Bulog Siap Salurkan Bantuan Beras 33,2 Juta KPM Mulai 17 Agustus, Stok CBP 5,4 Juta Ton

- Selasa, 04 Agustus 2026 | 21:50 WIB
Bulog Siap Salurkan Bantuan Beras 33,2 Juta KPM Mulai 17 Agustus, Stok CBP 5,4 Juta Ton

PARADAPOS.COM - Perum Bulog memastikan kesiapan penyaluran bantuan pangan beras untuk 33,2 juta keluarga penerima manfaat (KPM) yang dijadwalkan mulai 17 Agustus 2026. Distribusi tahap kedua ini ditargetkan mencapai 997,2 ribu ton dengan dukungan stok Cadangan Beras Pemerintah (CBP) sekitar 5,4 juta ton. Penugasan resmi dari Badan Pangan Nasional (Bapanas) tertuang dalam surat tertanggal 30 Juli 2026, dengan total anggaran yang disiapkan mencapai Rp17,52 triliun. Kesiapan Distribusi dan Stok Menjelang Hari Kemerdekaan Menjelang pelaksanaan yang bertepatan dengan peringatan HUT Ke-81 Kemerdekaan RI, Bulog terus mematangkan berbagai persiapan di lapangan. Direktur Utama Perum Bulog, Ahmad Rizal Ramdhani, menegaskan bahwa pihaknya tidak hanya siap secara logistik, tetapi juga mengupayakan agar pengiriman beras bisa lebih awal dari jadwal yang ditentukan. Hal ini dilakukan untuk mengantisipasi kepadatan distribusi di hari-H dan memastikan bantuan tiba tepat waktu di tangan masyarakat. "Ya, kita siap secepatnya. Sebelum (tanggal) 17 (Agustus) pun udah kita kirim kalau perlu," ujarnya saat dikonfirmasi di Jakarta, Selasa, 4 Agustus 2026. Rizal menambahkan, penyaluran akan dilakukan secara serentak di berbagai daerah sebagai wujud komitmen Bulog dalam mendukung program pemerintah. Dengan stok CBP yang dikelola mencapai sekitar 5,4 juta ton, ia optimistis kebutuhan penyaluran bantuan pangan nasional dapat tertopang dengan baik. Pihaknya juga berkomitmen mengoptimalkan jaringan distribusi dan memperkuat koordinasi dengan seluruh pemangku kepentingan agar bantuan tahap kedua ini berjalan tepat sasaran dan menjaga ketahanan pangan masyarakat. Target Penyaluran dan Dukungan Anggaran Berdasarkan penugasan dari Bapanas, Bulog menargetkan penyaluran 997,2 ribu ton bantuan pangan beras. Setiap KPM akan menerima 10 kilogram untuk alokasi tiga bulan, yakni Juli hingga September 2026, dan penyalurannya dapat dilakukan dalam satu kali pengiriman. Kepala Bapanas sekaligus Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman, menjelaskan bahwa program ini merupakan salah satu jaring pengaman sosial yang krusial. "Kami menugaskan Bulog untuk melaksanakan penyaluran cadangan pangan pemerintah untuk pemberian bantuan pangan beras kepada 33.244.408 penerima sebanyak 10 kilogram per penerima untuk tiga bulan alokasi, yaitu Juli sampai dengan September 2026 yang penyalurannya dapat dilakukan 1 kali," jelasnya dalam keterangan di Jakarta, Minggu, 2 Agustus 2026. Peran Koperasi Desa dan Pembaruan Data Penerima Selain mengandalkan jaringan Bulog, Bapanas juga membuka peluang penyaluran melalui Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP). Langkah ini dinilai strategis untuk mendekatkan akses bantuan kepada masyarakat, terutama di daerah-daerah terpencil. Direktur Distribusi dan Cadangan Pangan Bapanas, Rachmi Widiriani, menyampaikan bahwa KDKMP yang memiliki fasilitas memadai dapat dijadikan titik salur alternatif. "KDKMP yang sudah ada, bisa menjadi salah satu titik penyaluran bantuan pangan. Kalau misalnya di desa ada KDKMP yang besar, punya tempat yang luas, gudangnya cukup besar, dan dekat dengan tempat tinggal para penerima bantuan pangan, bisa digunakan sebagai lokasi titik salur," tuturnya. Untuk memastikan ketepatan sasaran, database penerima pada tahap kedua ini menggunakan Data Tunggal Sosial dan Ekonomi Nasional (DTSEN) dengan pembaruan terkini. Bapanas telah menjalin kerja sama dengan Kementerian Sosial dan Badan Pusat Statistik (BPS) sebagai pengguna data tersebut. Oleh karena itu, pemerintah daerah diminta segera berkoordinasi dengan Perum Bulog di wilayah masing-masing untuk mematangkan persiapan pelaksanaan di lapangan. Program bantuan pangan beras ini merupakan salah satu arahan langsung Presiden Prabowo Subianto. Dengan total anggaran Rp17,52 triliun, pemerintah berharap program ini mampu menjaga daya beli masyarakat, memperkuat stabilitas pangan, dan membantu memenuhi kebutuhan pangan keluarga secara nasional.

Editor: Clara Salsabila

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini