Kopilot Malaysia Airlines Panik Usai Narkotest Positif, Sempat Bawa 26 Kg Ekstasi dan Sabu

- Selasa, 04 Agustus 2026 | 00:25 WIB
Kopilot Malaysia Airlines Panik Usai Narkotest Positif, Sempat Bawa 26 Kg Ekstasi dan Sabu

PARADAPOS.COM - Petugas Bea Cukai Soekarno-Hatta mengungkap momen menegangkan saat pemeriksaan narkoba terhadap kopilot Malaysia Airlines, Mohd Saufi bin Othman (39). Pria yang kedapatan membawa 26 kilogram ekstasi dan sabu itu awalnya terlihat tenang, namun panik dan menutup wajahnya ketika hasil uji narkotest justru menunjukkan reaksi positif. Peristiwa ini terkuak dalam proses pengecekan barang bukti menggunakan pereaksi NIK di kawasan Bandara Soekarno-Hatta, Selasa (4/8/2026).

Kejadian bermula ketika mesin X-ray di area kedatangan mendeteksi adanya kejanggalan pada barang bawaan sang kopilot. Dari hasil pemindaian itulah, petugas menemukan puluhan kilogram narkoba yang disembunyikan dengan rapi. Saufi, yang kala itu baru saja tiba, langsung diamankan untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut.

Kepala Kantor Bea Cukai Soekarno-Hatta, Hengky Tomuan Parlindungan Aritonang, menuturkan bahwa sikap tenang yang ditunjukkan Saufi justru menjadi perhatian tersendiri bagi para petugas di lapangan. Menurutnya, ketenangan semacam itu kerap kali menjadi ciri khas yang ditunjukkan oleh para kurir narkoba kelas atas.

"Yang pasti sih ukuran orang yang membawa narkotika sangat tenang ya. Berarti memang ya masih di bawah pengaruh (narkoba)," kata Hengky saat dihubungi, Selasa (4/8/2026).

Proses pengecekan barang bukti pun berlangsung dramatis. Dalam video yang beredar, Saufi tampak memperhatikan dengan saksama setiap gerakan petugas yang melakukan uji narkotest menggunakan NIK reagant U pada pil yang diselundupkan. Semua mata tertuju pada tabung reaksi tersebut, menunggu perubahan warna yang akan menentukan segalanya.

"Petugas Bea dan Cukai Soekarno Hatta melakukan uji narkotest dengan menggunakan NIK reagant U pada pil yang diselundupkan. Warna narkotest berubah menjadi biru berarti positif MDMA (ekstasi)," ujarnya.

Hasil positif itu sontak mengubah ekspresi Saufi. Pria asal Malaysia itu tampak kaget dan panik, tangannya otomatis terangkat untuk menutupi wajahnya. Momen yang terekam kamera itu menjadi bukti betapa tegangnya suasana saat itu.

Setelah melalui serangkaian pemeriksaan, Saufi resmi diserahkan ke Bareskrim Polri untuk diproses secara hukum. Pengembangan kasus pun menemukan fakta mengejutkan lainnya: Saufi dinyatakan positif mengonsumsi tiga jenis narkoba. Ia diduga kuat dalam kondisi tidak sadar penuh saat bertugas menerbangkan pesawat.

Bukan hanya narkoba, petugas juga menemukan satu botol kecil berisi urine 'cadangan' di antara barang bawaan Saufi. Diduga kuat, urine tersebut disiapkan sebagai jebakan untuk mengelabui petugas jika sewaktu-waktu dilakukan tes urine mendadak di bandara. Temuan ini menunjukkan adanya perencanaan matang yang dilakukan oleh pelaku.

Malaysia Airlines Buka Suara

Menanggapi penangkapan salah satu awak kabinnya, pihak maskapai Malaysia Airlines akhirnya angkat bicara. Mereka memastikan akan bersikap kooperatif dan menaati seluruh hukum serta peraturan yang berlaku di Indonesia. Namun, pihak maskapai memilih untuk tidak banyak berkomentar terkait detail kasus tersebut.

Dilaporkan oleh kantor berita resmi Malaysia, Bernama, maskapai nasional itu menegaskan bahwa mereka menanggapi serius tuduhan yang dialamatkan kepada kopilotnya. Meski demikian, mereka menahan diri untuk berkomentar lebih jauh karena proses hukum masih berjalan.

Dalam pernyataan resminya kepada Bernama, manajemen Malaysia Airlines menyebut bahwa masalah tersebut masih dalam penyelidikan oleh pihak berwenang Indonesia. Mereka menganggap tidak pantas untuk berkomentar lebih lanjut sebelum ada keputusan hukum yang berkekuatan tetap.

"Malaysia Airlines ingin menegaskan kembali bahwa pihaknya tidak mentolerir segala bentuk pelanggaran dan saat ini sedang melakukan peninjauan internal atas masalah tersebut," katanya, dilansir Free Malaysia Today, Jumat (31/7).

Hingga berita ini diturunkan, proses hukum terhadap Mohd Saufi bin Othman masih terus berlanjut di Bareskrim Polri. Pihak kepolisian masih mendalami kemungkinan adanya jaringan narkoba internasional yang lebih luas di balik penangkapan ini.

Editor: Laras Wulandari

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar