Indonesia-Thailand Sepakat Dorong ASEAN Wujudkan Perdamaian Berkelanjutan di Myanmar

- Senin, 03 Agustus 2026 | 22:25 WIB
Indonesia-Thailand Sepakat Dorong ASEAN Wujudkan Perdamaian Berkelanjutan di Myanmar

PARADAPOS.COM - Presiden RI Prabowo Subianto menegaskan komitmen bersama Indonesia dan Thailand untuk terus mendorong ASEAN mewujudkan perdamaian berkelanjutan di Myanmar. Kesepakatan ini merupakan hasil pertemuan bilateral dengan Perdana Menteri Thailand Anutin Charnvirakul di Istana Merdeka, Jakarta, pada Senin, 3 Agustus 2026. Kedua pemimpin sepakat bahwa krisis politik dan kemanusiaan di Myanmar harus segera diakhiri melalui implementasi Konsensus Lima Poin ASEAN.

Desakan untuk Hentikan Kekerasan dan Buka Akses Kemanusiaan

Dalam pernyataannya usai pertemuan, Prabowo menyampaikan bahwa Indonesia dan Thailand akan bahu-membahu mendorong peran konstruktif ASEAN. Hal ini dinilai krusial untuk mendukung terciptanya perdamaian yang tidak hanya bersifat jangka pendek, tetapi juga berkelanjutan di Myanmar. Suasana pertemuan berlangsung hangat, mencerminkan eratnya hubungan kedua negara dalam merespons isu kawasan.

"Indonesia dan Thailand akan terus bekerjasama mendorong ASEAN untuk memainkan peran yang konstruktif dalam mendukung terciptanya perdamaian yang berkelanjutan di Myanmar," ujar Prabowo di hadapan awak media.

Pernyataan tersebut menegaskan sikap kedua negara yang tidak tinggal diam terhadap eskalasi kekerasan yang masih terjadi. Fokus utama yang diangkat adalah pentingnya dialog inklusif yang melibatkan seluruh pihak terkait di Myanmar, bukan hanya pemerintah militer dan kelompok oposisi, tetapi juga elemen masyarakat sipil lainnya.

Implementasi Konsensus Lima Poin Menjadi Kunci

Lebih lanjut, Prabowo merinci bahwa dukungan terhadap ASEAN tidak berhenti pada retorika diplomatik. Indonesia dan Thailand secara spesifik mendorong Myanmar untuk segera mengimplementasikan Konsensus Lima Poin (5PC) yang telah disepakati sebelumnya. Poin penting yang ditekankan adalah penghentian total kekerasan terhadap warga sipil yang menjadi korban paling terdampak.

"Kami sepakat mendukung upaya ASEAN untuk mendorong implementasi Five-Point Consensus melalui dialog yang inklusif, penghentian kekerasan, dan peningkatan akses kemanusiaan," jelasnya.

Kalimat itu menegaskan bahwa akses kemanusiaan menjadi salah satu prioritas yang tidak bisa ditawar. Bantuan bagi warga sipil yang membutuhkan dinilai harus segera disalurkan tanpa hambatan birokrasi yang berbelit di lapangan. Hal ini menjadi sorotan mengingat laporan kondisi kemanusiaan di Myanmar yang masih memprihatinkan.

Isu Timur Tengah Turut Menjadi Pembahasan

Pertemuan bilateral tersebut tidak hanya membahas persoalan di kawasan Asia Tenggara. Dalam kesempatan yang sama, kedua pemimpin juga melakukan pertukaran pandangan mengenai situasi terkini di Timur Tengah. Prabowo menekankan bahwa Indonesia dan Thailand memiliki pandangan yang serupa mengenai cara penyelesaian konflik di kawasan tersebut.

"Kami juga bertukar pandangan mengenai perkembangan di Timur Tengah, dan menegaskan pentingnya penyelesaian konflik melalui dialog diplomasi serta penghormatan kepada hukum internasional," tutur Prabowo.

Sikap ini menunjukkan adanya konsistensi kebijakan luar negeri kedua negara yang menjunjung tinggi prinsip damai dan hukum internasional. Menariknya, pernyataan ini muncul di tengah dinamika geopolitik global yang semakin kompleks, di mana dialog diplomasi kerap kali menghadapi banyak tantangan. Meski demikian, kedua pemimpin sepakat bahwa jalur damai adalah satu-satunya opsi yang paling realistis untuk meredakan ketegangan.

Editor: Dian Lestari

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar