PARADAPOS.COM - Tim SAR Gabungan memutakhirkan data evakuasi kebakaran KM Mutiara Sentosa 2 di perairan utara Sumenep, Jawa Timur, dengan total 238 korban berhasil dievakuasi hingga Selasa, 4 Juli 2026. Dari jumlah tersebut, 233 orang dipastikan selamat dan 5 orang lainnya meninggal dunia. Pembaruan data ini masih terus berlangsung seiring proses verifikasi manifest dan pencocokan identitas di lapangan.
Kepala Operasi Kantor Basarnas Surabaya, Didit Arie Ristandy, mengonfirmasi bahwa dari total evakuasi tersebut, sebanyak 62 penumpang saat ini masih berada di atas KN Masalembo. Kapal tersebut tengah dalam perjalanan menuju Tanjung Perak, Surabaya, setelah sebelumnya terlibat dalam proses penyelamatan.
"Total keseluruhan saat ini yang bisa kami laporkan adalah 238. Dari jumlah tersebut, 62 orang penumpang KM Mutiara Sentosa 2 masih berada di KN Masalembo yang saat ini dalam perjalanan menuju Tanjung Perak, Surabaya," jelas Didit dalam program Selamat Pagi Indonesia, Metro TV, Selasa 4 Juli 2026.
Perbedaan angka antara laporan awal operator kapal dan hasil verifikasi manifest menjadi perhatian serius. Data di lapangan terus dipantau dan diperbarui secara berkala, mengingat proses pencocokan identitas korban masih berjalan. Hal ini dilakukan untuk memastikan akurasi informasi yang disampaikan kepada publik serta memudahkan proses identifikasi korban.
KN Masalembo Bawa Sisa Korban Selamat
KN Masalembo menjadi kapal terakhir yang mengangkut korban selamat dari lokasi kejadian. Kapal ini membawa penumpang hasil evakuasi dari TB Hasnur 26, kapal yang turut membantu proses penyelamatan pada hari kejadian, Minggu lalu. Kehadiran kapal-kapal niaga di sekitar lokasi kejadian memang sangat membantu mempercepat proses evakuasi awal.
Setibanya di Pelabuhan Tanjung Perak, Surabaya, seluruh korban selamat akan langsung mendapatkan penanganan medis dan pendataan ulang. Petugas telah menyiapkan rujukan ke Rumah Sakit PHC bagi korban yang membutuhkan perawatan medis lanjutan dan intensif. Langkah ini diambil sebagai bentuk antisipasi terhadap kondisi kesehatan para penumpang yang mungkin mengalami trauma atau cedera selama insiden.
Fokus Operasi Hari Ketiga
Memasuki hari ketiga operasi, fokus pencarian bergeser pada pengawalan pergerakan kapal evakuasi. Didit menyatakan bahwa tiga armada kapal yang bersiaga di Kalianget, Sumenep, yakni KN Grantin P211, KN SAR Permadi, dan KP Manyar, saat ini difokuskan untuk memonitor perjalanan KN Masalembo. Langkah ini merupakan bagian dari prosedur standar untuk memastikan keselamatan kapal evakuasi hingga tiba di pelabuhan tujuan.
"Untuk saat ini kami diperintahkan untuk standby. Standby dalam arti kami sedang memonitor pergerakan KN SAR Masalembo sampai tiba di lokasi. Langkah selanjutnya kami akan menunggu arahan dari posko induk di Tanjung Perak," tuturnya.
Kebakaran KM Mutiara Sentosa 2 terjadi pada Minggu, 2 Agustus 2026. Kapal yang melayani rute Surabaya–Makassar ini terbakar di perairan utara Sumenep, Madura, Jawa Timur. Insiden ini menjadi perhatian nasional mengingat banyaknya penumpang yang diangkut dan kompleksitas proses evakuasi yang dilakukan.
Sementara itu, pemerintah memastikan akan mengevaluasi operator KM Mutiara Sentosa 2 setelah Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) menyelesaikan investigasi kebakaran kapal tersebut. Evaluasi ini penting dilakukan untuk mengusut tuntas penyebab kebakaran serta mengevaluasi kepatuhan operator terhadap standar keselamatan pelayaran.
Artikel Terkait
Tiga Situs Penyedia Nada Dering dengan Koleksi Lokal hingga Internasional, Mana yang Paling Cocok?
BMKG: El Nino 2026 Masuk Kategori Kuat, Sejumlah Wilayah Berpotensi Alami Kemarau Lebih Kering dan Panjang
Kejagung Pastikan Kepemilikan Emas 74 Kg Milik Febrie Adriansyah Dibuktikan di Persidangan
Diskusi Bandung Belum Beres Soroti Lemahnya Implementasi Kebijakan dan Tata Kelola Kota