PARADAPOS.COM - Serangan udara Israel kembali menghantam sejumlah wilayah di Gaza pada Minggu, 2 Agustus 2026, menewaskan sedikitnya 18 warga Palestina. Agresi yang berlangsung untuk hari kedua berturut-turut ini terjadi di tengah klaim Presiden AS Donald Trump mengenai adanya terobosan dalam penerapan perjanjian gencatan senjata tahun lalu. Berdasarkan laporan pejabat kesehatan Palestina, sejak subuh pesawat tempur Israel menargetkan Kota Gaza di utara, Deir al-Balah di tengah, serta Khan Younis di selatan, menjadikannya jumlah korban harian tertinggi dalam beberapa pekan terakhir.
Kabar duka datang silih berganti dari kantor berita di lapangan. Di Deir al-Balah, sedikitnya empat orang tewas, sementara di Mawasi, dekat Khan Younis, serangan terpisah melukai lima orang dan menghanguskan sejumlah tenda pengungsian. Layanan darurat sipil setempat menyebutkan, seorang pasangan suami istri beserta putra mereka yang masih berusia 9 tahun menjadi korban dalam serangan ke sebuah rumah di Mawasi. Tak jauh berbeda, pasangan suami istri lain beserta anak mereka tewas ketika apartemen yang mereka tempati di Kota Gaza dihantam rudal. Dua orang lainnya dilaporkan meninggal setelah tenda di dekat kantor misi perwakilan Mesir ikut menjadi sasaran.
Janji Pelucutan Senjata dan Sikap Skeptis Israel
Klimaks diplomatik terjadi pada Kamis lalu ketika Trump mengumumkan bahwa pejuang Hamas dan kelompok bersenjata lainnya telah setuju untuk melucuti senjata. Pengumuman ini sempat memicu harapan akan adanya titik balik untuk mengakhiri konflik berk berkepanjangan. Namun di lapangan, realitasnya masih jauh dari kata damai. Menteri Energi Israel, Eli Cohen, yang juga anggota kabinet keamanan Perdana Menteri Benjamin Netanyahu, menyatakan bahwa pemerintahnya akan memberi Hamas sebuah kesempatan untuk melucuti senjata. Meski demikian, ia mengaku "sangat skeptis" bahwa hal itu akan benar-benar terjadi.
Dalam wawancaranya dengan Radio Angkatan Darat Israel, Cohen menegaskan belum ada kesepakatan apa pun untuk menghentikan serangan terhadap Gaza. Ia bahkan memandang perlu bagi Israel, yang telah menguasai 70 persen wilayah tersebut, untuk mengambil alih kendali penuh jika Hamas tidak kunjung melucuti senjatanya.
"Dalam kesepakatan yang kami tandatangani dengan Amerika Serikat, pendirian kami adalah bahwa Hamas harus dibubarkan. Ini adalah hal pertama yang harus terjadi," tambah Cohen, seperti dikutip dari Channel News Asia pada Senin, 3 Agustus 2026.
Menjelang malam, juru bicara kantor Netanyahu, Doron Spielman, menyampaikan kepada Reuters bahwa Israel telah menyuarakan kekhawatirannya kepada AS mengenai rencana pelucutan senjata tersebut. "Kekhawatiran terpenting bagi Israel adalah bahwa tidak ada yang dapat terjadi sebelum Hamas sepenuhnya dan benar-benar melucuti senjatanya," ujarnya.
Korban Berjatuhan di Berbagai Titik
Dari laporan yang dihimpun, dua orang tewas dalam serangan di lingkungan Zeitoun, timur Kota Gaza, pada Minggu sore. Sementara itu, seorang warga dilaporkan meninggal di dekat Jabalia, Gaza utara. Militer Israel mengklaim serangan terhadap sebuah apartemen di Deir al-Balah menargetkan dua komandan pasukan elit Hamas "Nukhba". Mereka juga menyebut serangan di Kota Gaza dan Jabalia menyasar "operator militer", namun situasi tersebut masih dalam peninjauan. Belum lama berselang, petugas medis mengonfirmasi serangan udara Israel terhadap sebuah mobil di dekat Lapangan Saraya, Kota Gaza, yang menewaskan sedikitnya tiga warga Palestina.
Di tengah gempuran yang tak kunjung reda, Dewan Perdamaian bentukan Trump yang mengawasi gencatan senjata, pada Jumat 31 Juli lalu menerbitkan peta jalan berisi 15 poin. Peta jalan tersebut memuat langkah-langkah final untuk mengimplementasikan perjanjian yang telah disepakati sebelumnya. Nickolay Mladenov, utusan utama Dewan Perdamaian untuk Gaza, mengakui bahwa serangan di seluruh Gaza masih terjadi meskipun ada upaya dari dewan dan mediator untuk membawa faksi-faksi Palestina menyetujui peta jalan tersebut.
Melalui unggahannya di X, Mladenov menyatakan bahwa ia terus bekerja sama dengan pihak-pihak terkait, mediator, dan mitra regional untuk "mengurangi ketegangan dan menciptakan ruang untuk implementasi penuh rencana Presiden". Ia pun menambahkan, "Mencapai perdamaian abadi itu sulit tetapi dapat dicapai jika semua orang melakukan upaya terbaik mereka."
Sejak gencatan senjata tercapai pada bulan Oktober, otoritas kesehatan Gaza mencatat setidaknya 1.230 warga Palestina tewas dalam serangan Israel. Di sisi lain, perhitungan Israel menyebutkan empat tentaranya tewas selama periode yang sama. Hamas sendiri belum mengungkapkan angka korban tewas perang mereka.
Artikel Terkait
UEFA Siapkan Mosi Tidak Percaya untuk Jatuhkan Infantino Jelang Pemilihan Presiden FIFA
Tiga Surah Qul: Amalan Perlindungan yang Dicontohkan Nabi, Ini Waktu Utama Membacanya
Polisi: Atlet Golf Jesslyn Wijaya Tidak Diculik, Melainkan Dibawa Suruhan Ibunya ke Luar Negeri
Oppo A7 Terdaftar di Sertifikasi Tiongkok, Bawa Baterai 8.000 mAh dan Layar AMOLED