PARADAPOS.COM - Surabaya, 3 Agustus 2026 – Kantor SAR Surabaya melaporkan bahwa dua penumpang KM Mutiara Sentosa 2 rute Surabaya-Makassar masih belum ditemukan. Kapal yang terbakar di perairan utara Sumenep, Madura, pada Minggu, 2 Agustus 2026 itu, mengangkut 236 penumpang sesuai manifes, dan 234 di antaranya telah dievakuasi. Tim SAR gabungan masih menyisir perairan sekitar lokasi kejadian untuk mencari dua korban yang tersisa.
Dua Korban Belum Ditemukan, Pencarian Difokuskan di Perairan Sumenep
Kepala Kantor SAR Surabaya, Nanang Sigit, di Surabaya, Senin, 3 Agustus 2026, menyampaikan bahwa proses pencarian masih terus berjalan. Pihaknya mengerahkan KN SAR Permadi dari Sumenep untuk memperluas area pencarian di perairan sekitar kapal terbakar.
"Sesuai dengan data bahwa penumpang itu 236, kemudian terevakuasi 234, sehingga masih ada selisih dua, sehingga masih ada dua korban yang masih belum ditemukan," ujar Nanang Sigit.
Dia menambahkan, data tersebut masih dinamis dan bisa berubah sewaktu-waktu. Pihaknya terus berkoordinasi dan menggali informasi untuk mencocokkan manifes dengan identitas korban.
"Untuk mencari dua yang belum terevakuasi kami mengerahkan KN SAR Permadi dari Sumenep, kemudian ke lokasi pencarian di perairan sekitar kapal terbakar dengan asumsi ada korban yang masih terapung atau yang tadinya terjun masih bisa kita temukan," jelasnya.
Kronologi Kebakaran di Perairan Utara Sumenep
Kebakaran melanda KM Mutiara Sentosa 2 sekitar pukul 06.00–07.00 WIB pada Minggu, 2 Agustus 2026. Kapal yang sedang dalam perjalanan menuju Makassar itu tiba-tiba terbakar di perairan utara Sumenep. Komunikasi dengan nakhoda sempat terputus saat kejadian berlangsung.
Kapal tersebut mengangkut sekitar 250 orang di atas kapal (person on board/POB), termasuk kru dan penumpang. Proses evakuasi dilakukan secara darurat oleh kapal-kapal yang berada di sekitar lokasi serta tim SAR yang diterjunkan.
Evaluasi Operator Kapal Menunggu Hasil Investigasi KNKT
Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi menyatakan bahwa pemerintah akan mengevaluasi operator KM Mutiara Sentosa 2. Langkah ini diambil setelah Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) menyelesaikan investigasi penyebab kebakaran.
Evaluasi tersebut mencakup audit prosedur keselamatan dan kepatuhan operator terhadap standar operasional pelayaran. Pemerintah menegaskan komitmennya untuk memastikan insiden serupa tidak terulang di masa mendatang.
Sementara itu, keluarga penumpang yang masih menunggu kabar di pelabuhan tampak cemas. Beberapa di antara mereka terlihat berdiskusi dengan petugas SAR untuk mendapatkan informasi terbaru mengenai proses pencarian. Suasana haru menyelimuti area posko tanggap darurat yang didirikan di dekat pelabuhan.
Tim SAR gabungan yang terdiri dari Basarnas, TNI AL, Polair, dan relawan masih terus berupaya maksimal. Cuaca di perairan utara Sumenep dilaporkan cukup bersahabat, sehingga proses pencarian dapat berjalan lancar.
Editor: Laras Wulandari
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Artikel Terkait
MPR Resmi Undang Presiden Prabowo ke Puncak Peringatan Hari Konstitusi dan HUT MPR 29 Agustus 2026
Serangan Drone di Darfur Utara Tewaskan 35 Warga Sipil saat Sidang Adat Berlangsung
JKIND Rayakan 25 Tahun di GIIAS 2026, Pamerkan Empat Lini Produk Kaca Film dan Pelindung Cat
Kepala BGN Sudaryono: Tak Ada Toleransi bagi Kelalaian Pangan Usai Puluhan Siswa Semarang Keracunan