Rupiah Dibuka Melemah ke Rp18.031 per Dolar AS di Tengah Intervensi Jepang-AS

- Senin, 03 Agustus 2026 | 02:50 WIB
Rupiah Dibuka Melemah ke Rp18.031 per Dolar AS di Tengah Intervensi Jepang-AS

PARADAPOS.COM - Nilai tukar rupiah dibuka melemah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) pada perdagangan Senin, 3 Agustus 2026. Berdasarkan data Bloomberg, rupiah berada di level Rp18.031 per USD, turun sembilan poin atau 0,05 persen dari posisi penutupan sebelumnya di Rp18.022 per USD. Pelemahan ini terjadi di tengah tekanan yang dialami dolar AS terhadap yen Jepang, menyusul konfirmasi intervensi terkoordinasi antara otoritas moneter Jepang dan AS.

Memasuki sesi perdagangan pagi ini, pergerakan rupiah masih menunjukkan volatilitas. Data dari Yahoo Finance mencatat posisi rupiah yang lebih rendah lagi, yakni berada di level Rp18.053 per USD. Angka ini melemah cukup dalam, mencapai 63 poin atau 0,35 persen jika dibandingkan dengan pembukaan perdagangan Jumat pekan lalu yang sempat menyentuh Rp17.990 per USD. Selisih data antar-platform ini memang kerap terjadi karena perbedaan metode pembaruan harga, namun keduanya sama-sama mengonfirmasi tren pelemahan mata uang Garuda.

Dolar AS Terpeleset di Hadapan Yen

Di pasar valuta asing global, dolar AS justru mengalami kemunduran yang cukup tajam terhadap yen. Pada Senin pagi, mata uang Paman Sam tersebut tergelincir 0,6 persen ke level terendah intraday di angka 156,50 yen. Pergerakan ini membalikkan kenaikan yang sempat terjadi sebelumnya dalam sesi yang sama, sekaligus membuat para pelaku pasar meningkatkan kewaspadaan mereka.

Kekhawatiran ini bukan tanpa alasan. Pasar menilai otoritas Jepang tidak akan segan untuk kembali turun tangan menopang mata uangnya. Kewaspadaan tersebut muncul setelah pemerintah Jepang secara resmi mengonfirmasi bahwa mereka telah melakukan intervensi pembelian yen secara bersama-sama dengan Amerika Serikat pada Jumat lalu. Langkah ini merupakan sinyal kuat bahwa kedua negara bersekutu untuk menstabilkan nilai tukar yen yang dinilai terlalu fluktuatif.

Menteri Keuangan AS, Scott Bessent, memberikan pernyataan yang semakin mempertegas sikap Washington. Dalam unggahannya di platform media sosial X, Bessent menegaskan bahwa Amerika Serikat tidak akan ragu untuk berpartisipasi dalam intervensi valuta asing terkoordinasi lebih lanjut dengan Jepang, jika pergerakan yen yang tidak teratur masih terus berlanjut.

"Kami tidak akan ragu untuk berpartisipasi dalam intervensi bersama lebih lanjut," tulis Bessent dikutip dari Investing, Senin, 3 Agustus 2026.

Lebih lanjut, ia menjelaskan bahwa intervensi bersama yang dilakukan pada Jumat lalu dinilai berhasil menangkal pergerakan yen yang tidak wajar. Dalam keterangannya, Bessent juga mengungkapkan bahwa Departemen Keuangan AS tetap menjaga komunikasi yang erat dengan Kementerian Keuangan Jepang (MOF) dan Bank Sentral Jepang (BOJ). Selain itu, ia menyebutkan dukungannya terhadap perluasan Fasilitas Repo Otoritas Moneter Asing dan Internasional (FIMA) Federal Reserve, yang dinilai sebagai instrumen penting untuk menjaga likuiditas di pasar keuangan global.

Editor: Annisa Rachmad

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar