Revitalisasi Pendidikan 3T: 21 PKBM dan SKB di Kawasan Timur Diperbaiki dengan Anggaran Rp15 Miliar

- Jumat, 27 Februari 2026 | 02:25 WIB
Revitalisasi Pendidikan 3T: 21 PKBM dan SKB di Kawasan Timur Diperbaiki dengan Anggaran Rp15 Miliar

PARADAPOS.COM - Program Revitalisasi Satuan Pendidikan Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek) mulai menunjukkan hasil nyata di wilayah terdepan, terluar, dan tertinggal (3T). Dengan anggaran lebih dari Rp15 miliar, program yang berjalan atas mandat Presiden Prabowo Subianto ini telah memperbaiki sarana dan prasarana di 21 Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM) dan Sanggar Kegiatan Belajar (SKB), terutama di kawasan Indonesia timur. Perbaikan fisik ini ditujukan untuk menciptakan ekosistem belajar yang lebih layak dan mendukung pemerataan kualitas pendidikan.

Transformasi di Tengah Tantangan Geografis

Di Kabupaten Mimika, Papua Tengah, PKBM Kasih Julius merasakan langsung dampak revitalisasi tersebut. Lembaga yang berlokasi di area berawa dan beriklim lembap ini menerima bantuan senilai lebih dari Rp1 miliar. Dana tersebut dialokasikan untuk perbaikan menyeluruh, mulai dari ruang kelas dan ruang keterampilan yang rusak, fasilitas sanitasi, hingga pengeboran untuk mendapatkan akses air bersih. Kondisi tanah yang basah sebelumnya sering menyebabkan kerusakan struktural pada bangunan.

Kepala PKBM Kasih Julius, Yakobus Natalis Fatubun, mengungkapkan bahwa revitalisasi telah mengubah kondisi belajar mengajar di lembaganya. “Wilayah kami berawa dan sangat lembab. Struktur bangunan mudah mengalami keretakan sehingga ruang kelas sempat tidak digunakan. Setelah direvitalisasi, kini jauh lebih aman dan nyaman,” tuturnya dalam keterangan tertulis, Jumat, 27 Februari 2026.

Peningkatan Kapasitas dan Keteraturan Belajar

Sementara itu, di ujung selatan Nusa Tenggara Timur, SKB Rote Ndao mengalami transformasi infrastruktur yang signifikan. Bantuan dana sebesar Rp2,2 miliar digunakan untuk membangun enam ruang kelas baru yang dilengkapi dengan perabot lengkap. Penambahan ruang ini secara langsung memengaruhi efektivitas dan keteraturan proses pembelajaran bagi warga belajarnya.

Kepala SKB Rote Ndao, Fadlun Sururiyadi, menggambarkan perubahan yang terjadi. “Wajah SKB berubah hampir 180 derajat. Sekarang setiap jenjang punya ruang kelas sendiri dan warga belajar bisa lebih fokus serta tertib,” jelasnya.

Lebih dari Sekadar Pembangunan Fisik

Direktur Jenderal Pendidikan Vokasi Kemendikbudristek, Tatang Muttaqin, menekankan bahwa esensi program ini melampaui sekadar perbaikan gedung. Revitalisasi, menurutnya, adalah upaya sistematis untuk memperkuat fondasi ekosistem pendidikan nonformal di daerah yang membutuhkan. Pendekatan ini diharapkan dapat mendongkrak kualitas pembelajaran secara holistik.

“Ketika ruang kelas aman, ruang keterampilan berfungsi, dan sanitasi tersedia dengan baik, maka kualitas pembelajaran ikut terangkat,” ungkap Tatang.

Program ini secara tegas diposisikan sebagai bentuk afirmasi atau keberpihakan nyata pemerintah kepada satuan pendidikan yang selama ini menghadapi keterbatasan infrastruktur paling parah. Langkah ini menjadi bagian dari strategi besar untuk mewujudkan prinsip keadilan dan pemerataan dalam layanan pendidikan di seluruh penjuru Indonesia, membawa angin perubahan langsung ke akar rumput.

Editor: Paradapos.com

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar