Siak - PARADAPOS.COM - Tim Ekspedisi Merah Putih Polda Riau menuntaskan perjalanan hari kelima dengan menyentuh titik terluar Kabupaten Siak, Kampung Teluk Lanus, Kecamatan Sungai Apit, Rabu (5/8/2026). Dalam kunjungan yang berlangsung selama satu hari penuh itu, rombongan tidak hanya menggelar upaya pelestarian lingkungan dengan menanam 1.000 bibit mangrove, tetapi juga menyalurkan bantuan sosial berupa 150 paket sembako serta mengadakan pemeriksaan kesehatan gratis bagi warga. Kegiatan ini dihadiri langsung oleh Kapolres Siak AKBP Sepuh Ade Irsyam Siregar, jajaran Pejabat Utama Polda Riau, unsur TNI, serta tokoh masyarakat setempat.
Perjalanan menuju lokasi bukan perkara mudah. Tim harus menempuh empat jam perjalanan darat dari pusat kota, lalu melanjutkan perjalanan dengan speed boat menembus aliran sungai dari Pelabuhan Kampung Penyengat menuju Dermaga Teluk Lanus. Medan yang terjal dan waktu tempuh yang panjang tidak menyurutkan semangat rombongan yang membawa misi kebangsaan dan kepedulian sosial ini.
Menanam Seribu Mangrove di Pesisir Ujung Siak
Begitu tiba di perairan pantai Dermaga Teluk Lanus, rangkaian kegiatan langsung dimulai. Aksi penanaman 1.000 bibit mangrove menjadi agenda utama yang bertujuan mendukung program restorasi mangrove nasional serta memulihkan ekosistem pesisir yang krusial bagi ketahanan lingkungan.
Suasana di lokasi penanaman tampak hidup. Personel gabungan dari kepolisian, TNI, perangkat kampung, dan warga bahu-membahu menanam bibit di area pantai yang berlumpur. Kegiatan ini bukan sekadar seremoni, melainkan langkah nyata menjaga garis pantai dari abrasi dan mempertahankan habitat biota laut yang menjadi penopang ekonomi nelayan setempat.
Simbol Nasionalisme dan Bantuan untuk Warga
Setelah kegiatan di pesisir usai, rombongan bergeser ke area perkampungan. Di sana, suasana kebangsaan terasa kental ketika tim memasang bendera Merah Putih sebagai simbol semangat nasionalisme menjelang peringatan Hari Kemerdekaan ke-81 Republik Indonesia.
Kehadiran tim ekspedisi disambut antusias oleh masyarakat. Di tengah keterbatasan akses dan jarak yang jauh dari pusat kota, kegiatan sosial seperti ini dinilai sangat berarti. Sebanyak 150 paket sembako dibagikan kepada warga yang membutuhkan, meringankan beban ekonomi harian mereka.
Selain sembako, layanan kesehatan gratis juga digelar di Kantor Penghulu Teluk Lanus. Sidokkes Polres Siak berkolaborasi dengan Puskesmas Sungai Apit untuk melayani pemeriksaan kesehatan bagi ratusan penduduk. Kehadiran layanan medis ini menjadi angin segar bagi warga yang biasanya harus menempuh perjalanan jauh untuk mendapatkan akses kesehatan.
Dialog Warga dan Pesan Kelestarian Alam
Kegiatan ekspedisi ini juga menjadi ajang silaturahmi antara aparat keamanan dan masyarakat. Dalam sesi dialog yang berlangsung hangat, Kapolres Siak AKBP Sepuh Ade Irsyam Siregar menyampaikan sejumlah pesan penting. Ia mengingatkan warga akan pentingnya menjaga kelestarian lingkungan dan ekosistem mangrove yang menjadi tameng alami wilayah pesisir.
Tidak hanya soal lingkungan, orang nomor satu di jajaran Polres Siak itu juga mengingatkan warga untuk tetap waspada terhadap potensi konflik dengan satwa liar yang dilindungi, khususnya harimau yang terkadang muncul di area permukiman. Komitmen menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) juga ditekankan agar situasi tetap kondusif.
Senada dengan itu, Plh Wadir Binmas Polda Riau AKBP Efri Yarnuri menambahkan bahwa kelestarian lingkungan adalah kunci keberlangsungan mata pencaharian petani dan nelayan. Ia mengajak seluruh elemen masyarakat untuk memperkuat kolaborasi lintas sektor bersama TNI dan pemerintah daerah dalam menjaga ekosistem.
Keceriaan Anak-Anak dan Bantuan Peralatan
Di sela-sela agenda resmi, tim ekspedisi juga menyempatkan diri berinteraksi dengan anak-anak Kampung Teluk Lanus. Suasana penuh tawa mewarnai lapangan kampung ketika polisi dan anak-anak menggelar perlombaan tradisional, seperti balap karung. Momen ini berhasil menciptakan keakraban dan menghadirkan keceriaan tersendiri bagi generasi muda di daerah terpencil.
Perhatian terhadap dunia pendidikan juga tidak luput dari perhatian tim. Bantuan peralatan sekolah secara simbolis diserahkan kepada siswa SMP Negeri 7 Teluk Lanus. Dukungan ini diharapkan dapat memotivasi para pelajar untuk terus bersemangat menuntut ilmu.
Sebagai penutup rangkaian kegiatan, tim ekspedisi menyerahkan bantuan sarana dan prasarana penunjang aktivitas warga. Bantuan tersebut meliputi 10 bola kaki dan 10 bola voli untuk menunjang kegiatan olahraga pemuda, 50 cangkul dan 5 unit sprayer pertanian untuk petani, serta 2 unit angkong dan 5 unit mesin ketinting yang sangat membantu nelayan dalam melaut.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Artikel Terkait
Kebakaran Gedung Renovasi di Cikini Nyaris Merembet ke SMP Negeri 1 Jakarta
Persib Dinilai Belum Tampil Penuh di Piala Presiden, Tujuh Pilar Timnas Dinanti Kembali
Menkeu Nilai Wacana Bank Indonesia Masuk Kabinet Terlalu Dini
Kemenkes dan BGN Konfirmasi Bakteri E. coli di Balik Keracunan Makanan MBG Jayapura dan Semarang