BNN dan Bea Cukai Bongkar Jaringan Penyelundupan Vape Berisi Cairan Etomidate dari Malaysia di Batam, Enam Tersangka Diamankan

- Minggu, 02 Agustus 2026 | 18:00 WIB
BNN dan Bea Cukai Bongkar Jaringan Penyelundupan Vape Berisi Cairan Etomidate dari Malaysia di Batam, Enam Tersangka Diamankan

PARADAPOS.COM - Badan Narkotika Nasional (BNN) bersama Direktorat Bea dan Cukai membongkar jaringan penyelundupan narkoba jenis baru berupa cartridge vape berisi cairan etomidate asal Malaysia. Operasi gabungan ini berlangsung di empat lokasi berbeda di Kota Batam, Kepulauan Riau, pada Minggu, 2 Agustus 2026. Dalam penggerebekan tersebut, aparat mengamankan enam tersangka, sementara dua warga negara asing yang diduga pemasok utama masih masuk dalam daftar pencarian orang (DPO). Operasi ini bermula dari informasi intelijen yang menyebutkan adanya jalur penyelundupan barang haram melalui pelabuhan tikus di perairan Batam. Deputi Pemberantasan BNN RI, Irjen Pol. Aswin Sipayung, memimpin langsung jalannya penggerebekan yang dilakukan serentak di empat titik. Enam Tersangka Diamankan, Dua Pemasok Masih Buron Dalam keterangan resminya, Aswin Sipayung menjelaskan bahwa keenam tersangka yang berhasil diamankan memiliki inisial BAP, ED, NC, TFS, AJ, dan DA. Mereka diduga kuat merupakan bagian dari rantai distribusi di dalam negeri. "Sementara itu, dua warga negara asing berinisial SL dan WKC yang diduga sebagai pemasok utama masih dalam pengejaran," ungkap Aswin di sela-sela konferensi pers, Minggu (2/8/2026). Pihaknya kini tengah berkoordinasi dengan otoritas terkait untuk memburu kedua DPO tersebut. Modus Baru: Kemasan Makanan Ringan dan Alat Press Plastik Yang menarik dari kasus ini adalah modus operandi yang digunakan para pelaku. Menurut Aswin, sindikat ini tergolong inovatif karena menggunakan cara yang belum pernah terungkap sebelumnya. Mereka tidak lagi menyembunyikan narkoba dalam kemasan kopi atau teh, melainkan memanfaatkan kemasan makanan ringan. "Modus yang digunakan tergolong baru, mereka menyelundupkan cairan dan cartridge vape berisi etomidate dari Malaysia melalui jalur pelabuhan tikus," jelasnya. Untuk mengelabui petugas di lapangan, barang haram tersebut disembunyikan di dalam bungkus makanan ringan. Lebih detail lagi, cartridge vape yang sudah diisi ulang dengan cairan etomidate itu kemudian dikemas ulang menggunakan alat press plastik. Proses ini dilakukan agar kemasan terlihat rapi dan menyerupai produk makanan ringan yang memang diproduksi secara massal, sehingga sulit dibedakan dengan mata telanjang. Saat penggerebekan berlangsung, tim gabungan menemukan sejumlah alat press plastik dan tumpukan kemasan kosong yang diduga digunakan untuk proses pengemasan ulang tersebut. Barang bukti lain yang turut disita antara lain ratusan botol cairan etomidate, ribuan cartridge vape kosong, serta beberapa unit ponsel yang digunakan untuk berkomunikasi dengan pemasok di Malaysia. Etomidate: Anestesi yang Disalahgunakan Etomidate sendiri sebenarnya merupakan obat anestesi intravena yang umum digunakan dalam prosedur medis untuk menginduksi anestesi. Namun, belakangan ini obat tersebut kerap disalahgunakan sebagai zat campuran dalam rokok elektrik atau vape untuk mendapatkan efek sedasi atau menenangkan secara instan. Penyalahgunaan semacam ini tentu sangat berbahaya karena dapat menyebabkan gangguan pernapasan, penurunan kesadaran, hingga risiko kematian. BNN mengimbau masyarakat untuk lebih waspada terhadap peredaran narkoba jenis baru yang semakin masif dan kreatif ini. Mereka juga meminta partisipasi aktif masyarakat untuk melaporkan segala bentuk aktivitas mencurigakan di lingkungan sekitar kepada pihak berwenang. Hingga berita ini diturunkan, BNN masih terus melakukan pengembangan kasus dan pemeriksaan mendalam terhadap keenam tersangka untuk mengungkap jaringan yang lebih luas di dalam negeri.

Editor: Laras Wulandari

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar