MER-C Temukan Kerusakan Parah di RS Jabal Amel Lebanon Akibat Serangan Israel

- Rabu, 24 Juni 2026 | 19:25 WIB
MER-C Temukan Kerusakan Parah di RS Jabal Amel Lebanon Akibat Serangan Israel
PARADAPOS.COM - Tim Medical Emergency Rescue Committee (MER-C) meninjau langsung kondisi Rumah Sakit Jabal Amel di Kota Tyre, Lebanon Selatan, pada Sabtu, 6 Juni 2026. Rumah sakit tersebut mengalami kerusakan parah akibat serangan Israel, termasuk fasilitas vital seperti laboratorium medis, ruang perawatan intensif (ICU), dan area parkir. Dalam kunjungan ini, tim mengidentifikasi sejumlah kebutuhan mendesak untuk mendukung operasional rumah sakit dan pelayanan kesehatan bagi masyarakat setempat.

Kerusakan Vital dan Dampak Langsung Serangan

Puing-puing bangunan masih berserakan di sejumlah lokasi. Beberapa bagian langit-langit gedung dilaporkan jebol akibat serangan. Relawan MER-C Indonesia, dr. Tonggo Meaty, menyaksikan langsung bagaimana serangan itu menghantam fasilitas penting rumah sakit, termasuk ruang ICU yang digunakan untuk merawat pasien dalam kondisi kritis. “Kita bisa lihat itu ada tempat ICU yang benar-benar langsung diserang oleh pihak penjajah dan ini adalah tempat parkir dan serangan ini menimbulkan banyak sekali kerusakan dan kemudian menimbulkan korban. Ada sekitar ratusan yang syahid dan kemudian pasien pun dari rumah sakit ini juga banyak yang terkena serangan dan kemudian menimbulkan sakit yang sangat parah dan juga ada beberapa dari pihak medis juga menjadi korban di dalam serangan ini,” ujarnya dalam tayangan Primetime News Metro TV, Rabu, 24 Juni 2026. Serangan tersebut tidak hanya merusak infrastruktur, tetapi juga menimbulkan korban jiwa dan luka-luka, baik di kalangan pasien maupun tenaga medis.

Pasokan Listrik Terputus, Generator Jadi Andalan

Menurut dr. Tonggo, salah satu kerusakan yang paling berdampak terhadap operasional rumah sakit adalah hancurnya instalasi panel surya. Sebelumnya, panel surya tersebut digunakan sebagai sumber pasokan listrik utama. Akibatnya, rumah sakit kini harus mengandalkan generator berbahan bakar diesel untuk memenuhi kebutuhan energi sehari-hari. “Kita bisa lihat kerusakannya luar biasa,” ucap dr. Tonggo.

Data Korban dan Skala Konflik

Berdasarkan data yang disampaikan MER-C, sejak 2 Maret 2026 serangan Israel di Lebanon telah menyebabkan lebih dari 4.000 warga meninggal dunia. Angka tersebut mencakup ratusan tenaga medis yang menjadi korban. Selain itu, lebih dari 11.000 orang dilaporkan mengalami luka-luka akibat konflik yang terus berlangsung. Situasi ini semakin memperparah kondisi kemanusiaan di wilayah Lebanon Selatan, di mana akses terhadap layanan kesehatan menjadi sangat terbatas.

Editor: Yuli Astuti

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar