Serangan Rusia ke Kyiv Tewaskan 17 Orang, Zelensky Desak G7 Percepat Pasokan Sistem Pertahanan Udara

- Rabu, 05 Agustus 2026 | 07:50 WIB
Serangan Rusia ke Kyiv Tewaskan 17 Orang, Zelensky Desak G7 Percepat Pasokan Sistem Pertahanan Udara

PARADAPOS.COM - Serangan udara besar-besaran yang dilancarkan Rusia terhadap Kyiv dan wilayah sekitarnya pada Selasa malam menewaskan sedikitnya 17 orang dan melukai 44 lainnya. Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky, dalam pernyataan resminya pada Rabu, 5 Agustus 2026, mengungkapkan bahwa gelombang serangan tersebut melibatkan puluhan rudal balistik dan lebih dari seratus pesawat nirawak. Serangan ini menargetkan gudang penyimpanan, infrastruktur vital, dan sebuah stasiun kereta api, sekaligus menjadi eskalasi terbaru dalam konflik yang terus memanas di kawasan tersebut. Gelombang Serangan dan Target yang Disasar Dalam keterangan yang diunggah melalui kanal Telegram pribadinya, Zelensky merinci bahwa pihaknya mencatat adanya 24 rudal balistik, empat rudat jelajah Tsirkon dan Oniks, serta 115 drone yang dikerahkan dalam satu gelombang serangan. Menariknya, sebagian dari drone tersebut merupakan tipe bertenaga jet yang memiliki kecepatan dan daya rusak lebih tinggi dibandingkan drone konvensional. "Sasaran utama mereka adalah gudang penyimpanan, infrastruktur, dan sebuah stasiun kereta api," tulis Zelensky dalam pernyataannya, seraya menekankan bahwa serangan semacam ini menunjukkan kebutuhan mendesak akan sistem pertahanan udara yang lebih canggih. Menanggapi situasi yang semakin genting ini, kepala negara Ukraina tersebut langsung mengirimkan desakan keras kepada negara-negara Kelompok Tujuh (G7) dan Uni Eropa. Ia meminta agar pasokan sistem pencegat rudal balistik segera ditingkatkan secara signifikan ke Ukraina. Selain bantuan militer, Zelensky juga mendesak komunitas internasional untuk menjatuhkan sanksi tambahan yang lebih berat terhadap produsen rudal balistik Rusia, sebagai upaya untuk melemahkan kapasitas industri perang mereka. Klaim Rusia dan Eskalasi di Wilayah Perbatasan Di tengah hiruk-pikuk serangan ke Kyiv, Kementerian Pertahanan Rusia dengan cepat merilis pernyataan tandingan. Mereka mengklaim bahwa sistem pertahanan udara mereka berhasil mencegat dan menghancurkan sebanyak 475 drone Ukraina yang menyasar berbagai wilayah di Rusia, termasuk di atas Laut Hitam dan Laut Azov sepanjang malam itu. Situasi paling tegang dilaporkan terjadi di Wilayah Rostov yang berbatasan langsung dengan Ukraina. Gubernur Yury Slyusar menyatakan bahwa lebih dari 40 drone berhasil ditembak jatuh di empat distrik berbeda, yakni Tarasovsky, Kamensky, Millerovsky, dan Neklinovsky. Meski berhasil dihalau, puing-puing drone yang jatuh ternyata memicu kebakaran lahan kering di Distrik Neklinovsky. Beruntung, api dapat segera dipadamkan oleh petugas sebelum meluas ke permukiman warga. Sementara itu, insiden terpisah terjadi di Wilayah Tula. Gubernur Dmitry Milyaev melaporkan bahwa sebuah drone yang berhasil dijatuhkan justru memicu kebakaran di pusat penyortiran perusahaan e-commerce besar, Wildberries. Dampak dari serangan tersebut tidak hanya meluluhlantakkan fasilitas logistik, tetapi juga menyebabkan kerusakan pada dua bangunan apartemen dan dua fasilitas industri di sekitarnya. Akibat kejadian ini, satu orang dilaporkan menderita luka-luka. Jauh di wilayah timur, Republik Tatarstan juga tidak luput dari serangan. Kepala Distrik Zelenodolsk, Mikhail Afanasyev, mengonfirmasi bahwa puing-puing drone yang jatuh memicu kebakaran kecil di sebuah fasilitas sipil. Beruntung, api berhasil dipadamkan dengan cepat dan tidak menimbulkan korban jiwa maupun luka. Kejadian-kejadian ini menunjukkan bahwa jangkauan konflik telah meluas jauh melampaui garis depan, menyentuh infrastruktur sipil dan logistik di berbagai penjuru Rusia.

Editor: Annisa Rachmad

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar