PARADAPOS.COM - Badan Gizi Nasional (BGN) berencana meluncurkan portal pengaduan internal dalam satu hingga dua hari ke depan. Portal ini dirancang khusus bagi mitra penyelenggara dan Kepala Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) untuk melaporkan kendala operasional, konflik, serta ketidaksesuaian fasilitas dapur. Langkah ini diambil sebagai bagian dari penguatan tata kelola Program Makan Bergizi Gratis (MBG), menyusul pencopotan 137 kepala dapur SPPG sebelumnya karena masalah kualitas makanan.
Keputusan ini mengemuka setelah rapat pimpinan yang digelar di Kantor BGN pada Senin (3/8). Pihak BGN menyadari bahwa pengawasan dari atas saja tidak cukup. Mereka membutuhkan saluran pelaporan yang bisa diakses langsung oleh mereka yang bekerja di lapangan—mulai dari mitra hingga penanggung jawab dapur—agar persoalan bisa dideteksi lebih dini dan diselesaikan sebelum berdampak pada penerima manfaat.
Saluran Baru untuk Mitra dan Kepala SPPG
Bagi para mitra, portal ini menjadi ruang aman untuk menyuarakan ketidaknyamanan selama bertugas. Tidak jarang, relasi kerja di lapangan menemui hambatan yang tidak terlihat dari kantor pusat. Mulai dari perlakuan yang dirasa tidak adil, ketegangan dengan pihak yayasan, hingga konflik dengan kepala dapur. Semua itu kini punya tempat untuk diadukan secara objektif dan transparan.
"Dan kami tentu saja ingin juga membuka portal ya, semacam portal pengaduan, insya Allah nih kalau bisa 1-2 hari ini bisa jalan portal pengaduan bagi mitra, sehingga mitra itu bisa cerita misalnya apakah ada perlakuan tidak adil, atau ada konflik dengan yayasan kah, atau konflik dengan kepala dapurnya kah, dan lain-lain kita bisa juga bisa dapat inputan," kata Mas Dar seusai Rapat Pimpinan, di Kantor BGN, Senin (3/8).
Sementara itu, kanal khusus juga disiapkan untuk Kepala SPPG. Fungsinya sedikit berbeda—lebih fokus pada persoalan teknis dan standar operasional di dapur. Jika selama ini mereka harus menahan diri ketika fasilitas tidak layak, kini ada jalur resmi untuk melaporkan kondisi tersebut tanpa takut dianggap menghambat jalannya program.
Hak Kepala SPPG atas Fasilitas yang Tidak Layak
Dalam praktiknya, masalah higienitas sering kali bukan murni kelalaian individu. Bisa jadi dapur yang dipakai memang tidak memenuhi standar, entah karena ventilasi buruk, peralatan usang, atau tata ruang yang tidak sesuai prosedur. Untuk kasus seperti ini, Kepala SPPG kini punya pijakan untuk bersuara.
"Mereka juga kita buatkan portal khusus, pengaduan khusus, dimana misalnya bisa jadi kan tidak higienis itu bukan karena kelalaian seorang kepala SPPG, bisa jadi misalnya dapurnya tidak standar," kata Mas Dar.
Jika ditemukan dapur yang tidak layak, Kepala SPPG berhak mengajukan permintaan tambahan fasilitas atau perbaikan kepada mitra. Usulan ini harus ditindaklanjuti demi menjaga higienitas dan memastikan SOP program MBG berjalan. Namun, bila usulan tersebut diabaikan, ada opsi lain yang lebih tegas.
Mas Dar menegaskan bahwa apabila usulan perbaikan fasilitas tidak ditindaklanjuti, Kepala SPPG juga diberikan hak untuk mengajukan perpindahan ke dapur lain guna menghindari risiko yang dapat berdampak pada keamanan pangan maupun tanggung jawab profesional mereka.
"Dan kalau itu tidak diindahkan, maka kepala SPPG itu kami perbolehkan untuk kemudian mengajukan perpindahan dari dapur tempat dia bekerja. Karena kalau diteruskan maka akan berisiko, akan adanya keracunan yang akan berisiko terhadap karir dia. Kan gitu ya," ujar Mas Dar.
Bukan Sekadar Alat Pengawasan
Kehadiran portal ini, menurut Mas Dar, bukan dimaksudkan untuk menakut-nakuti atau memperketat pengawasan secara kaku. Justru sebaliknya, ini adalah upaya membangun ekosistem kerja yang lebih sehat. Semua pihak—mitra, kepala SPPG, yayasan, bahkan internal BGN—memiliki ruang yang sama untuk menyampaikan persoalan dan mencari jalan keluar bersama.
"Jadi kami, intinya bukan kok kita sok galak, nekan, tapi bagaimana juga setiap penekanan atau setiap ketegasan kita itu kemudian diindahkan oleh semua pihak, mau mitra, mau kepala SPPG, mau yayasan, mau termasuk internal di BGN. Tapi juga kami menyediakan saluran-saluran dimana kita bisa mengatur-atur ya, meng-arrange formasi yang baik sehingga ke depan, ke depan itu bukan kok kemudian jauh-jauh ke depan, tapi dalam waktu yang sesingkat-singkatnya kita bisa memberikan pelayanan yang prima. Dalam kaitannya menyediakan makanan yang bergizi dan aman," ungkap Mas Dar.
Di lapangan, langkah ini disambut positif. Sebab, selama ini banyak kendala teknis yang terpendam karena tidak ada kanal komunikasi yang jelas. Dengan adanya portal pengaduan, diharapkan masalah-masalah kecil bisa segera diatasi sebelum menjadi persoalan besar yang merugikan banyak pihak—terutama anak-anak yang menjadi penerima manfaat program.
Artikel Terkait
BGN Copot 137 Kepala Dapur MBG Akibat Keracunan dan Pelanggaran Disiplin
Wali Kota Bekasi Usulkan Pemecatan Petugas Dishub yang Viral Pungli Rp1,7 Juta ke Sopir Truk
Usher GIIAS Direkam Diam-diam untuk Konten, Ketua Komisi III DPR Minta Korban Segera Lapor Polisi
Prabowo Berterima Kasih ke Thailand atas Pemulangan Lebih dari 1.000 WNI Korban Online Scam