PARADAPOS.COM - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dibuka menguat tipis pada perdagangan Senin (3/8/2026) di tengah tekanan yang masih membayangi mayoritas bursa Asia. Pada awal sesi, indeks acuan pasar saham nasional ini naik 4,10 poin atau 0,07 persen ke level 6.240,22. Penguatan ini terjadi saat bursa Korea Selatan memimpin pelemahan kawasan, sementara sejumlah indeks utama di Asia Timur lainnya juga bergerak di zona merah.
Laju IHSG yang berada di jalur positif ini cukup menarik perhatian pelaku pasar. Sebab, hal itu terjadi ketika bursa saham di kawasan justru kompak tertekan. Indeks KOSPI Korea Selatan misalnya, anjlok hingga 277,47 poin atau 4,21 persen ke posisi 6.317,98. Pelemahan serupa juga dialami indeks Nikkei 225 Jepang yang turun 948,02 poin atau 1,47 persen menjadi 63.414,00.
Tekanan di kawasan Asia Timur masih berlanjut. Indeks Shanghai Composite Tiongkok melemah 0,67 persen ke level 3.806,64, sementara indeks Hang Seng Hong Kong terkoreksi tipis 0,12 persen menjadi 25.853,50. Kondisi berbeda justru terlihat di sebagian besar bursa Asia Tenggara yang kompak menguat.
Bursa Asia Tenggara Justru Hijau
Di tengah gejolak pasar Asia Timur, sejumlah bursa di Asia Tenggara mencatatkan performa yang lebih baik. Indeks SET Thailand memimpin kenaikan dengan menguat 1,60 persen ke level 1.623,64. Disusul PSEi Filipina yang naik 0,93 persen ke posisi 6.294,37.
Sementara itu, indeks Vietnam (VNI) menguat 0,10 persen menjadi 1.737,57 dan FTSE Bursa Malaysia KLCI naik tipis 0,06 persen ke level 1.726,00. Namun, tidak semua bursa di kawasan ini berhasil menghindari koreksi. Indeks Straits Times Singapura menjadi satu-satunya yang bergerak di zona merah setelah turun 0,40 persen.
Sentimen Domestik Menopang Rebound
Dari dalam negeri, sejumlah sentimen positif masih setia menopang pergerakan IHSG. Indeks berhasil mencatatkan rebound selama dua hari berturut-turut dengan dukungan arus dana asing (foreign inflow) sebesar Rp65,3 miliar di pasar reguler. Catatan ini cukup impresif mengingat sepanjang Juli 2026, IHSG berhasil membukukan kenaikan 10,51 persen setelah sebelumnya mengalami pelemahan bulanan selama enam bulan beruntun.
Selain aliran dana asing, data makroekonomi turut memberikan katalis positif bagi pasar. Aktivitas manufaktur Indonesia kembali memasuki fase ekspansi setelah Purchasing Managers' Index (PMI) manufaktur naik ke level 50,2 pada Juli 2026 dari 46,9 pada Juni. Peningkatan tersebut didorong oleh kembali tumbuhnya volume produksi untuk pertama kalinya sejak Februari 2026, meski permintaan ekspor masih mengalami kontraksi selama lima bulan beruntun.
Proyeksi Pergerakan dan Catatan Pelaku Pasar
Mencermati perkembangan tersebut, Ajaib Sekuritas menilai sentimen pemulihan aktivitas manufaktur dan berlanjutnya aliran dana asing berpotensi menjadi penopang pergerakan IHSG dalam jangka pendek.
"Meski demikian, pelaku pasar tetap perlu mencermati dinamika bursa global, termasuk perkembangan ekonomi dan geopolitik, yang masih berpotensi memicu volatilitas," ungkap analis Ajaib Sekuritas dalam catatan hariannya.
Secara teknikal, Ajaib Sekuritas memperkirakan IHSG bergerak dalam rentang 6.200–6.300 pada perdagangan hari ini. Peluang untuk melanjutkan penguatan masih terbuka, dengan syarat indeks mampu bertahan di atas level support yang ada.
Artikel Terkait
Suzuki Hadirkan Diskon Suku Cadang hingga 25% dan Voucher Belanja di GIIAS 2026
Gempa Magnitudo 5,5 Guncang Mesir Timur, Getaran Terasa hingga Kairo
BMKG: 13 Kabupaten/Kota di Jabar Masuk Status Awas Kekeringan Meteorologis
BPS Catat Deflasi 0,14 Persen pada Juli 2026, Harga Pangan Turun