Gubernur DKI Setujui Hujan Buatan Rutin Antisipasi El Nino, Siapkan APAR hingga Waspadai ISPA

- Rabu, 05 Agustus 2026 | 16:25 WIB
Gubernur DKI Setujui Hujan Buatan Rutin Antisipasi El Nino, Siapkan APAR hingga Waspadai ISPA
PARADAPOS.COM - Jakarta, 5 Agustus 2026 – Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, telah menyetujui pelaksanaan operasi modifikasi cuaca (OMC) secara rutin, yakni satu hingga dua kali dalam sepekan, dengan syarat utama adanya potensi awan di langit ibu kota. Keputusan ini diambil sebagai langkah antisipasi menghadapi puncak fenomena El Nino yang diprediksi lebih panjang dibandingkan tahun 2023. Selain itu, Pemprov DKI juga menyiapkan langkah darurat untuk menghadapi dampak kekeringan, termasuk kesiapan alat pemadam api ringan (APAR) di tingkat Rukun Warga (RW) hingga antisipasi lonjakan kasus Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA). Kebijakan ini dikemukakan langsung oleh Pramono di tengah kekhawatiran akan berkepanjangannya musim kemarau. Pria yang akrab disapa Mas Pram ini menegaskan bahwa pihaknya telah memberikan lampu hijau untuk eksekusi hujan buatan di lapangan. "Puncak El Nino akan panjang, mungkin salah satu yang terpanjang dibandingkan dengan tahun 2023. Saya sudah memberikan persetujuan kalau bisa setiap minggu satu dua kalau memang awannya ada dibuat hujan buatan atau modifikasi cuaca," kata Pramono dikutip dari Antara, Rabu, 5 Agustus 2026. Keputusan tersebut tidak diambil tanpa dasar. Pramono memaparkan data perkiraan curah hujan yang dihimpun dari tiga lembaga, yakni Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), dan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG). Berdasarkan proyeksi tersebut, titik terang diperkirakan muncul pada pertengahan atau akhir September, serta minggu pertama atau kedua Oktober. Meski demikian, ia mengakui adanya kendala teknis yang mungkin dihadapi di lapangan. Ketersediaan bibit awan menjadi faktor penentu yang tidak bisa dipaksakan. "Problemnya adalah ada kemungkinan untuk bisa awan ada itu kecil. Tetapi, saya sudah memerintahkan dan kita sudah mempersiapkan," ungkap Pramono. Di luar upaya mendatangkan hujan, perhatian serius juga diarahkan pada pencegahan bencana turunan. Dengan kondisi cuaca yang kering dan panas, risiko kebakaran menjadi momok yang harus dihadapi warga. Instruksi tegas pun diberikan kepada jajaran pemerintahan di tingkat bawah. "Saya minta untuk setiap RW untuk persiapan APAR (alat pemadam api ringan) dari sekarang karena cuacanya kering," sebut Pramono. Tidak hanya kebakaran, sektor kesehatan dan kebutuhan dasar juga menjadi sorotan. Pemprov DKI berupaya mengantisipasi peningkatan kasus ISPA yang kerap melonjak saat udara kering, serta memastikan ketersediaan air bersih bagi warga tetap terjaga selama masa kritis ini. Sementara itu, BMKG dalam pengamatannya menyatakan bahwa El Nino saat ini telah mencapai kategori kuat dan masih berpotensi meningkat menjadi sangat kuat. Kondisi ini memicu musim kemarau yang lebih kering dan lebih panjang di sejumlah wilayah Indonesia. Wilayah di selatan garis khatulistiwa, seperti Nusa Tenggara Timur, Nusa Tenggara Barat, Bali, Pulau Jawa, dan Sumatera bagian selatan diperkirakan mengalami musim kemarau yang lebih kering dan lebih panjang dibandingkan rata-rata klimatologis.

Editor: Wahyu Pradana

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar