Maskapai Global Mulai Larang Penggunaan Power Bank di Kabin Pesawat demi Cegah Risiko Kebakaran

- Minggu, 02 Agustus 2026 | 16:00 WIB
Maskapai Global Mulai Larang Penggunaan Power Bank di Kabin Pesawat demi Cegah Risiko Kebakaran

PARADAPOS.COM - Insiden kebakaran yang dipicu oleh power bank di dalam kabin pesawat mendorong sejumlah maskapai penerbangan global untuk memberlakukan larangan penggunaan perangkat tersebut selama penerbangan. Kebijakan ini diambil sebagai respons atas meningkatnya risiko keselamatan yang berasal dari baterai lithium-ion, yang tercatat menyebabkan lebih dari 500 insiden dalam dua dekade terakhir menurut data Federal Aviation Administration (FAA). Larangan ini mencakup maskapai dari Asia hingga Timur Tengah, seperti AirAsia, Singapore Airlines, dan Emirates, dengan aturan yang bervariasi mulai dari pembatasan kapasitas hingga larangan total penggunaan dan pengisian daya.

Di tengah mobilitas tinggi para pelancong, power bank memang menjadi barang wajib yang menemani perjalanan. Namun, di balik kepraktisannya, perangkat ini menyimpan potensi bahaya yang serius. Komponen lithium-ion di dalamnya sangat sensitif terhadap kerusakan fisik, kesalahan penggunaan, dan faktor usia, yang bisa memicu panas berlebih hingga kebakaran. Kekhawatiran inilah yang kemudian memicu gelombang kebijakan baru di industri penerbangan.

Larangan Demi Keselamatan di Udara

Langkah preventif ini bukan tanpa alasan. Data dari FAA menunjukkan bahwa insiden yang melibatkan baterai lithium tidak hanya berupa asap, tetapi juga api dan panas ekstrem yang dapat membahayakan integritas struktural pesawat. Situasi di ketinggian dengan ruang terbatas membuat penanganan kebakaran menjadi jauh lebih rumit, sehingga pencegahan menjadi prioritas utama.

Berikut adalah daftar maskapai yang telah resmi memberlakukan larangan atau pembatasan ketat terhadap penggunaan power bank di dalam pesawat:

1. AirAsia: Batasan Kapasitas Ketat

Maskapai berbiaya rendah ini memilih untuk membatasi kapasitas power bank yang boleh dibawa penumpang. Hanya perangkat dengan kapasitas maksimal 100 watt-jam (Wh) atau setara 20.000 miliampere-jam (mAh) yang diizinkan masuk ke kabin. Kebijakan ini diambil untuk meminimalkan risiko insiden yang berkaitan dengan baterai selama penerbangan.

2. Thai Airways: Larangan Total Penggunaan

Mulai 15 Maret, Thai Airways secara resmi melarang penumpangnya untuk menggunakan dan mengisi daya power bank di dalam pesawat. Keputusan ini diambil setelah adanya serangkaian insiden kebakaran di maskapai internasional lain yang diduga kuat berasal dari perangkat pengisi daya portabel ini.

3. Maskapai Korea Selatan: Aturan Penyimpanan Khusus

Otoritas penerbangan Korea Selatan mengambil langkah lebih tegas dengan melarang penumpang menyimpan power bank di bagasi kabin. Perangkat ini kini wajib disimpan di saku kursi atau di bawah kursi penumpang. Selain itu, pengisian daya melalui colokan USB di kursi juga dilarang keras.

4. Singapore Airlines: Fokus pada Pengisian Daya

Singapore Airlines melarang penumpangnya untuk mengisi daya perangkat elektronik menggunakan power bank selama penerbangan. Larangan ini juga mencakup pengisian daya melalui port USB yang tersedia di kursi pesawat, memastikan tidak ada aktivitas pengisian baterai yang berpotensi memicu panas berlebih.

5. EVA Air: Larangan di Bagasi Terdaftar

Maskapai asal Jepang ini tidak hanya melarang penggunaan charger portabel di udara, tetapi juga menegaskan bahwa power bank dan baterai lithium cadangan dilarang ditempatkan di bagasi terdaftar. Baterai tersebut harus dibawa ke kabin dan disimpan dengan benar untuk mencegah kompresi atau kerusakan fisik yang bisa berbahaya.

6. Hong Kong Airlines: Respons Cepat atas Insiden

Otoritas penerbangan Hong Kong bergerak cepat dengan melarang penggunaan power bank mulai 7 April. Keputusan ini diambil langsung setelah terjadi insiden kebakaran di pesawat Hong Kong Airlines yang sedang terbang dari Hangzhou, menjadikannya contoh nyata bagaimana evaluasi risiko dilakukan setelah sebuah kejadian.

7. Emirates: Kebijakan Mulai Oktober 2025

Maskapai mewah asal Dubai ini akan memberlakukan larangan penggunaan power bank mulai 1 Oktober 2025. Dalam pengumuman resminya, Emirates menegaskan bahwa power bank masih boleh dibawa ke dalam kabin. Namun, perangkat tersebut tidak boleh digunakan untuk mengisi daya perangkat lain, maupun diisi ulang menggunakan sumber daya listrik pesawat.

Kebijakan yang beragam ini menunjukkan keseriusan industri penerbangan dalam menangani ancaman tersembunyi dari teknologi yang sehari-hari kita bawa. Meskipun aturannya berbeda-beda, tujuan utamanya tetap sama: memastikan setiap penerbangan berjalan aman dan nyaman bagi seluruh penumpang dan kru. Bagi para pelancong, memahami dan mematuhi regulasi ini menjadi langkah awal yang bijak sebelum menempuh perjalanan udara.

Editor: Rico Ananda

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar