Indonesia Optimis Dapat Tarif Ekspor 0% ke AS, Susul Malaysia dan Kamboja

- Rabu, 29 Oktober 2025 | 13:25 WIB
Indonesia Optimis Dapat Tarif Ekspor 0% ke AS, Susul Malaysia dan Kamboja

Indonesia Optimis Dapat Tarif Ekspor 0% ke AS, Susul Malaysia dan Kamboja

Pemerintah Indonesia menyatakan optimisme untuk segera menyusul Malaysia dalam memperoleh tarif nol persen dari Amerika Serikat untuk berbagai komoditas ekspor unggulan. Keyakinan ini disampaikan langsung oleh Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto.

Setelah menghadiri rapat terbatas dengan Presiden Prabowo Subianto di Istana Merdeka, Airlangga mengungkapkan bahwa Indonesia sedang mempersiapkan langkah-langkah strategis untuk mempercepat proses negosiasi dagang dengan pemerintahan Presiden AS, Donald Trump.

Jadwal Negosiasi Tarif Ekspor Indonesia-AS

Menurut rencana, negosiasi dagang antara Indonesia dan Amerika Serikat akan dimulai kembali pada bulan November 2025, tepatnya setelah pertemuan APEC. Hal ini menandai babak baru dalam upaya Indonesia mendapatkan akses pasar yang lebih baik.

Posisi Indonesia Dibandingkan Negara ASEAN Lain

Beberapa negara tetangga di kawasan ASEAN, seperti Malaysia dan Kamboja, telah lebih dahulu menyepakati kerja sama tarif nol persen dengan AS. Saat ini, Indonesia berada pada tahap akhir pembahasan teknis dan sedang menyelesaikan aspek legal drafting perjanjian.

Komoditas Ekspor Unggulan yang Diusulkan

Pemerintah Indonesia mengusulkan beberapa produk ekspor unggulan untuk mendapatkan tarif nol persen, terutama komoditas yang tidak diproduksi oleh Amerika Serikat. Beberapa produk prioritas tersebut meliputi:

  • Kelapa sawit dan turunannya
  • Produk kakao dan olahannya
  • Karet alam dan produk rubber
  • Komoditas pendukung industri medical supply chain

Langkah Strategis Menuju Perlakuan Sama dengan Malaysia

Pemerintah Indonesia menegaskan komitmennya untuk mendapatkan perlakuan yang setara dengan Malaysia, dimana hampir seluruh produk ekspor unggulan mendapatkan tarif nol persen. Kesepakatan ini diharapkan dapat meningkatkan daya saing produk Indonesia di pasar Amerika Serikat.

Kebijakan tarif resiprokal yang sebelumnya berlaku untuk Indonesia dan negara ASEAN lainnya mencapai 19 persen. Dengan disepakatinya perjanjian ini, diharapkan dapat membuka peluang ekspor yang lebih besar dan meningkatkan pertumbuhan ekonomi Indonesia.

Editor: Rico Ananda

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar