PARADAPOS.COM - Chelsea harus mengakui keunggulan Juventus 0-1 dalam laga uji coba pramusim yang berlangsung di Hong Kong, Rabu, 5 Agustus 2026. Gol semata wayang Juventus dicetak oleh Edon Zhegrova pada menit ke-63, sementara sorotan utama laga ini adalah kembalinya Mykhailo Mudryk ke lapangan setelah menjalani hukuman doping sejak November 2024. Kekalahan ini menjadi catatan tersendiri bagi skuad asuhan Xabi Alonso menjelang laga berikutnya melawan AC Milan di Jakarta.
Babak Pertama: Adu Strategi yang Ketat
Sejak peluit awal dibunyikan, kedua tim langsung memperagakan permainan hati-hati. Juventus mencoba mengambil inisiatif serangan melalui tusukan Andrea Cambiaso dari sisi kiri, namun penyelesaian akhir yang kurang tenang membuat peluang tersebut gagal berbuah gol. Manuel Locatelli juga sempat mencoba peruntungannya dari luar kotak penalti, tetapi sepakannya masih belum mengarah ke gawang. Di kubu Chelsea, nama Geovany Quenda menjadi pusat perhatian. Winger muda asal Portugal ini tampil trengginas di sisi kanan pertahanan Juventus. Beberapa kali umpan silangnya nyaris dimanfaatkan rekan setimnya, termasuk sundulan Joao Pedro yang masih melebar tipis di samping gawang. Aksi individunya yang memotong dari sayap juga beberapa kali merepotkan lini belakang Bianconeri, meski tembakannya selalu mampu diblok atau melambung di atas mistar. Menariknya, Xabi Alonso langsung memasang Danny Welbeck sebagai ujung tombak sejak menit awal. Meski usianya tak lagi muda, pergerakan Welbeck tanpa bola cukup merepotkan bek Juventus. Ia beberapa kali terlibat kombinasi pendek dengan lini tengah, menunjukkan bahwa ia bukan sekadar target man semata. Menjelang turun minum, kiper Chelsea Robert Sanchez melakukan penyelamatan krusial. Ia berhasil menggagalkan peluang emas Jeremie Boga yang tinggal berhadapan satu lawan satu. Arkadiusz Milik juga sempat mengancam, namun tendangannya masih melebar dari sasaran. Skor kacamata pun bertahan hingga jeda.Babak Kedua: Rotasi dan Kebangkitan Juventus
Memasuki babak kedua, Alonso langsung melakukan empat pergantian sekaligus. Mike Penders menggantikan Sanchez di bawah mistar, Mamdou Sarr masuk untuk Tosin Adarabioyo, Estevao Willian menggantikan Quenda, dan Nicolas Jackson diturunkan menggantikan Welbeck. Keputusan ini jelas untuk memberikan menit bermain bagi para pemain pelapis. Jackson langsung menunjukkan taringnya. Beberapa menit setelah masuk, ia melakukan aksi individu melewati dua pemain bertahan sebelum melepaskan umpan terobosan kepada Marco Palestra. Sayang, peluang tersebut masih bisa digagalkan oleh barisan pertahanan Juventus yang bermain disiplin. Palestra sendiri kemudian mendapat peluang emas, namun sepakannya berhasil ditepis Mattia Perin yang baru masuk menggantikan Di Gregorio. Setelah laga berjalan lebih dari satu jam, Chelsea kembali melakukan rotasi besar-besaran. Josh Acheampong, Tayo Subuloye, Aaron Anselmino, Dario Essugo, Romeo Lavia, Dastan Satpayev, dan Liam Delap masuk ke lapangan. Namun, justru di tengah proses adaptasi pemain pengganti inilah Juventus berhasil memecah kebuntuan. Edon Zhegrova yang baru masuk di awal babak kedua menerima bola di sisi kanan depan kotak penalti. Ia kemudian memotong ke tengah dan melepaskan tembakan kaki kiri melengkung yang indah. Bola meluncur deras ke pojok atas gawang Mike Penders yang hanya bisa terpaku. Gol spektakuler pada menit ke-63 itu sontak membuat para pemain Juventus merayakannya dengan penuh semangat.Momen Comeback Mudryk dan Tekanan Akhir Chelsea
Tertinggal satu gol, Chelsea mencoba meningkatkan tempo permainan. Penguasaan bola didominasi anak asuh Alonso, namun penyelesaian akhir masih menjadi masalah. Estevao Willian nyaris menyamakan kedudukan lewat tendangan bebas, tetapi Perin kembali menunjukkan refleksnya yang luar biasa. Aaron Anselmino juga memaksa kiper Juventus melakukan penyelamatan gemilang. Momen yang paling dinanti akhirnya tiba pada menit ke-82. Mykhailo Mudryk masuk menggantikan Nicolas Jackson. Kehadirannya disambut tepuk tangan dari para pendukung Chelsea yang hadir di stadion. Ini adalah penampilan pertamanya sejak November 2024, setelah sebelumnya ia harus menepi cukup lama akibat menjalani hukuman doping. Langkahnya di lapangan terlihat masih hati-hati, namun itu adalah awal yang baik untuk kembali membangun kepercayaan diri. Peluang terakhir Chelsea lahir di masa injury time. Romeo Lavia melepaskan tembakan melengkung dari luar kotak penalti yang mengarah ke pojok atas gawang. Semua mata tertuju pada bola, namun sayang, bola masih melayang tipis di atas mistar. Wasit pun meniup peluit panjang, memastikan kemenangan 1-0 untuk Juventus.Susunan Pemain
Chelsea: Sanchez (Penders 46'); Palestra (Acheampong 65'), Fofana (Subuloye 46'), Tosin (Sarr 46'), Hato (Anselmino 65'); Caicedo (Lavia 46'), Nicoll-Jazuli (Essugo 46'); Quenda (Estevao Willian 46'), Joao Pedro (Delap 65'), Gittens (Satpayev 65'); Welbeck (Jackson 46', Mudryk 82').
Juventus: Di Gregorio (Perin 46'); Kalulu (Cabal 63'), Gatti (Rugani 75'), Kelly, Celik; Locatelli (Bremer 46'), Douglas Luiz (Koopmeiners 64'); Boga (Zhegrova 46'), Miretti (Owusu 46', Yildiz 63'), Cambiaso; Milik (David 46').
Artikel Terkait
Pemerintah Jaring Aspirasi Jurnalis Sebelum RUU Hak Cipta Disahkan
Tiga Polisi Anambas Positif Sabu, Terancam Dipecat
BGN Copot Kepala SPPG Jayapura usai 500 Siswa Keracunan Makan Bergizi Gratis
BPBD Aceh Besar Catat 7 Rumah dan 1 Ruko Rusak Akibat Angin Kencang, 8 Titik Pohon Tumbang