Banjir Rendam Tiga Kecamatan di Kota Padang, Tim Gabungan Evakuasi Warga

- Senin, 03 Agustus 2026 | 21:50 WIB
Banjir Rendam Tiga Kecamatan di Kota Padang, Tim Gabungan Evakuasi Warga

PARADAPOS.COM - Banjir merendam tiga kecamatan di Kota Padang, Sumatra Barat, pada Senin, 3 Agustus 2026, setelah hujan deras mengguyur sejak pukul 11.00 hingga 17.00 WIB. Tim gabungan dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) dan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Padang diterjunkan ke lapangan menggunakan perahu karet untuk mengevakuasi warga ke tempat yang lebih aman. Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Abdul Muhari, menyampaikan bahwa genangan air meluas hingga ke permukiman dan ruas jalan utama di beberapa titik.

Evakuasi Warga Terdampak Banjir di Padang

"Hujan lebat berdurasi panjang memicu genangan air yang meluap ke kawasan permukiman warga serta ruas jalan utama di beberapa titik. Merespons kondisi tersebut, tim gabungan BPBD Kota Padang bergerak menerjunkan perahu polietilen guna mengevakuasi warga ke lokasi aman," jelas Abdul Muhari dalam keterangan resminya di Jakarta, Senin, 3 Agustus 2026. Berdasarkan data yang dihimpun dari BPBD Kota Padang, banjir kali ini berdampak di tiga kecamatan, yaitu Kuranji, Koto Tangah, dan Bungus Teluk Kabung. Di Kecamatan Kuranji, sejumlah kawasan seperti Kelurahan Lapau Munggu, Kompleks Wahana, Kampuang Tanjung, Pasar Lalang, hingga Gunung Sarik terendam. Sementara itu, di Kecamatan Koto Tangah, genangan air merendam Kelurahan Aia Pacah, kawasan belakang RSUD, dan Perumahan Green Mandiri. Adapun di Kecamatan Bungus Teluk Kabung, banjir melanda lima kelurahan sekaligus.

Arus Deras Hanyutkan Kendaraan, Pendataan Terus Berjalan

Laporan dari petugas di lapangan yang dikonfirmasi oleh Direktorat Pengendalian Operasi BNPB menyebutkan, derasnya arus banjir di jalanan sempat menghanyutkan sejumlah kendaraan bermotor milik warga. Kondisi ini menambah daftar kerugian yang saat ini tengah didata oleh petugas. Hingga Senin malam, hujan dengan intensitas sedang hingga lebat masih terus mengguyur sebagian wilayah Padang. Genangan air di beberapa titik pun belum menunjukkan tanda-tanda akan surut. Proses pendataan korban dan dampak kerugian masih terus berjalan di lapangan. "Masyarakat yang berada di wilayah rawan diharapkan terus memantau informasi resmi dari pemerintah daerah dan BPBD setempat serta segera mengikuti arahan petugas apabila diperlukan evakuasi demi keselamatan bersama," tutur Abdul Muhari mengingatkan.

Peringatan Dini Cuaca Ekstrem dari BMKG

Kesiapsiagaan ini sejalan dengan peringatan dini cuaca ekstrem yang sebelumnya telah dikeluarkan oleh Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG). Direktorat Meteorologi BMKG mendeteksi kemunculan Bibit Siklon Tropis 94W di Laut Filipina. Fenomena alam ini berpotensi memicu peningkatan hujan lebat di sejumlah wilayah, khususnya di sebagian besar Sumatra bagian barat pada periode 3–5 Agustus. Masyarakat pun diminta untuk tetap waspada terhadap potensi bencana hidrometeorologi susulan.

Editor: Rico Ananda

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar