kedinasan. Dari Ladang ke Kampus: Perjuangan di Tengah Keterbatasan Keputusan untuk mengikuti Seleksi Penerimaan Calon Praja (SPCP) IPDN pada 2022 bukanlah langkah yang mudah. Jarak dan biaya menjadi dua hambatan besar yang harus ia hadapi sejak awal. Lokasi tes di Semarang berjarak sekitar 4 hingga 5 jam perjalanan dari Banyumas, sebuah angka yang terasa sangat berat bagi kondisi keuangan keluarganya saat itu. "Alhamdulillah saya berhasil mendapatkan peringkat 2 pada hasil akhir tesnya di Provinsi Jawa Tengah untuk di IPDN sendiri karena memang merupakan sekolah kedinasan yang ikatan dinas, di dalamnya kita dibiayai oleh negara baik biaya hidup maupun biaya pendidikan," ujarnya dalam keterangan tertulis, Minggu (2/8/2026). Keterbatasan itu nyata. Untuk sekadar memenuhi biaya transportasi dan berkas administrasi, orang tuanya harus berjuang ekstra mencari bantuan. Momen-momen sulit itu tak pernah ia lupakan, justru menjadi bahan bakar untuk terus melangkah. "Tesnya dilaksanakan di Semarang, sementara saya berasal dari Kabupaten Banyumas, yang letaknya itu sekitar 4 atau 5 jam dari rumah saya, jadi saya tentu harus menyediakan biaya untuk transport, ataupun untuk berkas juga. Nah, saat itu kadang orang tua saya tidak mempunyai biaya untuk itu," jelasnya. Melampaui Ekspektasi: Dari Sesi Terbaik ke Panggung Kehormatan Perjuangan tanpa kenal lelah akhirnya membuahkan hasil yang manis. Toriq lolos melewati seluruh tahapan seleksi yang panjang, mulai dari administrasi, Seleksi Kompetensi Dasar (SKD), pemeriksaan kesehatan, psikotes, hingga tes kesamaptaan. Ketekunannya membawanya mencatatkan nilai SKD sekitar 455 dan menjadi peringkat pertama di sesi seleksinya. Puncaknya, ia berhasil meraih peringkat kedua pada hasil akhir seleksi tingkat Provinsi Jawa Tengah. Namun, kejutan terbesar datang saat upacara pelantikan. Ia terpilih sebagai salah satu dari tiga perwakilan yang mendapat kehormatan langka: penyematan tanda pangkat langsung oleh Presiden Prabowo Subianto. "Saya merasa sangat bangga dan bisa menjadi salah satu dari tiga orang perwakilan penyematan yang disematkan langsung oleh Presiden, merupakan suatu pengalaman yang sangat-sangat membanggakan, suatu mimpi yang tidak pernah saya bayangkan sebelumnya. Jadi Alhamdulillah," ungkapnya. Siap Mengabdi untuk Indonesia Emas Momentum bersejarah itu tidak membuat Toriq berpuas diri. Sebaliknya, hal itu semakin memperkuat tekadnya untuk mengabdikan diri sebagai aparatur pemerintah. Baginya, ini adalah awal dari sebuah tanggung jawab besar yang harus diemban dengan integritas dan dedikasi. "Kami siap mengabdi. Kami siap memberikan pengabdian terbaik bagi bangsa ini demi mewujudkan Indonesia Emas 2045," pungkasnya. Kisah Toriq adalah bukti nyata bahwa keterbatasan ekonomi bukanlah penghalang untuk meraih prestasi tertinggi. Kerja keras, ketekunan, dan dukungan keluarga mampu membawanya dari ladang orang tua menuju istana negara, menerima langsung amanah dari kepala negara.
Artikel Terkait
Karhutla di Kalimantan Meluas, Asap Pekat Dekati Permukiman Warga
Pertamina Patra Niaga Salurkan Bantuan Pendidikan bagi Anak Pesisir Bitung dan Sekolah di Cilacap
Timnas Indonesia Gelar Latihan Resmi di SUGBK Jelang Lawan Vietnam, Marselino Dipastikan Absen
Activision Rilis Season 05 Black Ops 7 dan Warzone, Hadirkan Mode Endgame hingga Penutup Alur Zombies