PARADAPOS.COM - Persebaya Surabaya memastikan tiket final Piala Presiden 2026 usai menaklukkan Arema FC dengan skor tipis 1-0 dalam Derbi Jawa Timur di Stadion Kapten I Wayan Dipta, Gianyar, Selasa (4/8/2026) malam. Gol semata wayang Yuran Fernandes pada menit ke-45 7 menjadi pembeda di tengah laga yang berjalan sengit dan penuh tensi. Kemenangan ini mengantarkan Bajul Ijo berhadapan dengan Persib Bandung di partai puncak, sementara Arema harus puas berebut peringkat ketiga melawan Persija Jakarta. Laga baru berjalan beberapa menit, kedua kesebelasan langsung memperlihatkan intensitas tinggi. Alih-alih menyerang terbuka, mereka justru memilih bermain aman dan disiplin menjaga lini pertahanan masing-masing. Atmosfer di stadion terasa panas, sorak-sorai suporter dari kedua kubu silih berganti menggema, menambah bara rivalitas yang sudah membara sejak kick-off. Yuran Pecah Kebuntuan Memasuki pertengahan babak pertama, Arema FC nyaris membuka keunggulan lebih dulu. Alfarizi berhasil menceploskan bola ke gawang Persebaya, namun keriuhan suporter Singo Edan langsung berubah menjadi kekecewaan. Wasit menganulir gol tersebut setelah melihat posisi Alfarizi yang lebih dahulu terjebak offside. Peluang emas lainnya datang dari Joel Vinicius pada menit ke-30, sayangnya tendangannya masih melebar tipis dari sasaran. Menjelang turun minum, laga sempat diwarnai keputusan kontroversial. Matheus Blade diganjar kartu merah oleh wasit karena dianggap mengangkat kaki terlalu tinggi saat berebut bola dengan Miguel Pereira. Namun, setelah meninjau tayangan ulang melalui Video Assistant Referee (VAR), hukuman tersebut direvisi menjadi kartu kuning. Keputusan ini sempat memicu protes keras dari kedua bench pemain, namun wasit tetap pada pendiriannya. Keputusan VAR tersebut justru menjadi pelecut bagi Persebaya. Di masa tambahan waktu babak pertama, tepatnya menit ke-45 7, Francisco Rivera melepaskan sepak pojok terukur ke kotak penalti. Yuran Fernandes yang melompat tinggi berhasil menyundul bola dengan keras, dan kali ini Adi Satryo tak mampu mengantisipasinya. Gol tersebut membawa Bajul Ijo unggul 1-0 dan bertahan hingga jeda. Arema Bermain dengan 10 Pemain Tertinggal satu gol, Arema FC tampil lebih agresif di babak kedua. Mereka mencoba menekan pertahanan Persebaya sejak menit awal. Namun, justru Persebaya yang hampir menggandakan keunggulan pada menit ke-60. Tendangan bebas Jefferson Silva mengarah ke pojok kanan atas gawang, tetapi Adi Satryo tampil gemilang dengan menepis bola tersebut. Aksi penyelamatan itu sontak disambut decak kagum penonton. Petaka kemudian menghampiri Arema FC pada menit ke-66. Diego Landis menerima kartu merah langsung setelah melanggar Miguel Pereira di depan kotak penalti. Pelanggaran tersebut dinilai wasit sebagai pelanggaran terhadap pemain terakhir yang mengawal lini pertahanan Singo Edan. Bermain dengan 10 pemain, Arema semakin kesulitan mengembangkan permainan. Meski kehilangan satu pemain, Arema FC tidak menyerah begitu saja. Mereka terus berusaha menekan pertahanan Persebaya hingga menit-menit akhir. Namun, disiplin lini belakang Bajul Ijo yang dikawal ketat oleh Yuran Fernandes dan kawan-kawan mampu meredam seluruh serangan lawan. Skor 1-0 bertahan hingga peluit panjang dibunyikan. Sepanjang laga, tensi pertandingan memang berjalan sangat tinggi dengan adu fisik yang keras. Wasit tercatat mengeluarkan total sembilan kartu kuning dan satu kartu merah. Pertandingan ini menjadi bukti betapa sengitnya rivalitas dua tim asal Jawa Timur tersebut. Dengan hasil ini, Persebaya Surabaya berhak melaju ke final Piala Presiden 2026 untuk menghadapi Persib Bandung. Sementara itu, Arema FC harus menjalani laga perebutan tempat ketiga melawan Persija Jakarta. Susunan Pemain Persebaya vs Arema Persebaya: Ernando; Risto, Catur, Yuran, Jefferson; Diogo, Irianto, Toni; Malik, Yann, Miguel. Pelatih: Bernardo Tavares. Arema FC: Adi Satryo; Dewangga, Diego, Walisson; Maulana, Alfarizi, Matheus, Pimenta; Silva, Raianderson, Vinicius. Pelatih: Marcos Santos. (Muhammad Zaidan Rizky)
Artikel Terkait
Warga Depok Geger Temukan Jasad Tanpa Kaki dalam Karung di Lahan Kosong
Kebakaran KMP Mutiara Sentosa 2: Selisih Data Manifes dan Evakuasi Picu Polemik Pendataan Korban
Bigmo Dilaporkan ke Polisi atas Dugaan Eksploitasi Anak dalam Siaran Promosi Vape, Komdigi Tegur YouTube
Gubernur Jabar Kembali Gelar Sayembara Berhadiah untuk Ungkap Penjual Tramadol dan Miras Ilegal