PARADAPOS.COM - Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) memastikan jajaran BPBD di tiga provinsi telah mendistribusikan puluhan ribu liter air bersih untuk menanggulangi dampak musim kemarau yang mulai meluas sejak awal Juni 2026. Langkah ini menyasar wilayah Jawa Barat, Jawa Tengah, dan Nusa Tenggara Barat yang mengalami kelangkaan air bersih akibat kekeringan. Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Abdul Muhari, menyampaikan bahwa armada tangki dari BPBD bergerak simultan untuk memastikan pasokan air kebutuhan sehari-hari warga terpenuhi.
Distribusi Air Bersih di Tiga Provinsi
Abdul menjelaskan, pendistribusian air bersih menggunakan truk tangki dilakukan secara intensif di wilayah terdampak. Di Jawa Barat, kekeringan melanda Kabupaten Bekasi, tepatnya di Desa Nagasari, Kecamatan Serang Baru, serta Desa Ridogalih, Kecamatan Cibarusah. Sebanyak 10.000 liter air bersih telah dikirimkan sebagai bantuan awal untuk warga di dua desa tersebut.
Sementara itu, kondisi serupa terjadi di Nusa Tenggara Barat. Petugas darurat di lapangan telah menyalurkan 10.000 liter air bersih khusus untuk menyuplai warga terdampak di Desa Bajo, Kecamatan Soromandi, Kabupaten Bima. Wilayah pesisir ini menjadi salah satu titik yang paling merasakan dampak kekeringan.
Di Jawa Tengah, situasi memprihatinkan juga melanda Kabupaten Banjarnegara. Untuk mengurangi kelangkaan air bersih di Desa Serang, Kecamatan Bawang, petugas mengirimkan empat armada tangki air dengan volume total mencapai 20.000 liter. Bantuan ini diharapkan dapat mencukupi kebutuhan warga selama masa kritis.
Imbauan untuk Masyarakat dan Pemerintah Daerah
"Merespons meluasnya persoalan air bersih akibat musim kemarau, armada tangki dari BPBD di tiap-tiap wilayah bergerak simultan guna memastikan pasokan air untuk kebutuhan sehari-hari warga dapat terpenuhi," ujar Abdul Muhari di Jakarta, Senin, 22 Juni 2026.
Dalam menyikapi fenomena kekeringan meteorologis ini, BNPB mengimbau seluruh masyarakat di wilayah terdampak untuk mulai menerapkan pola penghematan. Warga diharapkan dapat memprioritaskan pemanfaatan air secara bijak, termasuk mengoptimalkan penampungan air hujan secara mandiri. Langkah sederhana ini dinilai krusial untuk mengurangi tekanan terhadap pasokan air bersih yang terbatas.
"Sedangkan kepada pemerintah daerah, BNPB meminta adanya langkah pencegahan jangka panjang melalui pembuatan embung atau waduk penampungan air berskala besar di titik-titik rawan sebagai cadangan pasokan air baku bagi warga," kata Abdul. Imbauan ini menekankan pentingnya infrastruktur yang berkelanjutan untuk menghadapi musim kemarau yang kerap datang setiap tahun.
Editor: Bagus Kurnia
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Artikel Terkait
Menkeu Paparkan Ketangguhan Ekonomi Indonesia di Depan Akademisi Tiongkok
Arab Saudi Dibantai Spanyol 4-0, Pelatih Donis Akui Timnya Tak Berdaya
Koalisi Pemerintah Soroti Sikap Politik PDIP, Kader Partai Banteng Balik Tanyakan Kegelisahan Penguasa
Bebaz Inc Rambah Industri Film, Rilis “Seporsi Mie Ayam Sebelum Mati” pada 2026