PARADAPOS.COM - Kisah viral Fanny Kondoh yang rutin bersedekah demi kesembuhan suaminya, Hajime Kondoh, yang berjuang melawan kanker, resmi diadaptasi menjadi film layar lebar berjudul "Baby Udon". Film produksi Sumargo Films bersama LYTO Pictures ini diperkenalkan melalui konferensi pers di XXI Senayan City, Jakarta, pada Senin, 3 Agustus 2026, dan dijadwalkan tayang di bioskop mulai 3 September 2026. Pengumuman ini menandai langkah perdana Denny Sumargo sebagai produser, setelah sebelumnya hanya dikenal sebagai atlet dan content creator. Perjalanan film ini berawal dari sebuah percakapan panjang di podcast milik Denny Sumargo. Awalnya, Denny hanya mengenal Fanny dari unggahan viral di media sosial—tentang keputusannya membeli kuburan setelah menikah dan kebiasaannya bersedekah. Namun, setelah mendengar langsung cerita hidup Fanny, perspektif Denny berubah total. "Saya tahunya dia viral karena beli kuburan setelah menikah dan sering bersedekah. Tapi setelah mendengar cerita langsung di podcast, saya baru tahu alasan di balik semua itu," kata Denny Sumargo. Momen yang paling menyentuh baginya adalah saat Fanny mengungkapkan makna di balik sedekahnya. Ternyata, setiap pemberian yang dilakukan Fanny adalah bagian dari doa dan harapannya agar sang suami diberi kesembuhan dari penyakit kanker yang dideritanya. "Waktu dia bilang sedekah untuk memohon kesembuhan suaminya, saya langsung merasa cerita ini sangat kuat," ujarnya. Usai podcast tersebut, Denny sempat berkomentar bahwa kisah Fanny layak diangkat ke layar lebar. Komentar itu ternyata bukan sekadar pujian. Beberapa rumah produksi mulai mendekati Fanny untuk mengadaptasi kisahnya. Namun, Fanny merasa belum menemukan orang yang tepat untuk menggarap cerita hidupnya. Kabar itu sampai ke telinga Denny melalui istrinya, Olivia Allan. Ternyata, Fanny justru berharap Sumargo Films yang memegang kendali produksi. Kepercayaan itu sempat membuat Denny ragu, mengingat ia belum pernah memproduksi film sebelumnya. "Fanny merasa saya orang yang tepat. Awalnya saya ragu karena belum pernah memproduksi film. Tapi setelah dipikir-pikir, saya akhirnya menerima tantangan itu," kata Denny Sumargo. Di balik layar, ada niat mulia yang menyertai produksi film ini. Denny mengungkapkan bahwa sebagian hasil dari penjualan hak adaptasi cerita akan digunakan Fanny untuk membangun masjid. Rencana tersebut merupakan wujud amal jariyah yang dipersembahkan untuk mendiang Hajime, sebagai kelanjutan dari kebiasaan bersedekah yang selama ini ia lakukan. Dengan segala proses yang panjang dan emosional, "Baby Udon" hadir bukan sekadar sebagai film drama, melainkan juga dokumentasi perjalanan cinta, harapan, dan keteguhan seorang istri. Penonton akan diajak menyaksikan bagaimana sebuah kisah pribadi yang menyentuh mampu menjelma menjadi karya yang dapat dinikmati banyak orang.Dari Podcast ke Layar Lebar
Proses Menemukan Rumah Produksi yang Tepat
Amal Jariyah untuk Mendiang Hajime
Artikel Terkait
Pengacara Senior Usulkan Sembilan Poin Revisi RUU Perampasan Aset, Soroti Pendekatan In Rem dan Komite Independen
AS Cabut Visa Dubes Brasil, Washington Sebut Langkah Timbal Balik atas Penolakan Visa Dua Diplomatnya
Serangan Rusia ke Kyiv Tewaskan 17 Orang, Zelensky Desak G7 Percepat Pasokan Sistem Pertahanan Udara
Fadli Zon: 600 Cagar Budaya Ditetapkan, 200 Museum dan Keraton Ditargetkan Direvitalisasi