PARADAPOS.COM - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mengawali perdagangan pekan ini dengan melesat ke zona hijau. Pada pembukaan Senin, 3 Agustus 2026, indeks acuan pasar saham tanah air ini langsung bertengger di level 6.272,617, atau menguat signifikan 36,49 poin (0,59 persen) dibandingkan penutupan akhir pekan lalu. Penguatan ini turut diiringi oleh indeks LQ45 yang menanjak 6,05 poin (0,97 persen) ke posisi 627,29, mencerminkan optimisme investor di tengah derasnya arus beli saham unggulan.
Namun, dinamika pasar selalu menarik untuk disimak. Meski dibuka perkasa, data RTI yang terekam hingga pukul 09.38 WIB menunjukkan IHSG sempat mengalami koreksi tipis ke level 6.237,446, atau hanya menguat 1,319 poin (0,02 persen). Pergerakan ini terjadi di tengah fluktuasi pasar yang mencatat level tertinggi harian di angka 6.273 dan level terendah di 6.213. Artinya, ada tekanan jual yang cukup kuat setelah lonjakan awal, namun secara umum indeks masih bertahan di area positif.
Aktivitas perdagangan pagi ini terbilang ramai. Sebanyak 299 saham tercatat menguat, sementara 269 saham lainnya terpaksa melemah dan 169 saham stagnan. Hingga sesi pertama berjalan, total nilai transaksi yang sudah membukukan perputaran dana mencapai Rp3,553 triliun dengan volume saham yang diperdagangkan sebanyak 9,900 miliar lembar. Kapitalisasi pasar pun tercatat solid di angka Rp10.952,816 triliun, menunjukkan fundamental pasar yang masih terjaga.
Sentimen Eksternal dan Internal Menopang Penguatan
Penguatan IHSG pada perdagangan hari ini bukanlah tanpa sebab. Riset harian FAC Sekuritas mencatat, pada penutupan perdagangan Jumat lalu (31 Juli 2026), IHSG berhasil menguat 49,76 poin (0,80 persen) ke level 6.236,13. Momentum positif tersebut ternyata berlanjut dan diperkuat oleh kombinasi sentimen yang datang dari dalam dan luar negeri.
Dari eksternal, bursa-bursa regional Asia mendapat limpahan energi positif setelah Wall Street ditutup dengan penguatan yang impresif. Indeks Dow Jones naik 0,53 persen, S&P 500 menguat 0,70 persen, dan Nasdaq melesat hingga 1,00 persen. Reli saham teknologi berkapitalisasi besar menjadi motor penggeraknya, terutama setelah Amazon melonjak berkat pertumbuhan bisnis cloud-nya yang kuat. Hal ini secara langsung meningkatkan optimisme investor global terhadap prospek kecerdasan buatan (AI).
“Menyikapi beragam kondisi tersebut, pada perdagangan hari ini, IHSG diperkirakan cenderung menguat seiring menurunnya tekanan jual investor asing. Investor hari ini akan mencermati rilis data Inflasi (Juli 2026) dan Neraca Perdagangan Indonesia (Juni 2026),” sebut analis FAC Sekuritas dalam risetnya.
Di sisi internal, pasar disokong oleh aksi beli masif pada sektor bahan baku dan teknologi. Kebijakan pemerintah pun turut menjadi katalis. Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita, pada Kamis (30 Juli 2026), mengumumkan bahwa pemerintah memutuskan untuk memprioritaskan insentif kendaraan listrik bagi mobil dan motor listrik merek nasional. Langkah ini dinilai mampu mendongkrak sektor-sektor terkait di dalam negeri.
Meski demikian, para pelaku pasar tetap waspada. Sentimen positif dari saham Alphabet, Microsoft, dan Meta yang berhasil mengimbangi tekanan dari anjloknya saham Apple akibat gangguan pasokan chip menjadi pengingat bahwa volatilitas masih akan mewarnai pergerakan indeks. Dengan data inflasi dan neraca perdagangan yang akan dirilis hari ini, arah pergerakan IHSG selanjutnya akan sangat ditentukan oleh respons pasar terhadap data-data makroekonomi tersebut.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Artikel Terkait
Subaru Indonesia Resmi Luncurkan Outback Generasi Ketujuh di GIIAS 2026, Harga Mulai Rp1,025 Miliar
Gubernur Banten dan Kapolda Pimpin Apel Kesiapsiagaan Antisipasi Karhutla di Zona Merah
Pemkot Samarinda Perkuat Pelestarian 17 Situs Cagar Budaya di Tengah Derasnya Pembangunan Kota
Rupiah Dibuka Melemah ke Rp18.031 per Dolar AS di Tengah Intervensi Jepang-AS